○ El Manik

○ Advent Bangun

○ Adrianus Meliala

 

Ertutur
Buku Tamu
Chatting
Forum

Milis Tanah Karo
Milis Berastagi
Milis Kristen Karo
Milis Permata GBKP

Karo Perspektif
 Karo Berjuang
 Perkembangan Individu
 

Web GBKP (Deutsch)
Web Portal Karo
Web Berastagi
Web Channel #karo Dalnet
Download MP3 Karo

Arsip Berita
Cuaca Kota-kota di Sumut
Daftar Alamat Hotel
Tokoh Masyarakat Karo
Artis-artis Top Karo
PESIKAPI
Acara dan Hiburan

Gallery Takasima


Isi Buku Tamu
Lihat 50 Tamu Terakhir
Arsip Buku Tamu 1
Arsip Buku Tamu 2
Arsip Tamu s/d Mei 2001 
Arsip Tamu s/d Juli 2001
Arsip Tamu s/d Sept 2001

Home | Index Berita | Forum | Chat | Ertutur | Buku Tamu | Saran


 

Muspida Karo Adakan Musyawarah Dengan Tokoh-tokoh Karo

Dikutip dari Sibayak Post edisi Sept - Okt 2001

 

Tanah Karo, (Sibayak Post)

 

Muspida Karo dan beberapa tokoh masyarakat sepakat untuk mengadakan musyawarah di aula kantor Bupati Karo menyikapi empat masalah pokok di Karo diantaranya, judi dan premanisme, pupuk palsu, tunggakan KUT sebesar 31 miliar dan pencurian kayu baru-baru ini.

Musyawarah yang dipimpin langsung oleh Bupati Karo Sinar Perangin-angin terlihat agak memanas. Dalam musyawarah tersebut terlihat pula Sion Ginting hadir dengan memakai celana pendek/celana ponggol sambil memaparkan beberapa temuannya dilapangan proyek yang kurang baik yaitu tumpukan kayu balok, sebanyak 2000 ton dan ijin IPKM atas nama Nanggalutu. Kemudian Sion Ginting menambahkan lagi premanisme dan judi di Tanah Karo ini sudah sangat merebak dan menjadi sorotan publik.

Karena merasa kurang benar atas pernyataan Sion Ginting tersebut Kapolres Tanah Karo AKBP. Drs. Misik Natari, dia mengatakan bahwa pihaknya hanya menemukan 120 ton, bukan 2000 ton seperti yang dikatakan Sion Ginting tadi.

Kemudian Bupati Karo Sinar Perangin-angin menjelaskan mengenai IPKM jauh-jauh sebelumnya sudah dikeluarkan pihak tingkat I Sumatera Utara, sedangkan pihaknya sampai sekarang belum pernah mengeluarkan izin IPKM dalam bentuk apapun. Kemudian pada kesempatan itu ketua DPRD Karo Bon Purba mendukung sepenuhnya perjuangan Sion Ginting menuntaskan empat masalah pokok di Karo tersebut.

Bon Purba juga meminta kepada Sion Ginting agar tidak lagi memakai celana pendek. Mendengar permintaan seniornya itu Sion Ginting berjanji akan memakai pakaiannya seperti semula, kecuali bila waktu tertentu misalnya pergi ke ladang, katanya.

Pada musyawaran itu dibentuk tim perumus untuk menyikapi dan menuntaskan masalah pokok yang ada di Karo tersebut yaitu: Rapat Romanus Purba SH, Ikuten Sitepu, Martin Luter Munthe SH, dari DPRD Karo, Pdt Tamat Kaban dari Protestan, Romanus Purba dari Katolik, H.Pande Purba dari Islam, Pedoman Purba dari tokoh pendidikan, Nursila br Ginting dari LSM yayasan Pijer-podi dan Hamid dari tokoh masyarakat/adat.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh: Muspida Karo, Ketua dan Pimpinan-pimpinan fraksi DPRD Karo, Tokoh masyarakat, adat, agama, Kadis/Kantor sejajaran Pemkab Karo, wakil Bupati Djidin Sebayang SH, Sekwilda Karo Drs. Sumbul Sembiring MSc beserta beberapa undangan lainnya.

Waktu istirahat makan siang, Sion Ginting tampil dengan stelan jas dan bercelana panjang, sembil tersenyum menyalami tim wartawan Sibayak Post.

Penampilan ini adalah guna menghargai permintaan ketua DPRD Kab Karo Bon Purba sebagai senior saya, juga berkat dukungan Katua Pemuda Merga Silima Ir. Rahmat Purba yang mengharapkan saya menggunakan celana panjang demi citra DPRD Kab. Karo, ujar Sion Ginting.

Muspida Plus di depan peserta rapat telah berjanji untuk menuntaskan "Empat masalah yang saya soroti beberapa waktu lalu" dan saya memberi waktu hanya beberapa hari untuk itu, bila dalam beberapa hari ini tidak dapat dituntaskan, maka saya kembali menggunakan celana Ponggol (Saluar gendek), karena saya belum layak disebut atau dipanggil sebagai wakil rakyat yang terhormat tandasnya.

Anggota DPRD Kab. Karo Sion Ginting yang dinilai berani, tegas dan vokal ini menambahkan "Khusus masalah 'judi' diharapkan kepada pihak Polres Tanah Karo segera mengikis hingga bersih dari Bumi Turang ini, karena kita ketahui bila aparat kepolisian mau, jangankan Judi yang bukan jadi rahasia umum lagi. Sedangkan jarum pun disembunyikan di lobang semut mereka tau, kecuali tidak mau".

Bila kita lihat hingga sekarang hanya tukang tulis yang ditangkapi, sedangkan sub-sub agen atau agennya tetap bebas mengedarkan kupon-kupon yang mengerok dan meraup uang rakyat itu. Berapa juta rupiahkah disetorkan setiap minggunya kepada bapak-bapak yang gajinya dari pajak rakyat itu ? Hanya Tuhan yang tau dan kepada Tuhanlah nantinya mereka mempertanggungjawabkannya. Demikian diungkapkan Sion Ginting bagai teringat akan kesamaan lirik lagu yang dinyanyikan Ebet G Ade. Sehingga dari nada suara yang diucapkannya seakan berdoa dan berpasrah kepada yang maha kuasa merestui perjuangannya melawan kezaliman. (Sby - Jikonia Barus & Jhoni Firdaus S.)



© 2001 Sibayak Web Development, Inc.

Tanah Karo Simalem Home Page
 
Hosted by www.Geocities.ws

1