<BGSOUND SRC="kapariyo.mid">
“Tsunami…Tsunami…!
Hadirmu mengungkap seribu erti
alun mu mencoret seribu mimpi ngeri
tatkala kanvas kau hamparkan perintah Rabbul Alamin

Tsunami...
Riak berbuih putih bersalut tambor hadir tanpa diundang
Melakar sejarah pada dasar yang amat dalam
Parutnya kekal dalam trauma yang panjang

Sesaat hadirmu bak setahun berlalu...
Menggoncang hamparan diwaktu sesuap nasi dijamah
Terlerai ikatan darah tatkala kau mamah insan-insan kerdil
Hanya tangis mengiringi datang dan pergi mu...Tsunami

Ayuhai Tsunami...
Tangan yang menongkat langit
Dan paruh yang terpasak ke bumi
masih belum mampu meredakan amarah mu

Cuma...
Hadirmu adalah sinar keinsafan pada dada insan
Dunia sekadar pinjaman yang Kuasa
Sampai seru berakhirlah dalam dunia yang abadi”
(nukilan Amiera_ns, 7 Januari 2005 – Kuala Muda)
Tsunami
kemuka depan
Hosted by www.Geocities.ws

1