|
Dikutip
dari Harian Analisa,
13 September 2001
|
Kabanjahe
(Analisa)
Kabupaten Karo yang merupakan daerah tujuan wisata kedua setelah Parapat, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, cukup rentan terhadap penularan penyakit kelamin termasuk "HIV/AIDS". Tetapi hingga kini penyakit yang belum ditemukan obatnya itu belum terdeteksi (ditemukan) di Kabupaten Karo, khususnya di Berastagi "Parisnya Sumatera Utara" itu.
Hal itu terungkap dalam pelatihan penanggulangan HIV/AIDS bagi LSM Kabupaten Karo yang digelar 3 sampai dengan 7 September 2001 di Siantar Hotel Parapat, kata N. Nainggolan, SH salah seorang peserta kepada Analisa, Selasa (11/9) di Kabanjahe.
Dikatakan pelatihan yang diprakarsai oleh Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba Daerah (KPAND) Provinsi Sumatera Utara, diikuti 12 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sejajaran Kabupaten Karo.
Bertindak selaku fasilitator Dr.M.P.Siregar, Dr. Linda, Dra Emmi dan Drs. Achmad Ramadhan, MA mengungkapkan sesuai data yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara-Medan, di Kabupaten Karo sampai saat ini belum ditemukan penderita HIV/AIDS.
Namun data yang kita terima itu belum menjadi jaminan bahwa Kabupaten Karo (Berastagi-Kabanjahe) terbebas dari wabah penyakit berbahaya itu mengingat Tanah Karo sebagai daerah wisata yang ramai dikunjungi berbagai kalangan wisatawan dalam dan luar negeri.
Justru itu tidak tertutup kemungkinan terinfeksi HIV/AIDS, karenanya harus kita antisipasi dan waspadai, tegas M.P.Siregar.
APA HIV/AIDS ITU ?
AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul karena rendahnya daya tahan tubuh. Penyebabnya HIV yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Pada awalnya sering tidak menampakkan gejala, tetapi semakin lama badan/tubuh makin lemah yang akhirnya mengakibatkan kematian bagi sipenderita.
Sampai sekarang belum ditemukan obat mencegah atau menyembuhkan HIV/AIDS, namun mudah dihindari dengan cara: jangan berprilaku risiko tinggi seperti memakai jarum suntik secara bergantian dan hindari berganti-ganti pasangan seksual.
Dari pelatihan itu dapat diambil suatu pengertian tentang HIV/AIDS yang sangat berguna bagi masyarakat yang belum mengetahui apa HIV/AIDS itu.
Penderita HIV/AIDS tidak usah dijauhi asalkan tidak berhubungan seks dan memakai jarum suntik yang dipakai sipenderita, sisa minuman penderita. Bila terminum pun seseorang tidak menularkan penyakit HIV/AIDS, termasuk bersalaman maupun berciuman secara wajar, karena penyakit berbahaya tersebut, salurannya adalah darah.
(ps)
|