|
Dikutip
dari Harian SIB,
26 Oktober 2001
|
Medan (SIB)
Memasuki November, hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai angin puting beliung akan melanda beberapa wilayah di Sumut khususnya pesisir pantai Barat, Toba, Dairi, Labuhan Batu dan Berastagi seperti yang telah dialami oleh kawasan Medan dalam bulan Oktober ini. Untuk itu sekali lagi, masyarakat yang tinggal di daerah tersebut harus mewaspadai kemungkinan banjir dan tanah longsor.
Demikian dijelaskan Staf Badan Meteorologi Geofisika (BMG) Bandara Polonia, Firman kepada SIB, Kamis (25/10) tentang prakiraan keadaan cuaca dan curah hujan di wilayah Sumut.
Seperti yang telah dialami, curah hujan yang mengguyur kawasan kota Medan dalam bulan Oktober intensitasnya sangat tinggi dari keadaan normalnya. Seperti dicatat BMG sejak awal tanggal 1 hingga tanggal 24, angka curah hujan yang telah mengguyur Medan mencapai 654 mm.
Keadaan itu kata Firman, cukup fantastis bila dibandingkan dengan keadaan normal curah hujan pada setiap bulan Oktober yakni 282 mm. "Sehingga bisa kita lihat dimana-mana terdapat kebanjiran, apalagi bila parit-parit kurang berfungsi karena ditumpuki sampah", ujarnya.
Mengakhiri bulan Oktober atau memasuki November diprakirakan curah hujan yang lebat disertai angin badai akan berganti mengguyur daerah pesisir pantai Barat khususnya daerah-daerah pegunungan seperti Dairi, Tapsel dan Toba termasuk daerah pesisir pantai Timur bagian Selatan. Sedangkan untuk kawasan Medan, curah hujan masih tetap sering mengguyur namun intensitasnya akan berkurang.
Sementara di beberapa kawasan di Sumut pada siang hari masih panas dengan suhu yang agak tinggi 24 C hingga 33 C. Hal itu jelas Firman merupakan proses pembentukan awan yang cukup tinggi pada siang hari dan menjadi hujan pada sore atau malam hari.
"Jadi kita mengingatkan masyarakat khususnya daerah-daerah pegunungan harus waspada pada musim hujan lebat ini karena belakangan ini banyak daerah rentan akan banjir dan longsor akibat penebangan hutan", ujarnya.
(B3/h)
|