Rumah Adat Karo

Beri Komentar & Saran Anda Tentang Halaman Ini

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Kondisi Pertanian Tanah Karo Terus Terpuruk

Dikutip dari Harian SIB, 29 April 2001

Medan (SIB)

Nasib petani tanah Karo saat ini semakin memprihatinkan. Di samping harga pupuk naik dan belum tuntasnya kasus pupuk palsu di daerah tersebut, harga beberapa komoditas pertanian mereka juga kembali anjlok. Dan yang lebih parah, air untuk kebutuhan pertanian juga masih harus dibeli karena belum tersedianya air yang cukup ke daerah tersebut hingga saat ini.

Ng Sembiring Petani Cabe, Jeruk dan Kol, warga Desa Samura Kecamatan Kabanjahe saat berkunjung ke tempat anaknya di Jalan Berdikari Padang Bulan Medan mengatakan, harga pupuk Urea kini naik menjadi Rp 57.000 per zak, sebelumnya hanya Rp 52.000. Harga obat-obatan pertanian juga meningkat hingga 20 persen. Sedangkan harga Cabe Merah yang dulunya Rp 7.000 per Kg turun hingga Rp 2.500 per Kg.

Sementara itu karena masih belum tersedianya air yang cukup, air untuk menyemprot tanaman juga harus di beli. Harga satu jerigen (25 liter) Rp 500. " Makanya jangan heran jika sampai sekarang masih banyak petani di Tanah Karo hanya mandi sekali dalam dua hari, karena untuk mandi pun harus pakai uang," ujar pensiunan TNI itu kepada SIB Rabu (25/4).

Menurutnya, akibat makin mahalnya ongkos produksi tersebut tak sedikit petani di Kabupaten Karo saat ini mengalami kerugian. Hasil panen tidak dapat menutupi biaya produksi.

Hal yang sama juga dialami Elinor Sembiring, penduduk Medan yang memiliki kebun Jeruk di Tanah Karo itu mengaku setiap 10 hari sekali harus mengeluarkan dana sedikitnya Rp 32.000 untuk membeli 1 tangki air.

Menurut kedua petani tersebut, sebenarnya dekat Desa Bunu Raya (sekira 7 Km dari Kabanjahe) proyek pengadaan air untuk Tanah Karo sudah dikerjakan sejak beberapa tahun lalu, tapi hingga sekarang belum juga selesai. Padahal debit air yang tersedia sudah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. "Ukurannya, Kabanjahe bisa banjir," kata Ng Sembiring.

Tapi, kata mereka, sampai kini Pemkab hanya diam saja, sepertinya tidak tahu jika air merupakan kebutuhan yang sangat mendesak di Kabupaten Karo dan merupakan masalah kehidupan yang hakiki. (C12/q)

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1