|
Dikutip
dari Harian SIB,
6 September 2001
|
Medan (SIB)
Petugas Polsek Tiga Binanga Pores Tanah Karo, bekerjasama dengan masyarakat setempat, Selasa malam (4/9) sekira pukul 22.30 WIB menangkap Wakil Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk Wilayah V, Gayo Luas, Aceh Tenggara dari tempat persembunyiannya di sebuah rumah penduduk di Desa Gerat, Kecamatan Tiga Binanga.
Tersangka bernama T Mahyudin alias Mahya (29), yang sebelumnya beralamat di Desa Cane Toa Kecamatan Rikit, Kabupaten Aceh Tenggara sejak beberapa bulan lalu telah tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Tenggara, Polda Aceh.
Teuku Mahyudin, yang dilantik menjadi Wakil Panglima GAM Wilyah V, Gayo Luas pada Mei tahun 2000 diduga terlibat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap empat personil Unit Perintis Sabhara (UPS) BKO Polres Aceh Tenggara dan pembunuhan terhadap Kapolsek Trangon Polres Aceh Tenggara.
Kepala Dinas Penerangan Polda Sumut AKBP Drs Amrin Karim mengutip laporan Polres Tanah Karo menyebutkan, selain terlibat dalam kasus pembunuhan kelima anggota Polri tersebut, tersangka juga diduga kuat terlibat dalam kasus pemerasan terhadap sejumlah pengusaha, hasil pemerasan tersebut dipergunakan untuk membiayai pergerakan atau perlawanan GAM/GSA (Gerakan Seperatis Aceh) terhadap pemerintah RI.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka yang mempunyai 50 orang pasukan itu juga mengaku mempunyai beberapa pucuk senjata api jenis FN serta amunisi, yang ditanam di belakang rumahnya di Desa Cane Toa.
Disebutkan, penangkapan tersebut berhasil dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang mencurigai kehadiran pria asal Aceh tersebut di rumah seorang penduduk berinitial TS. Kecurigaan masyarakat disampaikan kepada pihak kepolisian setempat, yang kemudian bekerjasama dengan masyarakat menggerebek tempat persembunyian sang Wakil Panglima. Tanpa mengalami kesulitan, massa dan Polri berhasil meringkus tersangka.
Setelah diperiksa, ternyata pria itu adalah Wakil Panglima GAM Wilayah V, Gayo Luas, yang telah lama buron. AKBP Amrin Karim mengatakan, karena tempat kejadian perkara yang dilakukan tersangka berada di wilayah Aceh Tenggara, Polda Aceh maka yang bersangkutan dikirim ke Polda Aceh.
Tersangka diterima oleh Tim Polres Aceh Tenggara yang dipimpin Iptu Pol Zaharuddin SPd, selaku Kasat IPP Polres Aceh Tenggara, Rabu subuh (5/9) sekira pukul 05.00 WIB.
"Bangunkan" Aparat Reserse
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Ansyaad Mbai, Rabu siang (5/9) mencek kesiapan sejumlah aparat Reserse dari Poldasu, Poltabes Medan, Polres Langkat dan Polres Deli Serdang, di halaman Upacara Mapoldasu. Selain mengecek kesiapan personil, Kapoldasu yang disaksikan para pejabat teras Poldasu juga mengecek alat komunikasi, kendaraan dan senjata api yang digunakan. Kapoldasu memberikan saran dan masukan kepada para personilnya dalam bertugas di lapangan.
Seusai memimpin pengecekan tersebut, Kapoldasu yang ditemui wartawan mengatakan, kegiatan itu adalah untuk menyegarkan atau "membangunkan" mereka agar lebih meningkatkan sinerginya dari pada hari-hari lalu yang sebenarnya telah bagus. Selain itu, katanya, pihaknya ingin agar kerja aparat reserse dan intelijen lebih terpola dan sistematis serta terorganisir dengan baik.
Kapoldasu juga mengakui pengecekan itu antara lain dilaksanakan karena, adanya indikasi peningkatan kasus-kasus kejahatan baik kualitas maupun kuantitas, seperti penodongan, perampokan dengan menggunakan senjata api serta penganiayaan.
"Sebenarnya ini merupakan kasus yang telah biasa, namun kita perlu menyegarkan, membangunkan mereka agar lebih bersinergi, terpola dan cara kerjanya sistematis," kata Kapoldasu.
"Kita juga ingin menguasai titik-titik rawan kejahatan di lapangan serta memonitor segala bentuk gangguan yang muncul di lapangan itu," katanya.
Sementara itu, Kadispen Poldasu AKBP Amrin Karim membantah anggapan bahwa aparat Reserse Polisi terutama Poltabes Medan dalam beberapa waktu belakangan seperti "tertidur" sehingga Kapoldasu perlu "membangunkannya".
"Kerja mereka cukup bagus dan hasil-hasil tangkapan mereka juga cukup banyak," kata Amrin Karim.
Kendati kerja mereka cukup bagus, Kapoldasu merasa perlu untuk mendorong mereka agar bekerja lebih giat lagi, kata Amrin Karim.
(A11/m)
|