Rumah Adat Karo

Beri Komentar & Saran Anda Tentang Halaman Ini

Ke halaman depanTentang KamiLayanan KamiHubungi KamiEmail GratisRuang NgobrolMilis TanahkaroDownload ProgramLinks

 

Selama 40 Tahun Terakhir Kabanjahe Kekurangan Air Minum

Dikutip dari Harian Analisa, 16 Juni 2001

Kabanjahe (Analisa)

Bupati Karo Sinar Peranginangin mengatakan, sejak duduk dibangku SMAN (SMUN 1 sekarang) 40 tahun lalu Kota Kabanjahe sebagai ibukota Kabupaten Karo, kekurangan air minum/bersih sampai sekarang.

Sesuai keadaan alam dataran tinggi ini, Kota Kabanjahe sekitarnya bila musim hujan debet air pada semua mata air 30 sampai 40 persen mengalami kenaikan sebaliknya musim kemarau panjang debit air turun 50 sampai 70 persen.

Turun drastisnya debet air pada musim kemarau itu tidak terlepas dari maraknya perambahan hutan/merusak lingkungan yang sampai sekarang masih ada walau tidak separah masa lalu tegas Bupati Sinar tanpa merinci.

Penegasan itu disampaikan bupati dalam sambutannya seusai melantik ke 62 orang pejabat teras jajaran Pemkab Karo (lima eselon II-b selebihnya eselon III-a) ditambah tiga pejabat ini pada Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) Tirtamalem Kabupaten Karo Selasa (12/6) di Pendopo rumah dinas Bupati Jalan Veteran Kabanjahe.

Sumber/mata air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Kota Kabanjahe cukup memadai, seperti Lau Melas, Peceran, Lau Bawang, dan Lau Berneh sumber mata air utama pengisi water-leding pertama di Kabanjahe.

LAU MELAS

Dari Lau Melas, Peceran debet airnya delapan liter perdetik, namun water leding kedua tidak kunjung penuh karena para petani yang ladangnya dilewati pemasangan pipa air tega membocorkan pipa guna memenuhi keperluan pertaniannya.

Jelas hal itu meungkin berkelanjutan akibat kurang profesional para pejabat terkait, khususnya para pengelola PDAM Tritamalem kata Bupati Sinar secaa terbuka.

Untuk mengatasi kekurangan air minum/bersih tersebut ke empat mata/sumber air itu suDah cukup asal dikelola dengan sungguh-sungguh tanpa Lau Kite-kite yang menelan biaya sekitar Rp 7 milyar itu tambah Bupati Sinar sembari bertanya apa dan mengapa proyek tersebut sampai tidak berfungsi.

Khusus kepada ke tiga pejabat inti PDAM Tirtamalem yang baru di lantik termasuk seluruh stafnya, agar tugas yang diemban dapat ditekuni dengan kemauan keras. Ketiga pejabat tersebut masing-masing Drs. Daniel P. Sinurat sebagai Dirut PDAM Tirtamalem yang baru, sebelumnya Pemeriksa pada Irwilkab Karo (PNS Gol.III) menduduki jabatannya Eselon III-b.

Sementara jabatan Pl. Dirum PDAM Tirtamalem bupati percayakan kepada Alex Andrias Sekatendel dan Direktur tehnik Jonara Tarigan, SE yang keduanya bukan PNS dengan Eselon disamakan dengan Eselon IV-a.

Pl. Dirum tersebut sebelumnya Kepala Unit IKK Barusjahe, sedang Direktur Tehnik tadinya Kepala Unit IKK Juhar pada PADM Tirtamalem Kabupaten Karo. (ps)

Copyright ©2001 Sibayak.Org
Tanah Karo Simalem Home Page

Hosted by www.Geocities.ws

1