Rumah Adat Karo

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Puluhan Supir Angkot Unjuk Rasa ke DPRD Karo Protes Kesemerawutan Lalulintas

Dikutip dari Harian SIB, 26 Juni 2001

 

Kabanjahe (SIB) 

Sekitar lima puluhan supir angkotan kota (Angkot) Kabanjahe bermerek Marga Silima dan Persada Nusantara Senin (25/6) melakukan aksi demo dengan memarkirkan kenderaan umumnya di halaman Kantor DPRD Karo-Kabanjahe dengan tuntutan agar kesemrawutan lalu lintas di Tanah Karo, khususnya di inti kota Kabanjahe segera ditertibkan instansi terkait.

Akibat dari aksi tersebut, beberapa penumpang yang sempat menaiki angkot tersebut, terpaksa berjalan kaki karena disuruh turun oleh beberapa supir lainnya, demikian juga pengguna angkot tersebut lamanya yang ingin berpergian terpaksa menunggu angkutan lain dan berjalan kaki ke tujuannya.

Fardisa Ginting, mewakili para supir yang ikut dalam aksi demo Senin pagi hingga sekitar pukul 13.00 Wib itu menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya, banyaknya angkutan pedesaan yang dibiarkan beroperasi di kota Kabanjahe, seringnya jalan diblokir saat ada pesta dan kegiatan angkutan barang (Kuso) yang bongkar muat di badan jalan, yang menjadi penyebab kemacetan dan mengganggu lalulintas angkot di Kabanjahe.

Di samping itu, kehadiran pasar kaget yang dimulai menjelang malam hingga menjelang pagi di inti kota juga diminta agar dapat ditertibkan, karena pedagang di pasar kaget itu menempatkan warungnya (bongkar pasang) di badan jalan, sehingga tidak jarang terjadi tabrakan ringan antara angkot dengan pembeli pasar kaget tersebut.

Tuntutan para supir, angkot itu diterima anggota DPRD Karo Ikuten Sitepu, Bastanta Surbakti dan Simon Pandia bersama aparat kepolisian.

Pada kesempatan itu, Ikuten Sitepu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Karo mengatakan, tuntutan yang disampaikan para supir angkot itu sudah diterima, dan untuk selanjutnya akan dibicarakan dengan instansi terkait.

Setelah mendengar jawaban dari anggota DPRD itu, Fardisa Ginting menjelaskan kepada teman sepropesinya bahwa tuntutan mereka akan diselesaikan dengan instansi terkait, kemudian mereka (para supir) melanjutkan kegiatannya kembali tanpa ada melakukan pengrusakan.

Beberapa hari sebelumnya, Rabu (20/3), Kepala Dinas Perhubungan Karo H Timur Sebayang mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya telah memprioritaskan penertiban lalin, terutama angkot di Tanah Karo. Demikian juga dengan pasar kaget yang ada di tengah kota penertibannya akan diupayakan dengan membicarakannya bersama instansi terkait, ujarnya kepada SIB saat itu. (C19/p) 

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1