Rumah Adat Karo

Komentar & Saran
Kirim ke:
[email protected]

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Rinto: Seniman Karo Sangat Potensial Dalam Karya Cipta
Lagu Karo Terkenal di Belanda

Dikutip dari Harian SIB, 24 Jan 2001

Lagu ciptaan seniman Karo, komponis Djaga Depari, seperti lagu "Erkata Bedil" dan "Turang" terkenal di negeri Belanda. Karena tembang yang terkenal dari daerah pegunungan berhawa sejuk itu mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu "Cengkok"

Demikian artis kondang Rinto Harahap selaku Ketua Umum Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) pada acara Gerakan Moral Seniman Karo, di pendopo rumah dinas Bupati Kepala Daerah TK II Kabupaten Karo, belum lama ini.

Oleh sebab itu, seniman Karo yang terkenal potensial dalam karya cipta, supaya dalam menciptakan lagu, harus tetap mempertahankan dan melestarikan cengkok asli, ujar Rinto Harahap yang sudah menghasilkan 421 lagu ciptaannya.

Dengan mengandalkan ciri khas cengkok asli ini, saya yakin dapat diproduksi untuk ditayangkan pada stasiun TVRI dan 5 Televisi Swasta lainnya, setelah dikemas apik dan diurasi waktu efisien, bahkan dapat diekspor ke luar negeri.

Menurut Rinto Harahap, seniman dari Karo sangat potensial dalam hal karya cipta lagu, terutama lagu daerah seperti komponis nasional alm. Djaga Depari yang telah menghasilkan sekitar 600 lagu dan menjadi terkenal di dalam negeri dengan lagu Erkata Bedil, Famili Taxi, Terang Bulan dan Turang.

Bahkan kata dia, pakar Etnomusikologi dari Universitas Sumatera Utara Rizaldi Siagian, MA mengaku banyak menimba ilmu di bidang musik tradisional Karo seperti seruling, durasi dan penyanyinya.

"Oleh sebab itu, budaya Karo harus kita lestarikan untuk menambah dan mengembangkan khasanah budaya nasional sebagai alat perekat dan pemersatu bangsa", kata Rinto. "Saya harap seniman Karo dapat mendaftarkan hasil karyanya kepada Yayasan Karya Cipta Indonesia Sumatera Utara, semoga tahun depan royalti masuk ke Karo", ujarnya.
Rinto yang didampingi Sekretaris Umum Yayasan Karya Cipta Indonesia Chandra Darusman menambahkan, saat ini terdaftar pada Asosiasi Karya Cipta Indonesia yang dipimpinnya di seluruh Indonesia sudah mencapai 1770 orang seniman dengan 150.000 lagu yang beraneka ragam dari Sabang hingga Marauke.

Penghasilan royalti lagu-lagu yang dikumandangkan di tempat hiburan seperti hotel, restoran dan pub kata Rinto, Yayasan Karya Cipta Indonesia pada tahun 2000 sudah mencapai Rp. 3,1 milyar, padahal ketika Yayasan Karya Cipta Indonesia pada tahun 90-an baru mencapai Rp. 560.000.000,-. Berarti peningkatan pendapatan royalti dari lagu-lagu sangat pesat" kata Rinto optimis.

Jadi Yayasan Karya Cipta Indonesia kata dia, disamping membantu para seniman dalam melindungi karya ciptanya dan sekaligus supaya seniman dapat menikmati hasil karya ciptanya. "Juga untuk membantu pemerintah dalam mencegah pembajakan Kaset dan VCD", tegas Rinto.

Saat ini, kata Chandra Darusman, sudah mencapai 60% - 70% dapat dimonitor lagu yang dikumandangkan di tempat hiburan, hotel dan restoran.

BUPATI ANTUSIAS TERHADAP SENIMAN KARO

Bupati Kepala Dareh TK II Karo Sinar Perangin-angin antusias terhadap gerakan moral seniman Karo yang diketuai oleh Drs. Henry Bangun yang dikenal sebagai seniman muda Karo yang selalu berkiprah di tingkat nasional, "Saya senang, apabila seniman Karo bernaung pada suatu asosiasi budaya yang solid, karena pada era globalisasi informasi dunia yang begitu pesat perkembangannya saat ini, Asosiasi Budaya dan masyarakat dapat mengontrol kebijaksanaan pemerintah," katanya.

"Pelestarian budaya itu, dapat sebagai filter terhadap budaya asing yang tidak cocok dengan tata krama budaya daerah dan nasional." Selain itu tambah Bupati, supaya budaya kita menjadi tuan rumah seperti budaya Jepang, bahkan, kalau bisa budaya kita dapat diekspor ke luar negeri, seperti band Filipina yang selalu tampil pada hotel-hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan di negara Asia Tenggara", tegas Bupati.

Dengan demikian budaya Karo dan nasional dapat dipasarkan di luar negeri sehingga menambah devisa daerah dan ansional.

Gerakan moral seniman Karo ini, didukung oleh Ketua DPRD TK II Karo Bon Purba. "Seniman Karo supaya menggali, memupuk dan melestarikan budaya Karo agar tidak dapat dirasuki dan dirusak oleh budaya luar, sehingga tidak terjadi erosi budaya.

"Bahkan, budaya dapat mencegah judi dan narkoba yang merasuki generasi muda hingga ketingkat pedesaan," tegas Bon Purba.

Pada acara gerakan moral seniman Karo, menurut Ketua Panitia Drs. Henry Bangun, dihadiri sekitar 100 orang seniman Karo yang datang dari seluruh Indonesia seperti dari Ibukota Jakarta, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kotamadya Binjai dan Kotamadya Medan.

Pelaksanaan gerakan moral seniman Karo ini dilakukan, kata Henry, bukan karena seniman Karo tidak bermoral lagi, tetapi untuk mengingatkan dan introspeksi diri bagi yang sudah agak melenceng, agar dapat meningkatkan cipta karyanya pada era milenium ke-III dan dapat menghadapi serta mensukseskan otonomi daerah (Otda) di TK II Kabupaten Karo (A16/t)

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1