○ El Manik

○ Advent Bangun

○ Adrianus Meliala

 

Ertutur
Buku Tamu
Chatting
Forum

Milis Tanah Karo
Milis Berastagi
Milis Kristen Karo
Milis Permata GBKP

Karo Perspektif
 Karo Berjuang
 Perkembangan Individu
 

Web GBKP (Deutsch)
Web Portal Karo
Web Berastagi
Web Channel #karo Dalnet
Download MP3 Karo

Arsip Berita
Cuaca Kota-kota di Sumut
Daftar Alamat Hotel
Tokoh Masyarakat Karo
Artis-artis Top Karo
PESIKAPI
Acara dan Hiburan

Gallery Takasima


Isi Buku Tamu
Lihat 50 Tamu Terakhir
Arsip Buku Tamu 1
Arsip Buku Tamu 2
Arsip Tamu s/d Mei 2001 
Arsip Tamu s/d Juli 2001
Arsip Tamu s/d Sept 2001

Home | Index Berita | Forum | Chat | Ertutur | Buku Tamu | Saran


 

Perjabat Teras Pemkab Karo Bercanda Ria 
Dengan Masyarakat Seberaya

Dikutip dari Sibayak Post edisi Sept - Okt 2001

 

Seberaya, (Sibayak Post)

 

Desa Seberaya adalah suatu desa pertama di Tanah Karo Simalem, dan desa ini memiliki banyak sejarah dan menjadi suatu desa legenda karna memiliki hubungan yang erat dan melekat dengan legenda "Beru Putri Hijo".

Desa Seberaya lebih kurang 500 tahun lalu disebut "Sabe Raya" dan dijadikan sebagai tempat bermusyawarah para raja-raja bersama rakyat. Kini desa yang terletak di Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo ini, telah bertambah penduduknya namun tetap berstatus desa, walau memiliki potensi di bidang kepariwisataan khususnya pariwisata budaya, sejarah maupun legenda.

Beberapa waktu lalu desa ini dikunjungi beberapa pejabat teras Pemerintah Kabupaten Karo yang seorang diantaranya kebetulan berasal dari desa yang memiliki sejarah ini yakni Drs Sumbul Sembiring Depari (Sekwilda Kab.Karo).Kehadiran beliau bersama Wakil Bupati Kab.Karo Djidin Sebayang SH, berkaitan dengan acara kerja tahun (Pesta Tahun) yang dimeriahkan di desa tersebut.

Saya minta kepada Sdr Sekda Sumbul Depari, agar keluhan rakyat segera dituntaskan sehubungan dengan macetnya air di Seberaya. Saya dengar keluhan warga, kadang-kadang sampai pukul dua dini hari ibu-ibu mncari air. Ini akan mempersingkat umur kalangan "PERNANDENTA". Bagaimana kalau wanita mandi saja susah, apalah gunanya berdandan, demikian disampaikan wakil Bupati Karo Djidin Sebayang, pada malam kerja tahun yang dimeriahkan dengan hiburan tradisional Karo itu.

Djidin Sebayang yang pada malam itu diterima sebagai bintang tamu yang diutamakan pada malam itu oleh warga setempat menambahkan "Bila desa Seberaya tetap kekurangan air, walau Drs Sumbul Depari telah menjadi Sekwilda di Kabupaten Karo, sudah selayaknya kita mengganti nama beliau, karena arti "Sumbul" didalam bahasa Karo adalah "Mata air" yang berasal dari desa ini bila desa Seberaya ini kekurangan air. Sehingga tepukan riuh dan tawa yang gemuruh menyambut ucapan Djidin Sebayang.

Pesta kerja tahun merupakan teradisi dari leluhur yang harus tetap dipertahankan sebagai suatu identitas budaya daerah Karo. Kita harus mempertahankan warisan leluhur walaupun memerlukan biaya yang mahal. Lebih-lebih dalam otonomi daerah dan tidak berapa lama lagi kita memasuki Era Globalisasi dari itu kita sepatutnya mampu memanfaatkan potensi yang kita miliki serta berkaitan dengan pelestarian leluhur kita.

Sebayang menambahkan "Kagum kepada desa Seberaya yang sejak dulu melahirkan orang-orang terkenal seperti Beru Putri Hijo, dan Djaga Depari, nama desa Seberaya harum bukan saja dibumi Turang ini, tetapi juga sampai ke Mancanegara karena desa ini pernah dikunjungi seorang Dokter pertama di Kabupaten Karo yakni Dr Nouman (warga Belanda). Kita sama ketahui bahwa Dr Nouman ini bukan saja ahli dibidang kesehatan, namun beliau juga ahli kebudayaan, sehingga melalui buku-bukunya kita dapat melihat tulisannya mengenai desa ini. Dia juga menyinggung almarhum Jaga Depari, salah seorang komponis Karo yang mempunyai karyanya sampai populer di negeri Jerman dan Belanda. Sekarang telah lahir kembali seorang putra terbaik Tanah Karo juga dari marga Depari, disambut warga Seberaya dengan tepuk tangan yang meriah. Yang dimaksudkan disini adalah Sumbul Depari yang pernah sampai ke berbagai pelosok diluar Tanah Karo dan Indonesia dan kini kembali pulang kampung untuk bangun daerah Karo sebagai Sekretaris daerah.

OTONOMI DAERAH DAN BUDAYA DAERAH

Sekwilda Sumbul Depari, putra kelahiran desa Seberaya dalam kata sambutannya, dia menyinggung mengenai tantangan otda yang kini sedang bergulir, terutama di desa Seberaya yang merupakan desa perjuangan dan budaya dimasa lampau.

Mengenai Otda antara lain di ungkapkannya, pusat telah begitu banyak memberikan kewenangan kepada daerah tingkat II untuk mengatur rumah tangganya sendiri. "Oleh sebab itu Pemerintah Karo untuk lebih besar mengatur dan menjalankan roda pemerintahannya sendiri. Beliau juga mengungkapkan dan mengharapkan agar desa Seberaya mampu menjadikan dirinya menjadi desa seni Budaya. Di desa Seberaya pernah juga lahir seniman pemahat yang menghasilkan gundala-gundala yang telah menghiasi berbagai musium di luar negeri.

Komponis Djaga Depari, penggesek biola Idris Depari termasuk ahli atau pakar budaya Nempel Tarigan mengatakan masih banyak bakat-bakat yang lahir di Seberaya, oleh sebab itu ia mengharapkan desa kelahirannya itu bisa kembali mampu menunjukkan dirinya sebagai desa seni dan budaya.

Sementara itu Ketua DPRD Karo Bon Purba mengatakan "Kalau kita tidak sanggup melaksanakan Otda tersebut, maka beberapa daerah kita bisa lepas kepemerintah daerah lain. Karena kalau kita tidak mampu, maka Kecamatan Barus Jahe misalnya, bisa saja minder dengan Kab. Deli-Serdang, atau Kec. Merek bisa pindah ke Simalungun. Tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi kata Purba, yang malam itu kelihatan sangat semangat berbicara dan menari bersama warga Desa tersebut. Beliau juga mengutarakan bahwa hal tersebut merupakan suatu ancaman terhadap identitas Karo sebagai suatu etnis. Untuk itu beliau mengharapkan partisipasi, inovasi, kreativitas Kab. Karo sangat dibutuhkan sehubungan dengan Otda tersebut.

Pada kesempatan itu warga Seberaya memakai seperangkat *UIS ADAT* kepada Wakil Bupati Djidin Sebayang, Ketua DPRD Karo Bon Purba, Sekwilda Karo Sumbul Depari, dan juga Perdinan Depari sebagai Ketua Bappeda Karo. Demikianlah malam itu kerja tahun di desa Seberaya sangat meriah, dimana Bapak pejabat Pemkab Karo, baik dari legislatif maupunm eksekutif larut dalam kebersamaan dialog-dialog yang sangat merakyat dan dihibur oleh perkolong-kolong. (Raphael/ANT).



© 2001 Sibayak Web Development, Inc.

Tanah Karo Simalem Home Page
 
Hosted by www.Geocities.ws

1