|
Dikutip
dari Harian Analisa,
04 November 2001
|
Kabanjahe, (Analisa)
Pesta budaya Mejuah-juah bunga dan buah yang pertama kali diadakan masa kepemimpinan Bupati Tampak Sebayang dan dilanjutkan oleh para penggantinya, tapi tiga tahun terakhir ini sempat "tertidur" namun mulai tahun 2001 pesta budaya tersebut digelar kembali oleh Pemkab Karo selama empat hari di Lapangan Mejuah-juah Berastagi.
Sesuai keterangan Drs. Ngadep Tarigan selaku ketua panitia pelaksana didampingi Sekretarisnya Dra. Ratna Beru Bayang, Kadis Pariwisata Seni dan Budaya Maja Wijaya Ginting,SH dan Kahumas Setwilda Karo Asli Pinem, SH dalam temu pers di kantor bupati Rabu (31/10) sore Pesta Mejuah-juah bunga dan buah akan dilaksanakan Kamis 8 sampai Sabtu 11 November 2001 di Lapangan Mejuah-juah Berastagi.
LOMBA
Dikatakan selama berlangsungnya pesta budaya tersebut, akan diadakan berbagai jenis lomba antara lain lomba Perkolongkolong tradisional, keyboard, tari lima serangkai, terang bulan, simelungen rayat.
Khusus pada hari pembukaan akan dimeriahkan dengan lomba pawai, kuda tunggang, sado hias dilanjutkan dengan hiburan umum "band Karo" di open stage Lapangan Mejuah-juah, tambah Maja Wijaya Ginting, SH yang juga Wakil Ketua I penitia pelaksana.
Dalam setiap lomba kecuali lomba Perkolongkolong keyboard, akan diiringi dengan gendang serunai (alat musik tradisional Karo) tambah Dra. Ratna Beru Bayang memperjelas.
Menjawab pertanyaan baik Drs. Ngadep Tarigan yang juga Asisten I Setwilda Karo maupun Maja Wijaya Ginting, SH membenarkan tujuan utama digelarnya kembali Pesta Mejuah-juah dan Bunga dan Buah dalam harapan meningkatkan kunjungan wisata ke Tanak Karo umumnya Berastagi "Parisnya Sumatera Utara" khususnya.
(ps)
|