Rumah Adat Karo

Komentar & Saran
Kirim ke:
[email protected]

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Batak Museum Raya Berastagi
Berisi 704 Benda Bersejarah Tinggal Kenangan

Dikutip dari Harian SIB, 03 Maret 2001

Berastagi (SIB) 

Kekecewaan Andrej NW, wisatawan Polandia yang tidak menemukan museum di Tanah Karo (SIB 14/2) sedikit banyak menggerakkan hati saya untuk menanggapinya dengan mengetengahkan beberapa fakta sejarah. 

Kurang lebih tiga perempat abad yang lalu Tanah Karo telah pun memiliki sebuah museum dengan nama Batak Museum, berlokasi di Raya, 5 km dari Berastagi di pinggir jalan raya menuju Kabanjahe. Didirikan atas prakarsa Lembaga Bataksch Instituut Leiden, Negri Belanda dengan Zending dan Pemerintah di daerah ini sebagai mitra usahanya (1923). Menurut katalogusnya dalam museum itu terdapat 704 barang-barang ataupun benda-benda (items) yang mempunyai nilai sejarah. Koleksi ini meliputi semua aspeek kehidupan masyarakat Karo sehari-hari. Mulai dari arsitektur rumah adat, peralatan rumah tangga (jabu), geriten (rumah-rumah untuk menyimpan tengkorak-tengkorak dari kerabat yang telah meninggal), sapo page (sejenis gudang untuk menyimpan padi), jambur, alat-alat pertanian, kesenian dan sastera termasuk pustaka dan bilang-bilang, perahu pekualuh dari merga Sembiring singombak, dll.

Bahwa Batak Museum tersebut telah tersohor sampai ke luar negeri terbukti dari uraian singkat dimuat oleh panduan-panduan pariwisata (reisgidsen) antara lain Van Stockum's Traveller's Handbook For The Dutch East Indies by SA Reitsma, The Hague 1930: Excursions from Brastagi, amongst others ....4th. To the Batak Museum, at 5 km distance from Brastagi, on the road to Kaban Djahe. The catalogue may be obtained at the Hotel Brastagi (Ekskursi dari Brastagi, antara lain ...ke 4: Ke Batak Museum, jaraknya 5 km dari Berastagi, di pinggir jalan ke Kabanjahe. Katalogusnya dapat diperoleh di Hotel Berastagi). Dalam daftar Instituten dari Geillustreerde Encyclopaedie van Ned Indie oleh GFE Gonggrijp (1934) tertulis: II Het Batak-Institut te Leiden, waartoe behoort het. Batak Museum te Raya bij Brastagi, Gouvernement Oostkust van Sumatra (II. Lembaga Batak Instituut di Leiden, yang memiliki Batak Museum di Raya dekat Berastagi, Gubernemen Sumatera Timur).

Boleh dibilang, sampai 1940 museum di Raya itu adalah satu-satunya museum di daerah ini. Kalau tidak salah pada tahun itu juga atas inisiatip Dr P Voorhoeve seorang pakar bahasa (philologist) Simalungun dan Komite Na Ra Marpojah Simalungun didirikan Museum Simalungun di Pematangsiantar yang sampai sekarang berfungsi dalam keadaan utuh.

Bagaimana nasib museum Raya beserta inventarisnya semasa pendudukan tentara Jepang dan sesudahnya tidak dapat ditelusuri berhubung pada masa itu saya bekerja di luar daerah ini. Waktu saya kembali kemari menjelang akhir 1948 saya lihat semua sudah rata dengan tanah.

Dengan SK Gubernur Sum Utara 15-11-1971 No 525/XVIII/SU dibentuk Badan Pengembangan Pariwisata Sum Utara diketuai oleh Gubernur Muda Bapak Djamaludin Tambunan. Diantara para anggotanya terdapat (alm) Dr TD Pardede, (alm) Moh Said dari Harian Waspada, (alm) Tuanku Sultan Deli dan Ex Officio, saya sendiri mewakili Dinas Kehutanan Sum Utara. Dalam salah satu rapat pernah saya usulkan dalam rangka promosi turisme di daerah ini agar (1) dibangun kembali satu gedung museum sebagai pengganti museum Raya, (2) lokasinya di kota Berastagi, (3) sediakan dana/anggaran untuk membeli barang-barang antik atau/dan mempunyai nilai sejarah/budaya dan (4) mendidik seorang curator (baca kurator) museum. Minimal ia harus bisa menguasai bahasa Inggeris dan dapat menguraikan riwayat dan asal mula setiap benda, termasuk kegunaannya.

Sesudah Badan Pengembangan Pariwisata (BAPPERDA) itu bubar dan terbentuknya Dinas Pariwisata Sum Utara saya tidak mengikuti perkembangan selanjutnya. Yang saya lihat kemudian sekitar tahun 1973/'74 di Raya, di atas pekarangan museum yang telah musnah berdiri rumah adat Karo tanpa isi atau penghuni dan apa tujuannya tidak ada satu orangpun mengetahuinya termasuk Pemdanya". (g)

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1