○ El Manik

○ Advent Bangun

○ Adrianus Meliala

 

Ertutur
Buku Tamu
Chatting
Forum

Milis Tanah Karo
Milis Berastagi
Milis Kristen Karo
Milis Permata GBKP

Karo Perspektif
 Karo Berjuang
 Perkembangan Individu
 

Web GBKP (Deutsch)
Web Portal Karo
Web Berastagi
Web Channel #karo Dalnet
Download MP3 Karo

Arsip Berita
Cuaca Kota-kota di Sumut
Daftar Alamat Hotel
Tokoh Masyarakat Karo
Artis-artis Top Karo
PESIKAPI
Acara dan Hiburan

Gallery Takasima


Isi Buku Tamu
Lihat 50 Tamu Terakhir
Arsip Buku Tamu 1
Arsip Buku Tamu 2
Arsip Tamu s/d Mei 2001 
Arsip Tamu s/d Juli 2001
Arsip Tamu s/d Sept 2001

Home | Index Berita | Forum | Chat | Ertutur | Buku Tamu | Saran


 

Virus SE Serang Ternak Penduduk Di Tanah Karo

Dikutip dari Harian Waspada, 29 November 2001

 

Kabanjahe (Waspada):

 

Virus Septichaemie Epizootical (SE) menyerang ternak penduduk di Desa Mbalmbal Petarum, Kec. Laubaleng, Kab. Tanah Karo. Diperkirakan dalam waktu sebulan ini ratusan ternak sapi dan kerbau milik penduduk akan mati. 
Kepala Sub Dinas Peternakan Kab. Karo Ir Iskandar Sembiring, MM, yang di konfirmasikan Waspada di kantor Dinas Pertanian Kab. Karo Kabanjahe, Selasa (27/11), membenarkan hal itu. Dia menyebutkan, sesuai dengan laporan petugas dari Subdin Peternakan yang ada di lapangan, jumlah ternak sapi dan kerbau milik penduduk yang mati akibat terserang virus SE 120 ekor. 

Katika Waspada menanyakan tentang jumlah ternak yang mati sesuai dengan laporan masyarakat sejumlah 700 ekor, Iskandar Sembiring menyatakan hal itu memerlukan data yang akurat tentang kebenarannya. ''Saya hanya memperoleh laporan dan data dari petugas kami yang ada dilapangan,'' ujar Sembiring. 

Disebutkannya, serangan virus yang mematikan ternak tersebut mulai diidentivikasi 29 Oktober 2001 di Desa Buluh Pancur, dengan matinya tiga ekor ternak sapi milik penduduk. Namun sebelumnya diduga virus itu telah menyerang ternak penduduk di Desa Perbulan, yang mengakibatkan dua ternak sapi mati. Hal itu kemudian berkembang ke Desa Buluh Pancur, Lingga Muda dan kawasan pengembalaan ternak di Mbalmbal Petarum. 

Untuk mengantisipasi perkembangan penyakit virus itu, pihak Subdin Peternakan menerjunkan enam orang tenaga untuk mengadakan suntikan vaksin terhadap ternak sapi dan kerbau maupun ternak lainnya yang belum terinfeksi, serta mengadakan pengobatan ternak yang diduga telah terserang virus SE. 

Namun upaya yang dilakukan pihak pemerintah itu sepertinya tidak banyak menolong ternak dari virus itu. Terbukti dalam waktu sebulan saja ratusan ternak sapi maupun kerbau mati dengan siasia. 

Dari 500 ekor ternak yang ada di kawasan pengembalaan ternak Mbalmbal Petarum dan 1000 ekor ternak milik masyarakat lainnya, baru sekitar 850 ekor saja yang telah di suntik vaksim. Dikhawatirkan jumlah ternak yang akan mati akibat serangan virus tersebut akan terus berkembang dan meningkat jumlahnya. Apa bila hal itu tidak ditanggulangi dengan lebih serius dan terpadu. 

Menyinggung tentang asal penyakit virus itu, Iskandar menduga akibat perubahan iklim dan faktor lainnya yang kurang mendukung, seperti pakan ternak yang kurang baik, perkadangan yang tidak memadai dan cara pemeliharaan ternak. Virus itu sendiri kata Iskandar, di duga telah ada sebelumnya di kawasan itu, namun dia tidak mengalami pengembangan dan berjangkit apa bila keadaan tidak mendukungnya untuk menyerang ternak. 

Dalam rangka mengantisipasi perkemabangan virus itu lebih meluas, ternak yang mati langsung di bakar maupun di kubur. Kebijakan lainnya yang dilakukan pemerintah adalah mengadakan isolasi ternak yang keluar dan masuk Kec. Laubaleng dan Mardingding serta mengadakan vaksinasi ternak yang sehat dan mengobati ternak yang sakit. (a25)



© 2001 Sibayak Web Development, Inc.

Tanah Karo Simalem Home Page
 
Hosted by www.Geocities.ws

1