Rumah Adat Karo

Beri Komentar & Saran Anda Tentang Halaman Ini

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Brocolly dari Tanah Karo Tembus Pasar Jepang 

Dikutip dari Harian SIB, 30 Maret 2001

T. Karo (SIB)

Perusahaan J&I (Jepang dan Indonesia) tengah berupaya mengembangkan sektor pertanian (tanaman holtikultura) di Tanah Karo. Salah satu upaya, perusahaan ini telah meneliti dan mengembangkan tanaman Kacang Koro dan Brocolly (Bunga kol hijau) di T Karo dengan mendatangkan tenaga ahli dari Jepang, Mr Koichi Nakano ke Tanah Karo. Kacang Koro dan Brocolly yang dibudidayakan perusahaan ini telah memenuhi standar kualitas ekspor, dan ekspor perdana sayur J&I ini secara simbolis dilakukan oleh Bupati Karo Sinar Perangin-angin, Selasa (27/3) di gudang pendingin (cool storage) J&I Berastagi.

Bupati Karo Sinar Perangin-angin, dalam sambutannya menyatakan kebangaannya terhadap J&I yang telah menunjukkan hasil kerjanya bersama DPP Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) dalam pengembangan tanaman holtikultura di Tanah Karo. Selain itu, Bupati Karo juga meminta agar perusahaan ini melibatkan masyarakat Karo dengan menggunakan sistem yang baik dan jangan ragu-ragu lagi. "Untuk mengembangkan sektor pertanian di Tanah karo, saya minta perusahaan ini tidak ragu-ragu lagi, karena Pemkab Karo siap membantu", ujarnya.

Sementara itu, Direktur J&I Drs Fachzamzami Noeroet yang juga Ketua DPP Kukmi ini, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap berusaha menggalang sinergi yang baik dengan Pemkab dan masyarakat Karo untuk mengembangkan sektor pertanian di Tanah Karo. Namun demikian, untuk saat ini perusahaan J&I masih terpokus dalam penelitian tanaman holtikultura bersama KUKMI, dan pada akhirnya nanti keterlibatan masyarakat dalam pengembangannya sangat kami harapkan, ujar Noeroet.

Mengenai hubungan J&I dengan Kukmi, Noeroet menjelaskan bahwa KUKMI merupakan motor penggerak perusahaan mulai dari penelitian sampai pemasaran. Untuk itu, para usahawan di Tanah Karo juga diharapkan partisipasinya, sehingga sesuai dengan misi Kukmi "Meningkatkan ekonomi rakyat" para petani di Tanah Karo dapat terbantu, katanya.

Melalui Ir Elia Jesa Tarigan, Kepala Operasional J&I sebanyak 10 ton yang ditanam di areal pertanian Tongkoh, seluas tiga hektar. Pengiriman Brocolly ini belum dapat dilakukan secara kontiniu karena masih dipengaruhi kondisi pasar di Jepang dan keterbatasan sarana yang belum memadai. "Untuk selanjutnya nanti kita akan berusaha mencari terobosan baru seperti pasar di luar negeri dan sistem/teknologi pertanian dan sekaligus melibatkan masyarakat dalam pengembangan ini", kata Elia Jesa Tarigan. (C19/w) 

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1