|
Dikutip
dari Harian Analisa,
01 Januari 2002 |
Medan, (Analisa)
Rumah
Sakit Umum Kabanjahe menerima bantuan
hibah tingkat "grass-root" dari
Pemerintah Jepang melalui Konsulat
Jenderal Jepang di Medan, sebesar 57.307
dolar Amerika atau sekitar Rp. 570 juta.
Nota
bantuan hibah tersebut ditandantangani
oleh Konsul Jenderal Jepang di Medan
Yoshiteru IIDA dan Direktur RSU Kabanjahe
dr. Lidia Melanita Weko di kantor Konsulat
Jenderal Jepang di Medan, Kamis (31/1). KESEHATAN Bantuan
hibah itu diperuntukkan bagi proyek
pengadaan beberapa peralatan medis dan
non-medis, berupa satu unit mobil
ambulans, ECG, spectrophotometer, USG,
Suction Unit Double Bottle Mobile,
Spirometer, Slit Lamp, Tonometer, Trial
Frame dan peralatan penunjang lainnya. Yoshiteru
IIDA dalam upacara itu mengatakan, sektor
kesehatan berperan penting bagi
masyarakat. Peningkatan pelayanan
kesehatan adalah hal utama yang dilakukan
melalui rumah sakit dalam upaya menjaga
kesehatan penduduk. Sejalan
dengan bertambahnya fasilitas yang
diberikan ini, hendaknya RSU Kabanjahe
makin berperan dalam peningkatan kesehatan
masyarakat di daerah Tanah Karo dan
sekitarnya. PERSAHABATAN Jepang
dan Indonesia dapat lebih memeprerat
hubungan persahabatan untuk masa depan
bersama, ucapnya, dan dukungan dari rakyat
Jepang adalah nyata, apalagi jika diingat
bantuan semacam ini berasal dari pajak
yang dikumpulkan dari rakyat Jepang. Tentang
fasilitas RSU Kabanjahe, dr. Lidia
mengungkapkan, saat ini RSU itu
berkapasitas 100 tempat tidur. Meski
memiliki 15 dokter ahli, tetapi fasilits
peralatan sangat kurang. Adanya bantuan
hibah ini tentu sangat bermanfaat dalam
upaya melayani masyarakat. Sebab, pasien
yang datang bukan hanya dari Tanah Karo,
tetapi juga dari kawasan Aceh, Dairi dan
Simalungun. Hal ini disebabkan letak RSU
itu yang memang pada lintasan jalan
diantara daerah-daerah tersebut. Turut
hadir pada acara itu, Konsul Jepang
Katsunobu Yasue dan Takahiro Wakabayashi
serta tenaga ahli dari JICA Yasunori
Minagawa. (w9)
|