|
T Karo (SIB)
Sehubungan dengan tidak mencukupinya air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Tanah Karo khususnya kota Kabanjahe, Bupati Karo Sinar Peranginangin bersama Direktur Tehnik PDAM Tirta Malem Salomo Pinem, meninjau dua lokasi sumber mata air yang digunakan PDAM Tirta Malem yaitu Lau (Sungai) Bawang dan Lau Peceren, Selasa (24/4).
Dari Peninjauan tersebut diketahui, mesin yang digunakan untuk mendistribusikan (mesin pompa) air kepada pelanggan sering mengalami kerusakan. Untuk itu Sinar Peranginangin menekankan agar PDAM Tirta Malem menggantikan oli yang kwalitasnya bagus.
Sementara itu, Salomo Pinem, secara terpisah kepada SIB mengatakan tarif rekening air sebesar Rp 250 per meter kubik tidak mencukupi biaya operasional, disamping itu dengan bertambahnya sumur bor yang dibuat warga, maka debit air mengalami penyusutan, sehingga tidak mencukupi lagi. Sedangkan mesin pompa dengan kapasitas 30 liter per detik dan total High 90 meter masih memadai, ujarnya.
Salah satu alternatif untuk mencukupi kebutuhan air ini, Salomo mengatakan Lau Sikite-kite yang sempat di ujicoba selama seminggu pada tahun lalu hendaknya difungsikan, namun karena warga Kuta Mbelin yang menggunakan air tersebut untuk pengairan sawah merasa keberatan, sehingga sarana yang sudah dibangun di lokasi tersebut belum dapat digunakan, ujarnya.
Mengenai Pelanggan yang masih terpaksa membeli air kepada pemilik sumur bor, Salomo mengatakan pihak PDAM Tirta Malem belum mampu berbuat apa-apa, karena satu sisi turut membantu PDAM dalam penyediaan sarana air tapi disisi lain sumur bor tersebut mempengaruhi debit air (penyusutan) sumber mata air yang digunakan PDAM Tirta Malem.
(C19/m)
|