Rumah Adat Karo

Beri Komentar & Saran Anda Tentang Halaman Ini

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Akibat Maraknya Peredaran Pupuk Palsu
Produk Sayur Mayur dari Karo Terancam Hancur, Struktur Tanah Rusak 

Dikutip dari Harian SIB, 02 April 2001

Medan (SIB)

Produk sayur mayur dan buah-buahan serta hasil pertanian lainnya dari daerah Tanah Karo dan Simalungun dikuatirkan akan hancur karena kekurangan kadar kandungan hara yang disebabkan gangguan struktur kimia akibat penggunaan pupuk palsu.

Mantan Bupati Karo Ir Meneth Ginting MADE yang juga pakar pertanian di Sumut, mengemukakan struktur tanah pertanian di sebagian besar areal agribisnis daerah Karo telah mengalami kerusakan yang cukup serius karena sudah terlalu sering terimbas zat-zat kimia yang tak sesuai dengan pertumbuhan kandungan air dalam tanah (pH tanah—Red).

"Maraknya peredaran pupuk palsu di Tanah Karo dan daerah sentra pertanian lainnya, sangat rawan terhadap mutu produk dan sayur-mayur dari Karo bisa-bisa akan hancur karena struktur tanahnya juga sudah rusak," ungkap Meneth Ginting kepada SIB di Medan, Sabtu (31/3).

Dia mengemukakan hal itu di sela-sela acara Seminar Sehari Perspektif Dunia Usaha Dalam Era Otonomi Daerah di Hotel Emeral Gardenia Medan. Acara yang menampilkan pembicara ekonomi terkemuka Dr Syahrir dan Sumito Maskun itu antara lain dihadiri sejumlah pakar pertanian dan perkebunan seperti Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Ir Derom Bangun, Ir MPL Tobing yang juga Rektor Universitas Sisingamangaraja XII, Wakil Ketua Asosiasi Petani Hortikultura Indonesia (APHI) Ir Budi Mulia Barus, pengusaha asal Tanah Karo Ir Sanusi Surbakti, dll.

Meneth Ginting juga berbicara sehubungan terungkapnya kembali praktek peredaran pupuk palsu hingga mencapai 140 ton di dua daerah sentra pertanian, yaitu Simalungun dan Tanah Karo dalam sepekan ini (SIB 31/3). Peredaran pupuk palsu ini, menurut kalangan mitra petani dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bumi Lestari, diyakini melibatkan sedikitnya empat perusahaan produsen dan distributor pupuk terkemuka di Medan saat ini.

Sehingga, menurut Meneth, pihak instansi terkait di daerah ini hendaknya segera membentuk badan atau tim khusus untuk memantau sekaligus mencegah peredaran pupuk palsu itu. Badan khusus itu, katanya, diharapkan dapat membuka jaringan sindikat bisnis pupuk palsu yang telah merugikan banyak petani di samping merusak pasaran pupuk standar di daerah ini.

Selama ini, lanjut dia, kalangan petani terutama di Tanah Karo mengeluh terus karena banyak areal yang tidak produktif lagi akibat kerusakan struktur tanah, baik karena dampak ketidakseimbangan unsur Natrium Clorida (NaC1) yang terkandung pada pupuk-pupuk palsu, maupun akibat ‘masa lapisan’ terhadap tanah yang cenderung terus menerus.

"Secara jangka pendek, produk tanaman atau sayur-mayur itu akan rusak dengan kualitas yang menurun tingkat kesegaran maupun daya tahannya walaupun sesaat tampak tanah itu jadi subur. Tapi, secara jangka panjang juga, tanah jadi rusak, produk sayur mayurnya akan hancur. Jadi rugi dua kali," ujar Meneth prihatin. (A14/e) 

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1