|
Dikutip
dari Harian Analisa,
16 Januari 2002 |
Medan, (Analisa)
Empat anggota keluarga terdiri dari cucu, makcik dan nenek penduduk Medan, diculik sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat menikmati Tahun Baru di Berastagi, Tanah Karo.
Keempatnya masing-masing Christina alias Phing Phing (13) putri dari pasangan Ciu Sie Liang (38) dan A Hui (35) penduduk Jalan Sutomo Ujung Gang G, makciknya Chin Chin (29) serta dua nenek Lim Ju Mi (6l) dan Lim Ju Kiok, diketahui menghilang sejak 4 Januari 2002.
Mereka menurut saksi mata diculik sekelompok orang tak dikenal begitu keluar dari sebuah hotel di Berastagi setelah menginap selama 4 hari di sana dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru 2002.
Salah seorang paman korban kepada wartawan Selasa (15/1) siang mengungkapkan, kepergian Phing Phing bersama makcik dan kedua neneknya itu tanpa sepengetahuan keluarga.
Dikatakan, pada 31 Desember 2001, Phing Phing dititipkan kepada neneknya Lim Ju Mi yang bertempat tinggal di Jalan Karantina Gang Dwikora Medan, karena kedua orangtuanya pergi ke Parapat untuk menyambut Tahun Baru 2002 di kota turis itu.
Tak berapa lama datang Chin Chin mengajak Phing Phing dan kedua neneknya untuk pergi ke Berastagi, dengan tujuan yang sama menikmati suasana pergantian tahun di kota bunga kebanggaan warga Tanah Karo tersebut.
Semula Phing Phing yang merupakan siswi SLTP swasta Methodist 3 Jalan Perintis Kemerdekaan Medan ini, agak ragu menerima tawaran makciknya tadi karena sudah diperingatkan kedua orang tuanya agar tidak pergi ke mana-mana sampai mereka pulang dari Parapat.
CARTER MOBIL
Tapi atas kelihaian Chin Chin membujuk ditambah lagi kedua neneknya setuju ikut serta, akhirnya Phing Phing berubah sikap dan hari itu juga mereka berempat berangkat ke Berastasi dengan mencarter mobil Opel Blazer dari salah satu rental.
Sesampainya di Berastagi, mereka menginap di sebuah hotel dan sampai 4 Januari 2002 masih berada di sana. Hal itu diketahui karena Chin Chin sempat menghubungi keluarga Phing Phing di Jalan Sutomo Ujung melalui handphone menyatakan paling lambat mereka sudah tiba kembali di Medan, Jumat (4/1) sore.
Namun ditunggu-tunggu beberapa hari, mereka belum kembali juga ke Medan membuat pihak keluarga menjadi kebingungan. Apalagi kemudian diterima kabar sudah diculik sekelompok OTK begitu keluar dari hotel, tapi motif penculikan sejauh ini belum jelas diketahui.
A Hui, ibu kandung Phing Phing dan seluruh anggota keluarga yang lain sangat terpukul sekali atas kejadian penculikan ini. Terlebih-lebih sudah lebih 10 hari pihak penculik belum juga melakukan kontak.
"Kalau memang para penculik membutuhkan uang tebusan, kami bersedia mengusahakan pengadaannya, yang penting putri saya bersama kedua nenek dan makciknya bisa pulang dengan selamat," ungkap A Hui berlinang air mata.
A Hui juga berharap dengan terbitnya berita ini, masyarakat luas dapat memberikan informasi jika mengetahui keberadaan keempat korban yang diculik, baik kepada pihak keluarga atau petugas berwajib terdekat.
Dikatakan, untuk lebih memperkuat penanganan kasus penculikan ini, direncanakan keluarga korban secepatnya membuat pengaduan secara resmi kepada pihak kepolisian. Pengaduan terlambat disampaikan, karena mereka selama ini masih bingung dan trauma menghadapinya.
(fn)
|