|
Dikutip
dari Harian SIB,
21 Nopember 2001
|
Medan (SIB)
Ratusan warga Desa Sugihen Kecamatan Juhar Kabupaten Karo yang tergabung dalam P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) ‘mengancam’ akan melakukan ‘sweeping’ dan bertindak dengan cara sendiri terhadap para perambah hutan di daerah Sibuaten 1,2 dan 3, Laudaling, Gemuruh, Talinkuta dan Laumelas Tanah Karo.
Hal itu diungkapkan anggota F-PDIP DPRD Sumut Drs Baskami Ginting kepada wartawan, Senin (19/11) di DPRD Sumut seusai menerima pengaduan warga Desa Sugihen Kecamatan Juhar yang menuntut aparat terkait segera menghentikan aksi perambahan hutan di desa mereka.
"Sesuai dengan hasil musyawarah, masyarakat melalui P3A memberi waktu 1 minggu kepada aparat terkait untuk segera menghentikan aksi perambahan hutan di daerah itu, jika tidak mereka mengancam lakukan ‘sweeping’ dan bertindak dengan caranya sendiri," kata Baskami Ginting dengan nada prihatin.
Dikatakan Baskami, kemarahan warga telah mencapai puncaknya, karena ratusan hektar hutan lindung di Sibuaten 1,2 dan 3, Laudaling, Gemurah, Talinkuta, dan Laumelas yang merupakan daerah tangkapan dan sumber mata air bagi irigasi Desa Sarimunte-Sugihen telah dibabat habis, sehingga areal persawahan penduduk terancam kekeringan.
"Akibatnya, debit air irigasi yang selama ini digunakan petani mengairi sawahnya menurun secara drastis, mengakibatkan sedikitnya 300 hektar sawah terancam kekeringan," tuturnya.
Selain itu, tambah mantan Ketua F-PDIP itu, warga juga menyatakan kekhawatirannya terhadap bencana alam tanah longsor, sebab hutan yang selama ini sebagai penyangga air sudah gundul, sehingga arus air hujan tidak tertahan, akan mengikis permukaan tanah dan timbul erosi.
Dalam pengaduannya, kata Baskami, masyarakat Desa Sugihen melalui pengurus P3A Sukur Sembiring, Bagus Kaban dan Firman Tarigan juga mengungkapkan, perambahan hutan lindung di Desa Sugihen tersebut, dilakukan dengan dalih membuka jalan baru sepanjang ratusan kilo meter menembus hutan Buluh Pancur Batu tendeng dekat Desa Pernantin.
"Jika memang benar membuat jalan baru untuk memperlancar transportasi masyarakat dalam mengangkut hasil pertaniannya, kita juga mendukung, tapi jangan dibuat sebagai alasan untuk ‘membabat’ hutan di sisi kiri-kanan jalan mencapai ratusan meter, seperti yang ditemukan warga beserta unsur Muspika Kecamatan Juhar," katanya.
Menurut Baskami, aksi perambahan hutan ini harus dihentikan, karena selain terancamnya kelangsungan hidup petani yang menggantungkan harapannya terhadap areal persawahan melalui air irigasi Daerah Sarimunthe-Sugihen, juga dikhawatirkan mata air yang bersumber dari dalam hutan akan kering.
Karena itu, masyarakat, kata Baskami, telah melakukan berbagai upaya, termasuk mengadukan tindak-tanduk ‘raja’ perambah hutan itu ke DPRD Karo dengan tembusan kepada Ketua DPRD Sumut, Gubsu, eks Kanwil Kehutanan Sumut dan Dinas PU Pengairan, Kapoldasu, Bupati Karo, Kacabhut Karo, Kapolres, Kepala Kejari Karo, Camat dan Kapolsek serta Danramil 07 Juhar, tapi belum ada tanggapan.
"Masyarakat sangat mengharapkan aparat keamanan maupun instansi pemerintah dapat segera bertindak tegas terhadap para perambah hutan ini," ujar Baskami seraya menambahkan kasus ‘pencurian’ kayu ini tidak boleh dibiarkan dan harus dibabat habis bersama pejabat yang ikut ‘membackinginya’.
Sebab, bukan warga Desa Sugihen saja yang bakal mendapat bencana akibat perambahan hutan itu, tapi juga warga kota Medan dan sekitarnya akan kena imbasnya. Pasalnya, air yang selama ini dikonsumsi warga Medan, berasal dari mata air di Karo. "Jadi jika hutan di daerah itu telah habis, secara atomatis air juga bakal kering," katanya.
TURUN KE LOKASI
Guna menindaklanjuti pengaduan warga masyarakat, kata Baskami, DPRD Sumut akan turun langsung ke lokasi bersama masyarakat dan jika ada penyimpangan dalam perambahan itu, dewan akan minta bantuan aparat maupun Bupati Karo untuk menindaknya sesuai prosedur hukum.
"Setelah menerima pengaduan masyarakat, DPRD Sumut melalui Panmus (Panitia Musyawarah) langsung membentuk tim gabungan Komisi I, II dan IV yang diketuai pimpinan dewan, dan dalam waktu dekat akan turun ke lokasi perambahan hutan," katanya.
(A13/f)
|