|
Dikutip
dari AnalisaSIB,
01 Februari 2002 |
Kabanjahe, (Analisa)
Wakil Bupati tanah Karo Djidin Sebayang SH melakukan panen perdana tanaman ubi rambat yang bibitnya berasal dari Jepang milik PT Karo Biotek di Desa Pertibi Lama Kecamatan Merek, Senin (28/1).
Tanaman ubi rambat ditanam di atas lahan seluas enam hektar sekitar lima bulan lalu itu, merupakan tanaman percobaan serta menggunakan pupuk cair serta pupuk organik. Hasil panen terbagi atas dua kategori, pertama menggunakan pupuk cair dan pupuk organik serta kedua tanpa pupuk cair, tapi memakai pupuk organik. Setiap rumpun hasilnya antara 1,5 sampai 2,2 kg ubi dan tidak menggunakan pupuk cair hanya 0,8 sampai 1,2 kg ubi.
Saat panenan itu, wakil bupati didampingi Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Misik Natari, Kadis Pertanian Ir Sidarta Pinem, Ir Elia Nur Sembiring Msc dari Dinas Pertanian Sumut dan Camat Merek Drs Sastra Purba.
Wakil bupati mengatakan, mengingat pilar utama Kabupaten Tanah Karo pertanian dan disusul pariwisata, kehadiran ubi rambat yang bibitnya berasal dari Jepang itu, sudah positif akan menambah pendapatan masyarakat petani.
Selain perawatannya tidak seberapa dibanding dengan tamanan tomat mau pun palawija lainnya, sesuai dengan pengakuaan pemilik kebun, ubi rambat ini dijual Rp 8000/kg di Plaza Medan dan sudah pasti sangat menguntungkan petani, katanya.
Mengapa ubi jenis ini harus dijual ke Tandem Langkat dan kemudian setelah diolah dijual, hal ini namanya lembu punya susu sapi punya nama, ujar wakil bupati.
Kalau pengusaha dari Tandem berani membeli dengan harga Rp 1000 di lokasi, justru itu dibanding dengan tomat jauh lebih baik menanam ubi rambat ini. Wakil bupati minta agar bibit ubi ini disebarluaskan kepada masyarakat desa ini, khususnya Tanah Karo tanpa membeli atau gratis.
(ps)
|