|
Dikutip
dari Harian SIB,
24 September 2001
|
Kabanjahe (SIB)
Kabupaten Karo sangat berpotensi mengembangkan budidaya pertanian khususnya tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bunga-bungaan dan aneka tanaman lainnya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani maupun masyarakat Karo.
Untuk itu instansi terkait harus memperhatikan kendala yang dihadapi petani dalam upaya peningkatan produksi pertanian dan pemasarannya.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Bupati Karo dengan pakar Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (IKA-MM-USU) dengan para petani Karo di Aula Kantor Bupati Sabtu (22/9).
Bupati Karo Sinar Perangin-angin dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Karo yang memiliki luas daerah 212.725 Ha sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dari sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Sebagian besar hasil pertanian daerah itu diekspor. Dalam kondisi perekonomian yang belum stabil, ungkap Sinar Peranginangin sektor pertanian menjadi sektor andalan sebagai penggerak perekonomian Karo dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Bupati berharap dalam pengembangan komoditas pertanian harus diperhatikan strategi-strategi seperti orientasi pasar, produk unggulan sehingga dapat berdaya saing tinggi di tingkat pasar. Oleh karena itu pemberdayaan petani harus ditingkatkan hingga kehidupannya sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Sumut Ir. H Mukri Siregar dalam paparannya mengatakan, Kabupaten Karo merupakan salah satu kabupaten penghasil hortikultura terbesar di Sumut.
Hal ini terjadi karena keadaan alamnya serta letaknya yang strategis dekat dengan pasar lokal/domestik (Medan) dan pasar internasional (Singapura dan Malaysia).
Untuk meningkatkan produksi dan mutu produksi hortikultura, Mukri mengatakan, diperlukan pemberdayaan dan pengembangan SDM, penerapan ilmu dan teknologi, pengembangan sarana dan prasarana pertanian dalam rangka modernisasi pertanian dan kesiapan memasuki pasar global serta meningkatkan partisipasi swasta yang bermitra dengan petani lokal.
Ia juga menyarankan dalam pengembangan tanaman hortikultura pada lahan perkebunan di Kabupaten Karo diperlukan koordinasi antara instansi terkait dan pembinaan yang lebih intensif kepada petani setempat perlu dilakukan baik oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan maupun oleh Dinas Perkebunan," ujar Kadis Perkebunan Sumut.
Dalam kesempatan itu, para petani meminta pemerintah agar membangun sarana pergudangan agar bisa menyimpan produk pertanian sebelum dijual ke pasar.
"Sarana dimaksud adalah ruang pendingin (Cold Storage) yang pernah dijanjikan pemerintah untuk meningkatkan daya tahan komoditas hortikultura dan sayur-sayuran," ungkap petani penuh harap.
(C6/j)
|