|
Dikutip
dari Harian Analisa,
10 September 2001
|
Kabanjahe
(Analisa)
Masyarakat Tanah Karo dan Kabanjahe khususnya mendambakan keteraturan serta keindahan tata kota Kabanjahe sebagai ibukota Tanah Karo yang sejak setahun terakhir ini semraut.
Menurut kalangan masyarakat Kabanjahe kepada Analisa, hanya segelintir manusia yang menjadikan ketidakteraturan serta joroknya kota Kabanjahe.
Seperti di jalan Abdul Kadir meski jalan searah hampir setiap pagi dan sore macet. Karena di depan toko/kios para pedagang kaki lima bebas berjualan.
Begitu juga di jalan Kapten Bangsi Sembiring dan Kapten Pala Bangun. Mulai dari Tugu Bambu Runcing, penuh dengan pedagang kaki lima, sehingga menyita jalan pejalan kaki.
Semrautnya kota Kabanjahe ini perlu jadi perhatian kepala pemeintah daerah untuk menatanya sehingga menjadi kota yang asri.
(ps)
|