|
Dikutip
dari Harian Analisa,
11 November 2001
|
Kabanjahe, (Analisa)
Ribuan guru dan murid sekolah negeri di Kota Kabanjahe turun ke jalan sebagai lanjutan unjuk rasa damai, menuntut agar rapel kenaikan gaji selama tujuh bulan segera dibayar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo, Kamis (8/11).
Sejak pukul 09.00 WIB sejumlah guru sudah berkumpul di bawah pohon beringin depan Kantor DPRD Jalan Veteran Kabanjahe yang dibakar orang 2 Desember tahun lalu, untuk menunggu rekan-rekannya yang belum datang termasuk dari Kecamatan se Kabupaten Karo.
Sekitar pukul 10.00 WIB para guru yang jumlahnya mencapai 1.000 orang lebih itu bergerak menuju kantor bupati guna bertemu langsung dengan Bupati Sinar Peranginangin, sehubungan dengan belum dibayarnya rapel gaji PNS se jajaran Pemkab Karo.
TIDAK PERCAYA
Para pahlawan tanpa tanda jasa yang memenuhi halaman Kantor Bupati Jalan Djamin Ginting Kabanjahe Kamis siang itu, diterima Wakil Bupati Djidin Sebayang, SH, Sekdakab Karo Drs. Sumbul S. Depari, MSc didampingi Kadis Pennas Drs. Kasman Sembiring, MM, Kepala Badan Pengawas Drs. Koran Sinuraya dan Kabag Personalia Drs. Sabar Peranginangin.
Kami sudah lima kali menemui DPRD Karo termasuk ketuanya, mohon agar wakil rakyat itu mendesak pihak eksekutif segera membayarkan rapel gaji kami. Tetapi dewan terhormat itu selalu memberikan jawaban "akan kami upayakan, karena tuntutan para guru wajar" kata juru bicara para guru Drs. I. Surbakti menirukan ucapan Ketua Bom Purba.
Karena kami tidak percaya lagi kepada dewan terhormat itu, hari ini kami ingin langsung dengan pak bupati temu muka untuk menyampaikan tiga tuntutan ke pihak eksekutif, jelas I Surbakti yang guru SMUN 2 Kabanjahe.
Pertama dengan penuh harap agar rapel gaji kami selama tujuh bulan (Januari-Juli 2001) dibayarkan sebelum libur 11 November tanpa golongan.
Kemudian jangan ada lagi pungutan untuk kenaikan gaji berkala maupun kenaikan pangkat, terutama bagi rekan kami guru-guru SD, mereka harus membayar Rp.25.000 sampai Rp.30.000.
Ketiga jangan lagi ada intimidasi kepada kepala sekolah. Hal itu jelas ada dan tak terbantah. Buktinya tidak ada seorangpun kepala sekolah kami yang hadir dalam unjuk rasa damai ini tambah Drs. P. Situmorang yang guru SMUN-1 Kabanjahe itu.
Menanggapi tuntutan para guru tersebut, Sekwildakab pastikan, saat menerima gaji bulan Desember mendatang seluruh PNS yang jumlahnya mencapai 7.000 termasuk guru rapel gajinya dibayarkan dan tidak ada potongan sesenpun jelas Sekda Sumbul Depari.
Pemdakab Karo tengah bermohon ke Bank Sumut agar dapat diberi pinjaman sebanyak Rp 14 milyar lebih untuk membayar rapel 7.000 PNS di Tanah Karo, kata Wakil Bupati Djidin Sebayang memperjelas.
Menyinggung pengutipan saat menerima SK Kenaikan Berkala maupun pangkat, bila ada laporkan langsung kepada saya, Sekda Sumbul S. Depari untuk segera ditindak, tegas Sekdakab.
Mengenai intimidasi sepanjang yang kami tahu belum pernah terjadi, namun bila ada Kepsek mendapat tekanan dari Kadis Pennas Kepsek bersangkutan langsung melapor kepada saya tambah Sumbul P. Depari.
Berkat pengertian mendalam dari para guru, melalui juru bicaranya menerima penjelasan pihak eksekutif untuk kemudian dengan tertib meninggalkan halaman kantor bupati sekitar pukul 13.00 WIB.
(ps)
|