Rumah Adat Karo

Beri Komentar & Saran Anda Tentang Halaman Ini

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Harga Kol Anjlok Rp.200,-/Kg, Petani Karo Mengeluh

Dikutip dari Harian SIB, 03 Mei 2001

Medan (SIB)

Petani sayur-mayur, khususnya petani kol belakangan ini mengeluh lagi akibat harga pasar kol di Tanah Karo anjlok mencapai Rp.200,- per kilogram, padahal modal per pohon mencapai Rp.700,- termasuk pupuk, pestisida dan upah pekerja.

Radjin Ginting, salah seorang petani di Desa Jaranguda Kecamatan Berastagi mengaku rugi puluhan juta rupiah akibat anjloknya harga kol tersebut.

Kepada SIB, Rabu (2/5) di Medan, Ginting mengeluhkan nasibnya karena tidak ada harapan pulang modal. "Sekilo pe la kutiga, nak," katanya dalam bahasa Karo, yang artinya sekilo pun tak laku kol yang ditanamnya.

Lebih menyesalkan dia, kol yang "tidak" laku itu tidak dapat digunakan untuk keperluan lain. Kalau seandainya yang ditanamnya itu sayur putih, katanya, mungkin masih dapat digunakan untuk bahan paku pupuk.

Dengan menunggu selama 3,5 bulan sampai menjelang panen jantungnya berdebar, harap-harap cemas dengan kondisi harga sekarang. Padahal tanaman kolnya seluas sekitar satu hektar tinggal beberapa hari lagi akan dipanen.

Hanya itulah harapanku setelah selama ini absen bertani karena trauma bangkrut pada masa kemarau lalu katanya. (C1/p)

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1