|
Dikutip
dari Harian Analisa,
12 November 2001
|
Medan, (Analisa)
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) H. Chairuman Harahap, SH dan isteri, Minggu (11/11) siang, dalam suatu upacara adat Karo, diupah-upah, diulosi sekaligus ditabalkan dengan marga Karo. Chairuman Harahap memperoleh marga Peranginangin bebere Sembiring Muham dan isterinya Hj. Ratna Sari Lubis menjadi boru Sembiring Muham bebere Sebayang.
Acara yang dihadiri Bupati Karo Sinar Perangin-angin tersebut dilaksanakan di kediaman Hj. Suryati br. Peranginangin di Jalan Jamin Ginting No. 448. Acara penabalan marga tersebut dilakukan oleh kalimbubu-kalimbubu, Peranginangin mergana, Sembiring margana dan Sebayang margana.
Penabalan marga tersebut juga dilakukan dalam bentuk tertulis yang ditandatangi oleh saksi-saksi yang mewakili marga Peranginangin, Sembiring, Tarigan, Karokaro dan Ginting. Ketua Panitia Pelaksana Ir. Zulkifli Sitepu pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa upacara adat penambalan warga tersebut murni adat tanpa ada muatan-muatan yang lain.
Sedangkan tujuannya sendiri kata Zulkifli adalah untuk mendorong agar Kajatisu sukses dalam menjalankan tugasnya khususnya dalam rangka menegakkan supremasi hukum di daerah ini. Di samping itu acara ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi, mempertahankan adat istiadat serta untuk mendoakan agar yang bersangkutan tetap sehat, dan perkasa.
Sementara itu mewakili tuan rumah Prof. Dr. Alinafiah Sitepu pada kesempatan itu mengatakan, acara yang dilangsungkan tersebut sifatnya sakral dan hubungan antara etnis Karo dengan Tapanuli Selatan sendiri sudah berlangsung cukup lama.
"Sejak zaman penjajahan hingga masa mempertahankan kemerdekaan para pejuang etnis Karo dan Tapsel berjuang bersama dan bahu membahu. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pahlawan asal Tapsel yang dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Tanah Karo, ungkapnya.
Kajatisu sendiri pada kesempatan itu mengatakan, pelaksanaan acara adat seperti ini sah-sah saja karena hal ini merupakan amanah sekaligus mengingatkan kita agar selalu bekerja dengan baik dan benar.
"Pelaksanaan acara seperti ini menciptakan silaturahmi dan kekeluargaan yang tidak terpisahkan. Saya bangga karena pelaksanaan adat seperti ini memiliki makna tersendiri buat kami sekeluarga," ujarnya.
(rrs)
|