|
Kabanjahe,
(Analisa)
14 Hari setelah menerima caturwulan ke-II bagi siswa SMU dan SLTP di Kabupaten Karo, tepatnya Sabtu (24/3) baru terungkap soal ujian sumatif "made in" Kandep Diknas Kabupaten Karo tidak potensial serta tidak sesuai dengan kurikulum menyebabkan para Kepala sekolah negeri dan siswanya kecewa.
Kepala Sekolah
SLTPN-2, Kabanjahe, M. Tarigan, BA yang ditemui wartawan di ruang kerjanya membenarkan, soal-soal ujian sumatif khusus bidang studi yang diebtanaskan (enam bidang studi SLTP, tujuh SMU dibuat oleh Kakandep Diknas Kabupaten Karo bersama stafnya. Pada saat ujian sumatif berlangsung, sejumlah murid mempertanyakan ketidak absahan soal-soal karena sebagian diambil dari soal-soal caturwulan-I dan dari pokok bahasan caturwulan
ke-III yang belum diajarkan.
Soal ujian sumatif untuk caturwulan ke-II tersebtu digunakan oleh seluruh siswa
SLMU, SLTP negeri se Kabupaten Karo yang menurut penjelasan terdahulu lembar jawabannya akan diperiksa melalui komputer di Medan, tambah Tarigan yang juga dibenarkan para guru di SLTPN-1 Kabanjahe secara terpisah.
Menjawab pertanyaan Kepsek
SLTPN-2 itu mengatakan, setiap murid diharuskan membayar biaya ujian Rp. 6.500,- untuk pengadaan
soal ke-6 bidang studi yang turut diebtanaskan serta biaya-biaya pemeriksaan lewat komputer.
Seorang guru SLMU-2
Kaanjahe yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, soal ujian sumatif yang dibuat Kakandep Diknas Kabupaten Karo itu kami protes dan secara tertulis Kepsek kami seusai ujian sumatif menyatakan keberatan atas soal-soal yang seharusnya diajarkan pada caturwulan ke-III ini, tambahnya.
Mendapat keterangan tentang tidak potensialnya soal buatan Kandep Diknas, Kakandep Diknas, Drs. Kasman Sembiring tidak berhasil dikonfirmasi, karena hari Sabtu libur.
(ps)
|