|
Medan (SIB)
Dana OECF Jepang dari pusat melalui DIP APBN (Suplemen) Ta. 1998/1999 sebesar Rp38.481. 943.000 untuk Sumut kegiatannya telah dialokasikan di 10 Kabupaten, masing-masing Deliserdang, Karo, Langkat, Simalungun, Labuhan Batu, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Tapanuli Tengah.
Menjawab pertanyaan SIB yang diajukan melalui Humas Kantor Gubsu Rabu (28/2), Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumut Kamis (1/3), ditandatangani Kepala Bagian Tata Usaha Ir Abdul Muis Nasution, menjelaskan realisasi fisik dari pelaksanaan kegiatan tersebut telah dilaksanakan 100 persen.
Kegiatan yang dilaksanakan mencakup rehabilitasi jaringan pengairan tingkat usaha tani seluas 15.547 hektar meliputi 10 kabupaten, pembuatan jalan usaha tani sepanjang 143.263 meter juga di 10 kabupaten, penambahan debit air melalui penyediaan pompa air sebanyak 406 unit, percepatan pengolahan tanah melalui penyediaan hand tractor sebanyak 390 unit.
Dana tersebut, katanya, juga dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu hasil dan mengurangi kerugian pasca panen dengan pengadaan power threser sebanyak 330 unit dan Rice Milling Unit (RMU) sebanyak 110 unit. Alat-alat mesin pertanian (Alsintan) tersebut tersebar di 10 kabupaten, 53 kecamatan, 232 desa yang dikelola oleh Usaha Pelayan Jasa Alsin (UPJA) sebanyak 270 orang Manager yang diangkat dari kelompok tani.
Selain itu, digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana kelembagaan pertanian yang meliputi Balai Benih Induk/Pembantu, Laboratorium Benih, Laboratorium Hama dan Penyakit, Balai Informasi Pertanian, Gudang Alsin dan Laboratorium Kultur Jaringan.
(C12/e)
|