○ El Manik

○ Advent Bangun

○ Adrianus Meliala

 

Ertutur
Buku Tamu
Chatting
Forum

Milis Tanah Karo
Milis Berastagi
Milis Kristen Karo
Milis Permata GBKP

Karo Perspektif
 Karo Berjuang
 Perkembangan Individu
 

Web GBKP (Deutsch)
Web Portal Karo
Web Berastagi
Web Channel #karo Dalnet
Download MP3 Karo

Arsip Berita
Cuaca Kota-kota di Sumut
Daftar Alamat Hotel
Tokoh Masyarakat Karo
Artis-artis Top Karo
PESIKAPI
Acara dan Hiburan

Gallery Takasima


Isi Buku Tamu
Lihat 50 Tamu Terakhir
Arsip Buku Tamu 1
Arsip Buku Tamu 2
Arsip Tamu s/d Mei 2001 
Arsip Tamu s/d Juli 2001
Arsip Tamu s/d Sept 2001

Home | Index Berita | Forum | Chat | Ertutur | Buku Tamu | Saran


 

Wakil Bupati Tanah Karo Panen Perdana
Ubi Rambat Asal Jepang

Dikutip dari AnalisaSIB, 01 Februari 2002

 

Kabanjahe, (Analisa)

 

Wakil Bupati tanah Karo Djidin Sebayang SH melakukan panen perdana tanaman ubi rambat yang bibitnya berasal dari Jepang milik PT Karo Biotek di Desa Pertibi Lama Kecamatan Merek, Senin (28/1).

Tanaman ubi rambat ditanam di atas lahan seluas enam hektar sekitar lima bulan lalu itu, merupakan tanaman percobaan serta menggunakan pupuk cair serta pupuk organik. Hasil panen terbagi atas dua kategori, pertama menggunakan pupuk cair dan pupuk organik serta kedua tanpa pupuk cair, tapi memakai pupuk organik. Setiap rumpun hasilnya antara 1,5 sampai 2,2 kg ubi dan tidak menggunakan pupuk cair hanya 0,8 sampai 1,2 kg ubi.

Saat panenan itu, wakil bupati didampingi Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Misik Natari, Kadis Pertanian Ir Sidarta Pinem, Ir Elia Nur Sembiring Msc dari Dinas Pertanian Sumut dan Camat Merek Drs Sastra Purba.

Wakil bupati mengatakan, mengingat pilar utama Kabupaten Tanah Karo pertanian dan disusul pariwisata, kehadiran ubi rambat yang bibitnya berasal dari Jepang itu, sudah positif akan menambah pendapatan masyarakat petani.

Selain perawatannya tidak seberapa dibanding dengan tamanan tomat mau pun palawija lainnya, sesuai dengan pengakuaan pemilik kebun, ubi rambat ini dijual Rp 8000/kg di Plaza Medan dan sudah pasti sangat menguntungkan petani, katanya.

Mengapa ubi jenis ini harus dijual ke Tandem Langkat dan kemudian setelah diolah dijual, hal ini namanya lembu punya susu sapi punya nama, ujar wakil bupati.

Kalau pengusaha dari Tandem berani membeli dengan harga Rp 1000 di lokasi, justru itu dibanding dengan tomat jauh lebih baik menanam ubi rambat ini. Wakil bupati minta agar bibit ubi ini disebarluaskan kepada masyarakat desa ini, khususnya Tanah Karo tanpa membeli atau gratis. (ps)



© 2002 Sibayak Web Development, Inc.

Tanah Karo Simalem Home Page
 
Hosted by www.Geocities.ws

1