|
Dikutip
dari Harian SIB,
27 Juli 2002 |
Kabanjahe (SIB)
Budi Ginting (29) tewas dibantai istrinya tersangka HR br T (28) di rumahnya di Jalan Kapten Bangsi Sembiring Gang Pengadilan, Kabanjahe Jumat (26/7) pukul 03.00 WIB dinihari. Korban segera diboyong masyarakat ke RS Ester Kabanjahe. Dalam pemeriksaan tim dokter korban menghembuskan nafas terakhir sekitar 30 menit setelah korban mendapat tikaman beberapa liang di bagian tubuhnya yang mengeluarkan banyak darah segar.
Tersangka HR br T yang juga istri korban setelah peristiwa berdarah itu segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib di Mapolres Tanah Karo, sementara korban diboyong keluarganya dikebumikan di Berastagi. Peristiwa yang menggemparkan warga kota dingin itu sempat menjadi perhatian masyarakat dan ramai-ramai ingin melihat korban di RS Ester dan kediaman tersangka di Gang Pengadilan, tetapi Polisi segera tanggap dan mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan tersangka guna menghindari amukan massa.
Dalam pemeriksaan sementara, tersangka HR br T belum memberikan keterangan yang jelas dan masih terlihat bingung terkesan belum sadar benar apa yang telah dilakukannya. Sementara pihak Polisi masih mencari secara intensif motif dan latar belakang peristiwa berdarah itu. Korban dibantai tersangka dalam keadaan masih tertidur lelap. Demikian Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Misik Natari didampingi Kasat Serse AKP Helly Hermanto dan Kaurbinops Serse Ipda AY Harahap kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (26/7).
Tersangka masih belum sadar betul atas peristiwa itu sehingga belum dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, ketika di periksa tersangka mengaku tidak mengerti apa yang telah dilakukannya di pagi buta itu menikam suaminya yang masih tertidur lelap. Untuk itu, pihak polisi masih terus berupaya mengungkap motif dan latar belakang pembunuhan yang tergolong sadis ini, ujar Ipda AY Harahap menirukan keterangan sementara tersangka.
Ditemukan Mayat tanpa Identitas
Sementara itu sosok mayat tanpa identitas dan mulai membusuk ditemukan masyarakat Merek, Tanah Karo Kamis (25/7) malam. Polisi segera memboyong korban ke -RSU Kabanjahe untuk diautopsi. Hingga Jumat (26/7) mayat itu masih disemayamkan di ruang mayat RSU Kabanjahe sebelum ada keluarga yang merasa kehilangan untuk menjemputnya.
Bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya dihimbau agar melihatnya di ruang mayat RSU Kabanjahe untuk mengenalinya. Apakah ini mayat kiriman seperti beberapa waktu sebelumnya yang ditemukan di kawasan Tahura Bukit Barisan Berastagi, Lau Baleng dan Mardingding kurang jelas diketahui, ujar Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Misik Natari.
Sementara itu, seorang tersangka dukun palsu M Br T (34) penduduk Kotacane Kabupaten Aceh Tenggara yang menipu dua wanita nekat melompat dari lantai dua Hotel Pelawi Kabanjahe, Kamis malam. Kejadian ini bermula ketika tersangka melakukan aksi tipu daya terhadap dua orang korban Nurlimah dan Ny Ngatio, keduanya penduduk Kabanjahe, yang dijanjikan tersangka dapat melipatgandakan cincin emas menjadi sekitar 3 ekor kerbau senilai sekitar Rp25 juta.
Tergiur dengan janji tersangka kedua ibu rumah tangga itu merelakan cincinnya diboyong tersangka M Beru T, tetapi beberapa hari kemudian tersangka dukun palsu tidak muncul-muncul sesuai janjinya. Naas bagi tersangka, Ny Ngatio dan Nurhalimah melihat tersangka melintas di depan Hotel Pelawi Kabanjahe dan segera memburunya serta berteriak dukun palsu. Sepontan tersangka melarikan diri ke hotel dan menuju lantai dua. Melihat kedua ibu rumah tangga itu beserta sejumlah masyarakat sekitarnya yang ingin mengetahui keberadaan dukun palsu itu mengejar hingga ke hotel dan kepepet di pinggir pintu keluar lantai dua, langsung melompat dan terjatuh hingga kedua kakinya patah dan terluka.
Menerima laporan ini Polisi segera meluncur ke TKP dan memboyong tersangka ke RSU Kabanjahe untuk mendapat perawatan. Tersangka dengan tangan diborgol di ruang dua RSU Kabanjahe, Kaurbiops Serse Ipda AY Harahap yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya Jumat (26/7) membenarkan peristiwa tersebut.
(D5/x5)
|