|
Kabanjahe, (Analisa)
Jalan tembus Karo-Langkat akan dikerjakan kembali
secara bertahap,setelah beberapa tahun terhenti pembangunannya. Hal itu diungkapkan Kacabdis PU Bina
Marga Kabupaten Karo Ir. Ulamraya Hutagalung kepada Analisa, Kamis (3/5) siang dikamar kerjanya,
menanggapi pembangunan jalan membelah hutan yang telah tembus dibuka Latsitarda sekira 15 tahun lalu.
Menurut Hutagalung pihaknya telah mempersiapkan
laporan-kerja yang sumber dananya berasal dari APBD
Tingkat I Sumatera Utara sebesar Rp.1,7 milyar dan telah diplotkan yang diproyeksikan untuk pengerasan
jalan sepanjang 3,5 kilometer dari 7,5 kilometer yang masih merupakan jalan tanah.
Dikatakan prosesnya akan dimulai pada pertengahan Juni
2001 mendatang, baik prakualifikasi maupun proses tendernya. Ir. Ulamraya Hutagalung katakan, di samping
pengerasan disisi badan jalan akan dibuatkan trase di sejumlah tikungan tajam demi menjaga keselamatan
pengguna jalan nantinya.
DUA JALUR
Dengan selesainya kelak pembangunan jalan tembus
Karo-Langkat gagasan mantan Kowilhan I masa Kabupaten Karo di bawah pimpinan Bupati Tampak Sebayang,
hubungan Kabupaten Aceh Selatan/Binjai/Dairi, Aceh Tenggara, Simalungun atas ke dan dari Medan/Binjai
lewat dataran tinggi Karo menjadi dua jalur.
Jalur pertama melalui lembah Sibayak
buuatan penjajah Belanda tempo doeloe, dan jalur kedua melalui desa
Kuta Rakyat Kecamatan Simpang Empat (jalan tembus karo-langkat) yang pembangunannya oleh Pemerintah
Indonesia sendiri.
Kedua jalur jalan tersebut selain sebagai penunjang
pembangunan pariwisata khususnya bagi Tanah Karo Simalem, juga merupakan saranan penunjang perekonomian
bagi sejumlah kabupaten diluar Tanah Karo seperti tersebut diatas.
(ps)
|