Rumah Adat Karo

Beri Komentar & Saran Anda Tentang Halaman Ini

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

40 Tokoh Masyarakat karo Berdialog Serial "Arih-Arih Muat Simehuli" di Medan

Dikutip dari Harian SIB, 11 April 2001

Medan (SIB) 

Dialog Serial "Arih-arih Muat Simehuli Nandangi Kalak Karo" yang diprakarsai Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Merga Silima (DPP PMS), Minggu (8/4) di Sumatera Village Medan, mendapat sambutan positif dari para pakar dan tokoh masyarakat Karo, yang ditandai dengan kehadiran sekitar 40 orang dari 50 tokoh masyarakat Karo yang diundang, terdiri dari kalangan birokrat, akademis, politisi dan pengusaha.

Diskusi diawali dengan paparan yang cukup bernas dari para pengantar diskusi Dr H Meneth Ginting MADE (mantan bupati Karo), Prof Dr Kelin Tarigan dan Drs Robinson Sembiring MSi serta moderator Drs Bengkel Ginting MSi dan Drs Aswan Sembiring MSi. Hampir seluruh peserta dialog seperti H Ali Hanafiah Sitepu, H A Muthalib Sembiring SH, Prof Dr Hemat Brahmana, Ir Gembira Sinuraya MS, Drs Masty Pencawan, Drs Zakaria Bangun, Darwan Prints SH, Drs Tenang Malem Tarigan, Drs FJ Pinem dan lainnya, menyampaikan pokok-pokok pikiran secara terbuka.

Ketua Umum DPP PMS, DR Kena Ukur Surbakti didampingi Sekretaris Umum Drs Sarjani Tarigan kepada wartawan usai dialog menyatakan terima kasih kepada para pakar dan tokoh masyarakat Karo yang berkenan hadir pada acara ini. "Para pakar dan tokoh masyarakat tersebut telah banyak memberikan pemikiran yang semuanya bertujuan satu yakni untuk membangun bangsa, khususnya masyarakat Karo. Dengan start awal yang cukup baik ini, PMS merasa puas," tuturnya.

Koordinator Panitia Pelaksana, Drs Bengkel Ginting MSi, didampingi unsur panitia lainnya Drs Aswan Sembiring MSi, Drs Malem Ukur Ginting, Ir Kamta Gia Meliala, Drs Abdi Sitepu, Drs Alex Perkasa Sitepu dan Bahagia Ginting, juga merasa gembira atas respon yang positif dari para peserta dialog yang memiliki latar belakang profesi berbeda itu. "Para peserta dialog kelihatannya sudah sangat memahami bahwa perlu dibangun suatu organisasi yang punya kharisma, bisa menjembatani dan bisa menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat Karo dalam meningkatkan taraf hidup dan kehidupannya," tuturnya.

Sekretaris Umum DPP PMS Drs Sarjani Tarigan juga mengaku berbagai pokok pikiran yang muncul tersebut sangat representatif dan dialog-dialog seperti ini akan terus dilanjutkan guna merangkum seluruh aspirasi masyarakat Karo guna mengantisipasi otonomi daerah AFTA dan era globalisasi. "Di dalam pemberdayaan masyarakat Karo ini memang harus diawali dengan perekat budaya untuk meningkatkan kualitasnya," ujarnya seraya mengemukakan untuk serial dialog berikutnya akan melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat Karo, termasuk para elit masyarakat di pedesaan seperti tokoh adat, tokoh masyarakat desa dan LSM.

Sementara itu salah seorang steering comitte, OV Bismarck Kaban mengemukakan kegiatan ini merupakan serial yang bertahap dan pada tahap awal ini merupakan identifikasi yang selanjutnya pada tahap ketiga akan melibatkan seluruh komponen masyarakat Karo yang ada di Indonesia. "Dari sudut materi, persoalan inti yang muncul adalah bagaimana pembangunan ke depan agar dapat berbasis kepada kultur, sekaligus diharapkan didapat suatu model partisipasi masyarakat di dalam menatap zamannya guna meningkatkan potensi masyarakat untuk ikut bertanggung jawab dalam rangka pembangunan bangsa, otonomi daerah dan globalisasi," ujarnya. (A12/z1) 

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1