|
Medan (SIB)
Konsorsium Choise Hotels merencanakan membangun sekolah pariwisata dengan murid mancanegara di Tongging, Tanah Karo. Sekolah berstandar internasional tersebut nantinya memasok tenaga ahli bidang perhotelan berkualitas dan dalam memberi pengajaran dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris, Bahasa Prancis serta bahasa dunia lainnya. Perekrutan siswa dilakukan konsorsium Choise Hotels yang ada di seluruh dunia.
Demikian dikatakan CEO Choice Hotels Indonesia Karl L Waelty didampingi Ass Director of Operation Choise Hotels Ellen Riupassa, GM Quality Solo Leopoldo Tambingon, Director of Buiness Development Bayu W Nugroho, Genral Manager Quality Suitess Medan Choki Soesilo dan PR & Marketing Quality Suites Elizabeth pada dinner GM Conference Choise Hotels di Quality Suites Medan, Selasa (17/4) malam. Menurutnya, pemilihan daerah wisata Tongging sebagai pusat pendidikan pariwisata karena dukungan letak geografis daerah tersebut, di samping sohor dengan keindahan pun karena letaknya jauh dari kebisingan kota serta steril dari kegiatan modern, seperti rumah-rumah hiburan yang membuka kemungkinan pada siswa untuk bercabang perhatian.
Yang paling mendukung dibukanya sekolah pariwisata tersebut, kondisi lingkungan Tongging amat cocok untuk siswa mancanegara, khususnya dari belahan Eropa yang cenderung dingin.
GM Conference Choise Hotels digelar tiga hari (17 - 19) diikuti sedikitnya 12 kontingen manajemen hotel yang tergabung dalam Choise Hotels di Indonesia seperti Choise Hotels Indonesia, Quality Hotel Bandara Jakarta, Quality Hotel Jakarta, Quality Juanda Jakarta, Quality Sunda Kelapa Jakarta, Clarion Hotel Jakarta, Clarion Hotel Solo, Clarion Hotel Makassar, Resort Waterpront City Batam, Quality Suites Medan, Quality Hotel Siantar - Parapat, Clarion Hotel Jakarta.
Acara GM Conference Choise Hotels di Medan membicarakan hal-hal terkait dunia kepariwisataan global dan Indonesia yang masih berhadapan dengan krisis ekonomi. Saat materi peninjauan obyek wisata di Medan, sejumlah manajemen dari hotel berkelas internasional itu naik becak keliling Medan yang didahului vorrejiders. Rute tur becak para tetamu tersebut dimulai dari Jl Listrik melintas Jl Palang Merah, melalui Jl Guru Patimpus dan finish di Jl Cik DiTiro tepatnya di Le Chic Cafe. "Selain untuk melihat langsung obyek wisata dan menikmati keramahan warga Medan juga untuk menunjukkan bahwa ibu kota Sumut ini tidak rawan apalagi rusuh, sebagaimana yang selalu digembar-gemborkan pihak tak bertanggung jawab," ujar Elizabeth.
(A6/q)
|