|
Dikutip
dari Harian Analisa,
13 November 2001
|
Kabanjahe, (Analisa)
Pembunuh Arus Barus, Boy Iskandar Tarigan warga Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe Tanah Karo yang diserahkan Ketua DPRD Bon Purba, Rabu (7/11) lalu, tewas dalam perjalanan ke RSU Kabanjahe sesuai keterangan petugas RSU itu, Sabtu (10/11) pagi.
Sekujur tubuh Boy yang ditahan di Rutan Polres Tanah Karo penuh dengan luka memar bekas benturan benda tumpul dan tajam hingga tulang rusuknya patah.
Kapolres Tanah Karo, AKBP Drs. Misik Natari yang dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin (12/11) membenarkan tewasnya korban sebagai akibat dianiaya, sesuai dengan visum, hasil autopsi RS Adam Malik Medan yang menyatakan korban tewas akibat benturan/pukulan benda tajam, sehingga jantungnya juga mengalami kerusakan.
KAMAR
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara Boy tewas mengenaskan sebagai akibat penganiayaan secara beramai-ramai, setidaknya 14 orang tahanan yang dimotori oleh LG (28), tahanan yang dilukiskan sebagai bos kamar tahanan.
Kapolres tidak membantah tewasnya pembunuh itu bukan baru pertama kali terjadi di Rutan Polres Tanah Karo itu. Istilah bos kamar tahanan baru diketahuinya setelah Boy tewas dalam perjalanan ke RSU Kabanjahe sekitar pukul 06.00 WIB Sabtu (10/11).
Kedua petugas jaga malam Jumat-malam sedang dalam pemeriksaan, walaupun mereka sempat melerai pemukulan yang dilakukan secara beramai-ramai itu. Atas kejadian itu kedua petugas itu akan diproses sesuai hukum.
Sementara 14 tersangka yang menganiaya hingga tewasnya pembunuh itu terkena, pasal pidana yang diterapkan 340 KUH-Pidana yakni pembunuhan yang direncanakan. Ancaman hukumannya hukuman mati, jelas Kapolres.
CENGENG
Tahanan LG yang baru 40 hari berada dalam Rutan Polres Karo dan dikatakan sebagai bos kamar dalam kesempatan itu membenarkan pemukulan terhadap Boy Iskandar Tarigan karena "cengeng". Setelah Boy buang air besar disuruhnya anggota LG yang membersihkan WC. Pokoknya prilaku Boy sangat menjengkelkan, ujarnya.
Kamis (8/11) malam, LG tidak bisa tidur, Boy berteriak-teriak ketakutan. Rupanya Boy berteriak-teriak itu karena arwah orang yang dibunuhnya itu mendatanginya, marah-marah, Boy takut, kata LG menerangkan sebelum Boy tewas dihajar para tahanan itu.
(ps)
|