○ El Manik

○ Advent Bangun

○ Adrianus Meliala

 

Ertutur
Buku Tamu
Chatting
Forum

Milis Tanah Karo
Milis Berastagi
Milis Kristen Karo
Milis Permata GBKP

Karo Perspektif
 Karo Berjuang
 Perkembangan Individu
 

Web GBKP (Deutsch)
Web Portal Karo
Web Berastagi
Web Channel #karo Dalnet
Download MP3 Karo

Arsip Berita
Cuaca Kota-kota di Sumut
Daftar Alamat Hotel
Tokoh Masyarakat Karo
Artis-artis Top Karo
PESIKAPI
Acara dan Hiburan

Gallery Takasima


Isi Buku Tamu
Lihat 50 Tamu Terakhir
Arsip Buku Tamu 1
Arsip Buku Tamu 2
Arsip Tamu s/d Mei 2001 
Arsip Tamu s/d Juli 2001
Arsip Tamu s/d Sept 2001

Home | Index Berita | Forum | Chat | Ertutur | Buku Tamu | Saran


 

DPRD Tanah Karo tak Tahu Rencana Bupati
Tebangi Pohon Pinus

Dikutip dari Harian Analisa, 25 Januari 2002

 

Kabanjahe, (Analisa)

 

DPRD Tanah Karo belum mengetahui rencana bupati melakukan penebangan pohon kayu mahoni di hutan produksi kawasan Deleng Sibuaten dan Siosar terletak di wilayah Kecamatan Merek.

Menurut informasi, penebangan pohon kayu jenis pinus yang berusia 35 tahun lebih di hutan produksi itu, dalam upaya Pemkab Tanah Karo meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2002/2003.

Wakil Ketua DPRD Tanah Karo Ngaku Tarigan didampingi Martin Luter G Munthe dari Fraksi Gabungan Reformasi ketika dihubungi wartawan, Kamis (24/1) membenarkan rencana bupati melakukan penebangan pohon kayu sebagai penambah PAD itu, belum diketahui dewan.

Martin Luther G Munthe mengatakan, sebenarnya masih banyak potensi di Tanah Karo Simalem yang dapat digali untuk menambah PAD. Hendaknya jangan sarana penyangga eko sistem pertanian dan debit air ke Danau Toba itu dijadikan sebagai salah satu sumber PAD, katanya.

Kawasan hutan produkdi di Deleng Sibuaten dan Siosar Kecamatan Merek, luasnya mencapai 6000 hektar yang ditanami pinus sekitar tahun 1962 dan 1963. Diperoleh keterangan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tanah Karo, dipersiapkan ribuan bibit kayu ingul dan sengon yang kelak dijadikan sebagai tanaman pengganti di kawasan hutan produksi Deleng Sibuaten dan Siosar itu.

BERDAMPAK

Mengenai perambahan hutan yang berdampak negatif dan timbulnya banjir melanda Medan, kedua anggota dewan ini sependapat bila ada oknum DPRD yang membekingnya harus diusut tuntas.

"Orang ribut masalah perambahan hutan, tapi tidak ada seorang pun yang bicara betapa bahayanya perusakan lingkungan di kawasan Sibayak II atau lebih dikenal Tahuran Bukit Barisan," kata Martin Luter.

Jangankan hutan yang dirambah (di atas Bandar Baru arah ke Berastagi), malah kaki pegunungan pun digali/diratan yang jelas membawa dampak negatif di kemudian hari, tambahnya. (ps)



© 2002 Sibayak Web Development, Inc.

Tanah Karo Simalem Home Page
 
Hosted by www.Geocities.ws

1