|
T.Karo
(Berita)
Menyikapi kenyataan yang terjadi pada hari ini telihat peletakan batu pertama pembangunan prasasti Karo guna menghadiri peletakan batu pertama pembangunan prasasti (Monumen) Bung Karno serta pemugaran gedung tempat pengasingan pencetus kemerdekaan negeri ini berarti, 'Rakyat Karo masih konsisten dengan ajaran Bung Karno,' ungkap anak bungsu Proklamator RI, Guruh Soekarnoputra, Minggu (10/6).
Guruh Soekarnoputra yang menyampaikan sambutan tanpa menggunakan konsep itu juga menyatakan dia sangat bangga dengan keberadaan tersebut dan haru tanpa sadar sempat meneteskan air mata melihat betapa cintanya rakyat Karo dengan Bung Karno yang menunjukkan inisiatif serta kepedulian guna melaksanakan pembangunan 'Monumen Bung Karno' sekaligus untuk pemugaran gedung bekas tempat pengasingan Sang Proklamator bersama dua rekannya yakni ' Haji Agus Salim dan Sultan Syahril oleh Belanda sekitar tahun 1948 lalu.
Hal tersebut dinyatakan 'Guruh Soekarnoputra' ketika menyampaikan sambutan singkatnya sekaitan dengan acara seabad kelahiran Bung Karno dan peletakan batu pertama pembangunan Monumen 'Bung Karno' sekaligus pemugaran terhadap rumah tempat pengasingan orang perta ma pencetus Kemerdekaan RI itu di Desa
Lau Gumba, Sempa Jaya Berastagi Sumatera Utara.
Menurut anak bungsu Proklamator RI itu, ayahnya pernah berpesan,' Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,
'dan jangan sekalikali meninggalkan sejarah' ungkapnya seraya menerangkan , hingga saat ini rakyat Karo masih memegang teguh ajaran Bung Karno yang ditandai dengan kepedulian rakyat disini untuk membangun sebuah Monumen pencetusabn kemerdekaan negeri ini.
Ketika menyampaikan sambutannya, Bupati Karo 'Sinar Peranginangin' yang juga selaku ketua panitia pembangunan Monumen serta pemuga ran rumah bekas tempat pengasingan Bung Karno bersama dua orang rekannya itu Bupati menerangkan bahwa dilakukannya kegiatan dimaksud berkat inisiatif seluruh masyarkat dicetuskan oleh Prof Dr H Alinafiah Sitepu bersma ketua DPRD Sumatera Utara, H Ahmad Azhari yang selanjutnya menghubungi Wapres, Megawati Soekarnoputri di Jakarta dan mendapat persetujuan.
Kenyataan itu dapat respon dari Pemkab Karo dengan membentuk panitia di Hotel Danau Toba sekaligus mencari datadata sejarah akurat dan
objektif guna dijadikan sebagai acuan untuk pelaksanaan pembangunannya. Lebih jauh Bupati Karo, Sinar Peranginangin mengatakan Bung Karno adalah Proklamator, pemimpin rakyat sekaligus pendiri negeri terc inta ini, jiwa 'Heroik' Bung Karno terobsesi bagi masyarakat Karo mengusir penjajah ungkap Sinar Peranginangin dengan memaparkan sebuah kenangan bahwa di Indonesia cuma ada dua Makam Pahlawan diantaranya di Kabanjahe serta Surabaya sebagai tempat dikuburnya para pahlawan pejuang kemerdekaan.
Masyarakat Karo ungkap Sinar Peranginangin melanjutkan sangat bangga dengan pelaksana pemugaran rumah bersejarah tersebut, karena hal ini merupakan bukti dimana di Kabupaten Karo pernah seorang pemimpin besar dan sebagai pencetus kemerdekaan diasingkan oleh Belanda.
Karena untuk mewujudkan rasa bangga dimaksud Pemkab Karo untuk masa akan datang akan mengabaikan nama besar Bung Karno dengan nama, ' Yayasan Bung Karno, sebagai tempat para pelajar, mahasiswa demi pemngetahuan tentang ajaran sang Proklamator untuk memerdekaan Re buplik Indonesia.
Pantauan Berita dilapangan menyebutkan dalam sambutan sebelumnya juga disampaikan Ketua DPRD Karo, 'Bon Putra' sedangkan acara awal telah pula dilakukan kegiatan peletakan batu pertama dilakukan, putra bungsu Bung Karno ' Guruh Soekarnoputra ' mewakili keluarga proklamator yang diikuti Ketua Panitia Haul Bung Karno seabad wilyah Sumut, ' DR Rudolf Pardede' selanjutnya para petinggi (Muspida) Kabupaten Karo.
Hingga Berita ini diturunkan usai acara rombongan sang putra Proklamator mengarah ke Kota Kabanjahe yang berjarak lebih kurang 11 Km dari kota turis Berastagi untuk istirahat makan siang serta melakukan 'Ekpose' dengan rekan Pers dari berbagai media cetak maupun elektronik lokal serta dari Jakarta.
(astar/ss)
|