Rumah Adat Karo

Beri Komentar & Saran Anda Tentang Halaman Ini

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Dipugar Rumah Pengasingan Bung Karno di Brastagi

Dikutip dari Harian Analisa, 27 Maret 2001

Medan, (Analisa)

Sebuah rumah bangunan kayu beratapkan seng di kota wisata Brastagi, kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang pernah dijadikan tempat pengasingan Bung Karno, akhir Desember 1948, segera dipugar sebagai upaya ungkapan terimakasih dan penghargaan rakyat daerah itu terhadap tokoh proklamator RI.

Pemugaran tersebut akan dilakasanakan oleh satu panitia diketuai oleh Sinar Parangin-Angin, yang baru menjabat bupati Kabupaten Karo sebulan lalu, sementara pembentukan kepanitiannya dihadiri oleh Kasdam I/BB, Brigjen TNI H. Asril H. Tanjung, di hotel Danau Toba, Medan, Kamis (22/3).

Rumah terletak di atas areal sekitar 300 m2 di Jalan. Sempurna, belakang hotel Bukit Kubu, Brastagi, sekitar 65 km dari pusat kota Medan itu, pernah didiami selama empat hari (22-26 Desember 1948) oleh Bung Karno, Hatta, H. Agus Salim dan Sutan Sjahrir.

Sinar Parangin-Angin, menyebutkan, semula Bung Karno bersama tiga teman seperjuangannya itu di "simpan" di tepi Danau Toba oleh Belanda, namun sebelum dibuang ke wilayah Sumatera bagian selatan, mereka "diistirahatkan" di kota Brastagi.

"Kita tidak tahu skanario apa yang dilakukan Belanda waktu itu yang membawa lari Bung Karno bersama tiga teman seperjuangannya melalui Prapat-Brastagi, yakni jalur grilya perjuangan rakyat di daerah ini," ucap Parangin-Angin.

Tidak dijelaskan jumlah dana yang dibutuhkan untuk pemugaran rumah yang selama ini dijadikan Rumah Tamu Pemda Tingkat I Provinsi Sumatera Utara itu, namun ia berharap pelaksanaannya selesai Mei 2001, dan dijadualkan akan diresmikan Wapres Megawati Soekarnoputri.

Pemugaran itu juga didasari oleh dokumen yang ada, dikirim oleh seorang mantan serdadu Belanda di daerah itu, L. Vossers, beralamat, JHR V Citterpl 27, 1442 Purmerend-Holand, berupa dua lembar foto Bung karno bersama tiga teman seperjuangannya serta dua serdadu Belanda di depan rumah pengasingan tersebut.

Foto dokumentasi yang bernilai sejarah itu dikirim oleh L. Vossers, kepada seorang warga kota Brastagi, Sam Penthonius Maliala, penduduk Jalan. Vetran 25 Brastagi, tertanggal 25 November 1992, setelah mantan serdadu Belanda itu berwisata ke Brastagi.

Sekretaris panitia, Dr. H. Alianafiah Sitepu, menyebutkan, selain pemugaran, juga akan dibangun relif jalur grilya Prapat-Brastagi dan satu patung "one action" Bung Karno, guna lebih mendekatkan para pengunjung ke bekas rumah pengasingan mantan pemimpin bangsa Indonesia tersebut.

Dikatakannya, rumah bekas pengasingan Bung Karno tersebut nantinya akan difungsikan sebagai salah satu objek wisata sejarah dan budaya di Brastagi, yakni kota dingin yang menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara di Sumatera Utara. (Ant)

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1