Rumah Adat Karo

Komentar & Saran
Kirim ke:
[email protected]

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Music Tradisional Karo Bangkit

'Semalam Bersama Music Etnis Karo Kolaborasi Milenium 2001'
Dipadati Ribuan Penggemar

Dikutip dari Harian Waspada, 12 Maret 2001

Medan (WASPADA) 

TAK DISANGKA ribuan warga kota Medan dari berbagai kalangan memadati Jambur Namaken Padangbulan Medan, menyaksikan pertunjukan kelompok musisi beken Sumut dipimpin Erucakra Mahameru dan artis Karo yang tergabung dalam Jast Entertainment, pada acara 'Semalam Bersama Music Etnis Kolaborasi Millenium 2001', pekan lalu.

Acara dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Purnama Munthe, SH, anggota DPRD Medan DR. Bangkit Sitepu, Presdir PO Medan Jaya Kim Tarigan, sejumlah anggota DPRD Sumut dan DPRD Tanah Karo, tokoh masyarakat Karo, pengusaha Karo asal Jambi dan undangan lainnya.

Dalam pertunjukan 'akbar' tersebut, musisi yang tampil yakni Bahagia Surbakti, Luter Tarigan, Harto Tarigan, Sastrawan Tarigan, Juliana Tarigan, Ira Bona Pinem, Mery Tarigan, Darto Sitepu, Rita Mariani Tarigan, Mery Tarigan, Sora Juwita br Karo dan Masita br Karo, Mulia Ginting, Fakta Ginting, Jalik Perangin-angin dan Bani Surbaktil.

Selain itu juga tampil musisi perkolong-kolong Keleng Barus, Anita Sembiring, Berlian Karo-karo dan Samuel Sembiring dengan vokalis Sastrawan Tarigan. Bintang tamu yang melengkapi acara kolaborasi itu Erucakra Mahameru, Anton Sitepu Cs, Tomblok Cs, Fragmen Perlanja Sira dan Jasa Tarigan Group.

Beberapa musisi yang mendapat applaus penonton diantaranya Ira Bona Pinem yang menyanyikan lagu 'Kelam-kelam dan Amak Tayangen', Juliana Tarigan dengan lagu 'Siersalah Tetap Salah', Luter Tarigan dengan lagu 'Belo La Ertangke' dan adu perkolong-kolong Samuel Sembiring (dari Desa Batu Karang) dengan Berlian Karo-karo (dari Desa Naman).

Di penghujung pertunjukan tampil kolaborasi musisi beken dan musisi Karo bernama "The Rite of Musician", dibagi dalam lima bagian komposisi dimana alat-alat musik dimainkan 'saling menyahut' oleh Erucakra Mahameru, Anton Sitepu, Hasfan, Jasa Tarigan dan Sirtoyono.

Tema itu diangkat karena dalam tradisi masyarakat Karo fungsi musik tidak hanya sebatas iringan atau pelengkap, tetapi mempunyai peranan penting sebagai mediator antara hubungan sesama manusia dan hubungan dengan dunia supranatural.

Komposisi diawali permainan alat musik Surdam Baluat (etnis Karo) dengan Ney (alat tiup dari Persia), Samelong (etnis Padang) dan Synthesizer (Dron).

Bagian kedua ditampilkan alat musik Kulcapi disertai vokal (Mang-mang-Melogenik) ditambah Synthesizer, sedangkan bagian ketiga ditampilkan perkusi (gendang indung dan gendang dua) dengan pola interaksi dan tanya jawab.

Bagian keempat muncul alat tiup Sarunei digabung dengan gendang dan perkusi Kulcapi, sedangkan bagian pemungkas seluruh alat musik tersebut dimainkan dalam tempo cepat 'dibalut' Synthesizer.

Usai acara, Erucakra Mahameru kepada Waspada menyatakan senang melihat antusiasnya penonton menyaksikan pertunjukan kolaborasi tersebut. Dia berharap event semacam ini dapat diperbanyak untuk 'menggaet' kunjungan turis mancanegara ke daerah ini, dan sebagai sarana melestarikan budaya Karo.

Hal senada disampaikan Jasa Tarigan, yang juga dosen Etnomusikologi USU. Katanya kecintaan terhadap music tradisional perlu terus digalakkan sehingga music Indonesia tidak menjadi tamu di negeri sendiri.

Berdasarkan data penjualan album rekaman lagu Karo baik dalam kaset dan CD, kata Tarigan yang juga pimpinan sebuah perusahaan rekaman tersebut, penjualan lagu Mbiring Manggis yang dibawakan Juliana Tarigan, ternyata 'meledak' di pasaran mencapai 600.000 copy. "Ini menunjukkan musik tradisional Karo masih eksis di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara." (cdmp)

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1