|
Dikutip
dari Harian Analisa,
29 Desember 2001 |
Kabanjahe, (Analisa)
Kalangan masyarakat peduli perjuangan bangsa kota turis Berastagi khususnya, Tanah Karo Simalem umumnya merasa kesal karena papan reklame salah satu perusahaan dipajangkan pemiliknya persis di depan bangunan empat geriten (beratap ijuk berlantai papan).
Tugu kenangan masa perang kemderdekaan tempo doeloe di kota turis Berastagi terhalang dari pandangan saat pengunjung memasuki kota dari arah Medan.
Rasa kesal dan sebal tersebut disampaikan oleh salah seorang tokoh pendidik BB Ginting (64) yang telah pensiun empat tahun lalu kepada Analisa, Senin (24/12) sore saat minum bandrek di pasar kaget depan tugu perjuangan tersebut.
Saya tidak habis pikir, kenapa Pemkab Karo mengizinkan pemajangan papan reklame tersebut jadi penutup pandangan ke arah tugu perjuangan yang dibangun di masa kepemimpinan Bupati Tampak Sebayang itu.
Betapa asrinya kota turis kita ini, seandainya papan reklame itu tidak menjadi penghalang bagi pandangan mata setiap pengunjung yang datang dari arah Medan, tambah pensiunan guru tersebut.
Mengkonfirmasikan rasa kesal dan sebal akibat terhalangnya melihat tugu perjuangan dan bangunan geriten/tradisional tersebut, Kabag Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Pemkab Karo Drs. Sinarta Jaya Sembiring Rabu (26/12) tidak berhasil ditemui Analisa.
Pak Sembiring terlambat masuk kemungkinan ia masuk gereja untuk Natal, kata salah seorang staf Kabag Dalbang, singkat.
(ps)
|