○ El Manik

○ Advent Bangun

○ Adrianus Meliala

 

Ertutur
Buku Tamu
Chatting
Forum

Milis Tanah Karo
Milis Berastagi
Milis Kristen Karo
Milis Permata GBKP

Karo Perspektif
 Karo Berjuang
 Perkembangan Individu
 

Web GBKP (Deutsch)
Web Portal Karo
Web Berastagi
Web Channel #karo Dalnet
Download MP3 Karo

Arsip Berita
Cuaca Kota-kota di Sumut
Daftar Alamat Hotel
Tokoh Masyarakat Karo
Artis-artis Top Karo
PESIKAPI
Acara dan Hiburan

Gallery Takasima


Isi Buku Tamu
Lihat 50 Tamu Terakhir
Arsip Buku Tamu 1
Arsip Buku Tamu 2
Arsip Tamu s/d Mei 2001 
Arsip Tamu s/d Juli 2001
Arsip Tamu s/d Sept 2001

Home | Index Berita | Forum | Chat | Ertutur | Buku Tamu | Saran


 

Go International dan Kursi Otonomi

Dikutip dari Sibayak Post edisi Sept - Okt 2001

 

Tanah Karo, (Sibayak Post)

 

Ada yang menarik diamati pada acara pencanangan Objek Wisata SITOPSI (Sipiso-piso, Tongging, Paropo, Silalahi) yang konon mau di go international itu. Nyata sekali masih terkesan cara Orde Baru dalam tindak-tanduk pejabat, walaupun reformasi telah bergulir dan otda (Otonomi Daerah) telah memasuki seluruh wilayah Indonesia tercinta ini.

Cara-cara yang masih berbau Orde Baru itu, malah boleh disebut cara-cara penjajahan dulu semestinya tidak terlihat lagi di tengah masyarakat sebagaimana terlihat dalam pencanangan Sitopsi itu, dimana kami amati sebagai berikut:
- Para tokoh adat, tokoh masyarakat dan rakyat setempat duduk di pasir beralaskan tikar, sementara wakil Gubernur, Bupati dan pejabat lainnyua termasuk Kadis, dan anggota legislatif (wakil rakyat) duduk diatas kursi.
- Makanan yang disuguhkan sangat jauh berbeda. Untuk rakyat nasi bungkus, dan para pejabat terkesan *WAH*
- Terlampau banyak pidato, dan sedikit sekali peluang berdialog seakan-akan masyarakat di undang hanya untuk mengenggekan saja, atau sekedar nganggukkan kepala tanda setuju.
- Masyarakat dengan pendidikan rendah di suguhi istilah-istilah dengan bahasa asing oleh Investor Jaegopal Hutapea, sehingga salah seorang peserta menanyakan apakah saudara Jaegopal orang Indonesia atau Australia.

Demikianlah situasi yang terlihat pada pencanangan Sitopsi tersebut sebagai proyek raksasa yang jika memang terlaksana akan sangat menunjang perekonomian dan penghidupan masyarakatnya. Namun karena nila setitik mungkin akan rusak susu sebelanga. Dalam istilah Karo *Lepak Pemena Salah Pendungi*. Maka malang benarlah rakyat, kalau sekali kesempatan bertemu dengan bapak-bapak idolanya, dia lebih dijejali teori dan pidato tanpa mendengar dan memperhatikan suara hatinya.

Akankah benar yang pernah diungkapkan mbak Mega Presiden RI bahwa bahaya Otonomi akan menimbulkan raja-raja kecil di daerah. Semoga tidak terjadi di tanah Karo Simalem. (Sby-ATT)



© 2001 Sibayak Web Development, Inc.

Tanah Karo Simalem Home Page
 
Hosted by www.Geocities.ws

1