|
Dikutip
dari Harian Analisa,
03 Januari 2002 |
Kabanjahe, (Analisa)
Camat Berastagi Drs. Sarjani Tarigan melalui Sekcam gelora AR Bangun mengatakan, penataan kota turis Berastagi demikian juga tata ruang kota perlu ditinjau sekaligus ditingkatkan.
Hal ini disampaikan Sekcam yang sejak 31 Oktober lalu resmi menjadi "tangan kanan" Camat Sarjani, di sela-sela Perayaan Natal Korpri, TNI, Polri, DPRD, Dharma Wanita, Dharma Pertiwi Karo di pendopo rumah dinas bupati, Kamis (27/12) siang.
Coba Analisa lihat, tata kota turis itu semakin semrawut sampai-sampai papan reklame ukuran raksasa terpampang di depan Tugu Perjuangan tepatnya di kawasan bundaran menuju obyek wisata Bukit Gundaling sehingga tugu kenangan sejarah itu jadi terlindung dari pandangan.
Demikian juga sejumlah reklame rokok di kawasan Pusat Pasar Berastagi yang sebagian mengganggu rentangan jaringan kabel listrik yang di satu saat nantinya boleh saja menimbulkan hal negatif, kata Gelora kesal.
KORDINASI
Menjawa pertanyaan Sekcam tidak membantah perlunya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak reklame, namun tata kota harus diperhatikan konon pula Berastagi dikenal sebagai tujuan wisata kedua di Sumatera Utara setelah Parapat.
Hendaknya ada dan perlu kordinasi antar Pemdakab Karo dengan Camat Berastagi tentang lokasi/izin penempatan segala jenis reklame tersebut, tambah Gelora yang menyuarakan nurani camatnya itu.
Menyinggung program kebersihan kota, pada tiap kelurahan akan dibentuk Kepala Lingkungan membawahi 50 sampai 70 KK, yang tugas khususnya mengkordinir tetap terlaksananya gerakan kebersihan di lingkungan masing-masing, ucapnya.
(ps)
|