|
Medan
(Analisa)
SMU Plus Persada Nusantara Tanah Karo yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2001/2002 akan melakukan seleksi siswa secara ketat. Sistem penyaringan siswa meliputi, prestasinya berdasarkan nilai ujian sejak kelas I-III SMP dan Nilai Ebtanas Murni (NEM).
Setelah itu baru dilakukan ujian penerimaan yang sangat ketat, dan lembar jawabannya akan diperiksa dengan sistem komputerisasi Optical Mark Reader (OMR) yang sepenuhnya dilakukan BT/BS Bima Medan.
Demikian penjelasan disampaikan Ketua Umum Yayasan Persada Nusantara Drs. Purnama Munthe, SH didampingi fungsionaris yayasan lainnya seperti dr. Robert Valentino, Roy Fachraby Ginting, SH, Drs. Layari Sinukaban, MBA dan Drs. Ngasup Karo-karo Sitepu kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/2).
Drs. Purnama Munthe, SH yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menjelaskan, pendirian SMU Plus Persada Nusantara Tanah Karo bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader generasi muda yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal, berprestasi, berilmu, beriman dan siap pakai.
Untuk itu lanjutnya, SMU Plus Persada Nusantara akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan canggih seperti laboratorium komputer, bahasa Inggris dan sarana praktek siswa lainnya termasuk perpustakaan, sarana olahraga seperti lapangan sepakbola, basket dan sebagainya.
Diungkapkannya, pembangunan SMU Plus tersebut menghabiskan dana Rp.5 Milyar yang sumbernya berasal dari bantuan dan partisipasi masyarakat yang peduli dengan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan nasional. Untuk tahap awal ujarnya, pada malam pelantikan pengurus yayasan 2 Maret 2001 yang akan datang dilakukan malam dana untuk mengumpulkan dana.
Pada tahun ajaran 2001/2002 ini katanya, SMU Plus Persada Nusantara Tanah Karo yang berlokasi di Dusun Sibintun Desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat akan menerima siswa sebanyak 200 orang dari 13 kecamatan se-Tanah Karo yang terdiri dari siswa Plus A 40 siswa, Plus B 40 siswa dan Plus C 120 siswa.
(rrs)
|