|
Dikutip
dari Harian SIB,
20 September 2001
|
Kabanjahe (SIB)
Menyikapi isu yang bekembang akhir-akhir ini seperti perjudian, premanisme, tunggakan KUT, perambahan hutan dan pupuk palsu, Bupati Karo Sinar Peranginangin mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, agama,
pendidikan, LSM, instansi pemerintah terkait dan wartawan, Rabu (19/9) di Aula Kantor
Bupati Jalan Jamin Ginting Kabanjahe. Hal itu dimaksudkan mengambil langkah-langkah positif untuk menciptakan kondisi kemasyarakatan yang dapat
menunjang pelaksanaan Otda di daerah itu. Karena apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani secara tuntas akan berdampak negatif dan pada akhirnya akan mengganggu
pembangunan di Karo.
Pertemuan itu diawali dengan pengarahan dari Bupati Sinar Peranginangin, masukan dari para hadirin, Kapolres Karo AKBP Drs Misik Natari, Dandim 0205/5 Letkol Sakkan Tampubolon, Wakil Bupati Djidin Sebayang SH, Ketua DPRD Bon Purba secara tanya jawab dengan peserta.
Acara dihadiri unsur Pemkab Karo seperti assisten Pemerintah Drs. Ngadep Tarigan, Assisten Pembangunan dan Umum Beritana Bangun SH, Setda Drs. Sumbul S. Depari. MSc, Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe Tomanus Purba, SH, para tokoh adat, tokoh agama Pdt. T. Kaban dari GBKP, Pdt.Sipayung dari GKPS dan dari MUI, LSM kepala-kepala Dinas instansi terkait, Kabag Humas Asli Pinem SH dan stafnya Drs. Agustin Pandia. Hadir juga sejumlah anggota DPRD seperti Martin Luter Munthe, Ikuten Sitepu, SH dan Sion Ginting.
Sampai usai pertemuan tersebut, Sion Ginting masih menepati janjinya tetap mengenakan celana "ponggol" sebagai protesnya terhadap masalah-masalah yang terjadi di Karo. Namun setelah mengikuti pertemuan, atas anjuran Ketua DPRD Bon Purba, Sion Ginting akan mengenakan celana panjang kembali, mulai hari ini.
Pertemuan yang memfokuskan terhadap judi dan premanisme ini berlangsung alot dan bahkan hampir emosional. Berkali-kali anggota dewan dengan tidak sabar ingin bicara dan mengkritik jalannya pertemuan. Sion Ginting dan Ikuten dengan menantang memaparkan maraknya judi di T. Karo. Sion menunjukkan surat bukti adanya surat izin perambahan hutan. Sedangkan Ikuten bersedia menunjukkan bukti bahwa ada oknum aparat kepolisian terlibat dalam judi jackpot.
Berkat keartian Bupati meremimpin pertemuan, semua dapat dimengerti. Begitu juga Kapolres berjanji apabila anggotanya terbukti terlibat judi akan diselkan.
Akhirnya pertemuan dapat diakhiri dengan penuh kekeluargaan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat Kabupaten Karo. Untuk menindaklanjuti penuntasan masalah perjudian, premanisme dan masalah aktual lainnya dibentuklah tim yang akan merumuskan langkah-langkah operasional di lapangan menangani permasalahan yang timbul dalam masyarakat.
Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut, semua yang hadir sepakat untuk tidak mentolerir segala bentuk perbuatan dan aktifitas yang merugikan masyarakat serta tatanan hukum yang berlaku yang pada gilirannya merusak generasi muda.
(C1/k)
|