|
Medan (SIB)
Kerinduan
para penggemar musik Pop Karo baik yang ada di Sumut
maupun di perantauan, tampaknya akan sedikit terobatai
dengan diluncurkannya kembali satu album Pop Karo yang
dilahirkan seorang penyanyi pujaannya yang sangat populer
di daerah ini.
Netty
Vera br Bangun yang cukup dikenal tidak saja oleh kalangan
etnis Karo, pada pertengahan Februari ini sudah
meluncurkan karyanya yang dikemas dalam album Karo
berirama pop ke pasaran. Saat
berbincang-bincang dengan wartawan SIB, Relieve Pasaraibu,
baru-baru ini di kediamannya di kawasan Psr VII Padang
Bulan Medan, artis yang menurut penilaian kalangan Karo
merupakan penyanyi bersuara merdu dan mendayu-dayu ini,
menjagokan lagu-lagu hasil ciptaannya sendiri, disamping
karya pencipta lain sebagai tambahan. Beberapa
artis top Karo yang ikut mengisi album keempatnya yang
berjudul Bulu Mata hasil ciptaannya sendiri itu adalah
Scorpio Sembiring, dan Nelly Susana Sembiring. Yang
istimewa dengan albumnya ini, menurut Netty lagu berjdulul
Bulu Mata dan beberapa lagu lainnya dibawakan dengan irama
slow beat. "Saya mencoba nuansa baru melalui lagu
ini. Tidak seperti pop Karo yang biasanya selalu ada
nuansa musik tradisi Karonya. Kali ini lagu itu seperti
layaknya lagu Pop Indonesia," aku Netty. Netty
Vera kelahiran Desa Narigunung Dua Kec. Payung Tanah Karo
23 Agustus 1970 ini suaranya banyak direkam dalam bentuk
kaset maupun VCD yang beredar di Medan hingga Jakarta
sekitarnya. Memulai
karier rekamannya tahun 1996, penyanyi yang saat ini
disebut-sebut paling populer di kalangan Karo ini
sebelumnya telah menghasilkan tiga album solo yakni "Cirem
Tambah Jilena", "Bunga Edelweis"
dan "Aku Salah Aku Sirobah" yang masing
masing cukup laris di Medan. Ia juga beberapa kali mengisi
album campuran dengan beberapa penyanyi di antaranya
penyanyi Pop Tapanuli Charles Simbolon dengan album
"Mejuah-juah Tanah Simalem." Di album tersebut
ia menyanyikan lagu "Sayang Ku Sayang."
(Relieve/o)
|