|
Situs Rumah “PenA” Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak |
|
|
|
|
|
|
Halo,
Selamat datang di Ruang Training
Metawork
Dimension
MD-1: Sistem Metawork SISTEM METAWORK:
SALAH SATU ALTERNATIF
DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KERJA
TIM MAPUN PRIBADI Oleh: Meilania
Abstrak
Secara umum, ada tiga tipe dasar pekerja yang
dapat mewakili pola bekerja seseorang, yaitu: PowerWorker, NetWorker,
ValueWorker – yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya
sendiri. Sistem MetaWork hadir dengan ide menggabungkan serta mengintegrasikan
ketiga tipe dasar tersebut, dan dengan demikian menawarkan alternatif yang
lebih baik dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja tim maupun
pribadi, khususnya dalam mengantisipasi pola kerja dalam era informasi. Pendahuluan
Sepanjang umur hidup manusia, bekerja menjadi
satu hal yang hakiki dan melekat dalam setiap langkah kehidupannya.
Seolah-olah segala sesuatu di dunia ini dipersiapkan untuk menghadapi dan
melayani dunia kerja, bahkan ukuran seseorang dianggap berhasil atau tidaknya
dalam hidup ini adalah juga dalam berhasil tidaknya seseorang tsb di dunia
kerja. Lembaga pendidikan dan ketrampilan, salah satu
contohnya, hadir untuk mempersiapkan seseorang masuk ke dunia kerja. Konsep Link and Match antar dunia pendidikan dan
industri juga merupakan salah satu contoh upaya masyarakat dalam
mempersiapkan tenaga kerja yang tepat yang sedang dibutuhkan oleh dunia
kerja. Seorang yang dinilai “tidak bekerja” (unemployed) , di tengah masyarakat
yang begitu tinggi menilai arti kerja, akan merasa terhukum dan tersisih dari
kelompok yang menyatakan diri termasuk dalam angkatan kerja (employed). Khususnya dalam era
industri, dimana kerja didefinisikan ulang sebagai suatu aktivitas yang
memberikan nilai ekonomi. Sementara dalam era agraris, kerja mendapat tempat
yang lebih luas dari sekedar kontribusi nilai ekonomi. Dalam era ini, bekerja
merupakan suatu aktivitas sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup pribadi
maupun bersama. Para pekerja adalah seluruh lapisan masyarakat, mulai dari
anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Berbeda
dengan era industri, yang menitikberatkan pada nilai ekonomi dan upah (yang
dinilai dengan uang), para pekerja dibatasi oleh kaum tertentu yang memiliki
persyaratan kerja yang berlaku pada masa itu. Tipe pekerja PowerWorker
(akan dibicarakan lebih detail di bagian selanjutnya dalam makalah ini)
sebenarnya adalah salah satu produk nyata dari era industri yang menciptakan pekerja
untuk menjadi makin produktif dengan mengerjakan tugas semakin baik, semakin
cepat, dengan biaya yang semurah mungkin. Karena itu, tidak mengherankan bila
hasil penelitian menunjukkan 65% pekerja saat ini berada pada tipe PowerWorker, yang sebagian besar
terdiri dari para pelaku bisnis. Di masa yang akan datang, kaum futurist meramalkan, bahwa kerja tidak
lagi menjadi bagian yang terpisah dari kehidupan pribadi maupun keluarga.
Bekerja akan terintegrasi dengan aktivitas lainnya, sehingga akan sulit di
masa yang akan datang untuk memisahkan aktivitas bekerja seseorang dengan
hobinya, rumah tangganya, maupun aktivitas sosial yang dilakukannya. Berangkat dari hal di atas, Penulis melihat
kepentingan untuk mempersiapkan pola kerja yang sesuai dalam mengantisipasi
era informasi (era pasca industri) yang memiliki filosofi kerja yang jauh
berbeda dengan filosofi kerja yang dimiliki era industri. PowerWorker
Ciri khas seorang Power Worker adalah pada semangat, dorongan dan kemampuannya
untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah.
Tipe ini selalu berjuang untuk mendapatkan kendali dalam pekerjaannya (sense of control), dan biasanya mereka
dihargai orang lain karena kerja kerasnya telah memberi hasil yang nyata.
Prinsip kerjanya adalah: mengerjakan pekerjaan yang benar lebih banyak, dan
semakin sedikit melakukan pekerjaan yang salah. Meskipun biasanya tipe PowerWorker mampu mencapai prestasi
dalam pekerjaannya, mereka seringkali merasakan kelelahan yang luar biasa
sepulang dari kerja, dan mereka umumnya tidak menemukan hal-hal mendasar yang
mampu menyukakan hati mereka saat melakukan tugas pekerjaannya. Tipe pekerja yang lainnya akan cenderung untuk
menilai seorang PowerWorker sebagai
seorang yang sangat praktis dan realistis, memiliki tujuan dan sasaran yang
jelas terhadap apa yang akan dikerjakannya, namun seringkali Power Worker juga dinilai sebagai
seseorang yang ingin melakukan tindakan baik namun tidak tepat sikap dan
perilakunya. Setiap saat, Power Worker bertanya pada dirinya
sendiri: Apa yang harus saya lakukan sekarang. Secara singkat dapat
disimpulkan, bahwa fokus PowerWorker
adalah pada mengerjakan sesuatu (doing). NetWorker
Ciri khas seorang NetWorker adalah pada semangatnya yang selalu ingin membina
hubungan dengan orang lain yang dianggapnya penting. Kemampuannya dalam hal
komunikasi yang melebihi rata-rata dan keahliannya dalam usaha membangun
orang lain membuatnya dapat memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan yang
sama. Seorang NetWorker
selalu ingin membina hubungan penting dengan orang lain, dan hal ini nantinya
akan bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. Di
dalam keterlibatannya dengan orang lain, seorang NetWorker mendapatkan dua hal terpenting dalam dirinya, yaitu:
memperoleh kepuasan dalam dirinya, serta meningkatkan prestasinya dalam
bekerja. Kesulitan yang mungkin timbul bila bekerja dengan
seorang NetWorker adalah: bila tipe
pekerja yang lain tidak melihat hasil yang jelas dari apa yang telah
dikerjakan oleh seorang NetWorker,
sementara seorang NetWorker telah
menganggap dirinya bekerja, yaitu dengan membina relasi, memotivasi orang
lain, dan menggabungkan orang-orang dalam satu tim. Tipe NetWorker hampir tidak pernah melakukan pekerjaannya sendiri, dia
melakukannya melalui orang lain. Pertanyaan yang selalu mengganggu NetWorker adalah: dimana/kepada siapa
saya harus mengarahkan pengembangan relasi saya sekarang. Kesimpulannya,
seorang NetWorker adalah seorang
yang selalu ingin mengembangkan relasi (developing). ValueWorker
Ciri khas seorang ValueWorker adalah pada pikirannya yang tidak pernah berhenti
menghasilkan gagasan dan ide-ide yang baru yang belum pernah terpikir oleh
orang lain pada umumnya. Seorang ValueWorker
selalu bermain dalam alam ide, berkeinginan kuat untuk maju, dan selalu ingin
menemukan hal-hal baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Seorang
pekerja ValueWorker akan
termotivasi oleh gagasan-gagasan baru dan penemuan-penemuan yang unik, dimana
mereka akan mulai memikirkan implementasinya untuk mempengaruhi dan
menjangkau orang lebih banyak. Seorang ValueWorker biasanya kurang dihargai hasil jerih
lelahnya, kalaupun dia mampu menghasilkan sesuatu, tipe yang lain cenderung
menganggapnya sebagai suatu hal yang “kebetulan” saja terjadi, atau mengakui
bahwa memang orang tersebut memiliki “bakat terpendam” dan baru diketahui
saat itu, atau memang karena “momen”nya yang tepat. Padahal seorang ValueWorker dapat menghasilkan sesuatu
karena jerih lelahnya yang tanpa henti berpikir dan berpikir untuk menemukan
hal-hal baru. Seorang ValueWorker
selalu bertanya: Apa yang harus saya temukan sekarang. Jadi, tipe ini
adalah seorang yang haus menemukan suatu hal yang baru (discovering). MetaWorker
Kesuksesan seseorang seringkali dianggap sebagai
melakukan PowerWork melebihi orang
lain, misal: karena dia bekerja lebih keras, lebih cepat, lebih efisien, dsb.
Hal ini tidak terlalu mengherankan, karena memang era industri menciptakan
iklim yang sangat menunjang untuk tumbuhnya PowerWorker. Dalam struktur organisasi era industri, dimana
birokrasi menjadi cirinya (organisasi relatif permanen, hirarki, dan
pembagian kerja) maka tipe pekerja yang paling tepat untuk menjawab kebutuhan
pada zaman itu adalah tipe PowerWorker.
Mereka selalu berjuang untuk bekerja lebih baik, lebih cepat, dan dengan
biaya lebih murah. Tidak ada yang bisa menandingi tipe PowerWorker pada masa itu. Namun, dengan berakhirnya era
industri, dimana nanti setiap pekerja akan memiliki perannya sendiri, dan
tidak dibatasi lagi oleh waktu dan tempat, maka kemampuan yang dimiliki oleh NetWorker dan ValueWorker menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Pada prinsipnya, setiap tipe pekerja, entah PowerWorker, NetWorker, atau ValueWorker
tidak ada yang lebih baik dibanding lainnya, hanya saja setiap zaman,
setiap organisasi, bahkan setiap individu cenderung untuk menekankan pada
salah satu tipe saja. Sistem MetaWork
hadir dengan ide bahwa menggabungkan ketiganya akan memampukan pekerja di
masa yang akan datang menghadapi tantangan era informasi dengan lebih baik,
dibanding bila hanya dengan memiliki satu tipe kerja. Ciri khas yang dimiliki oleh pekerja MetaWorker, yang telah berhasil
mengintegrasikan ketiga tipe lainnya, PowerWorker,
NetWorker, dan ValueWorker, adalah: meskipun pekerja keras, mereka mendapat
kepuasan hidup lebih dari apa yang mereka terima (uang/kedudukan) dari hasil
kerjanya. Mereka adalah pekerja yang tidak bergantung pada organisasi yang
membayar mereka. Filosofi kerjanya bukanlah semata untuk mendapatkan uang,
melainkan untuk memenuhi panggilan hidupnya. Mereka melakukan apa yang mereka
suka dalam pekerjaan mereka, mereka memiliki keseimbangan dalam hidupnya, dan
mereka adalah pekerja yang memiliki berbagai macam keahlian dan kemampuan (well-rounded people). Organisasi yang siap untuk menerima sistem MetaWork adalah organisasi yang
memberi tempat pada anggotanya untuk melakukan tiga aktivitas di bawah ini
secara berkesinambungan, yaitu: doing,
developing, dan discovering. Organisasi yang belajar (learning organization), yang selalu
mengadakah perbaikan dan pembaharuan, yang menciptakan iklim sehat bagi
anggotanya untuk terus mau belajar adalah gambaran organisasi yang akan hidup
dalam era informasi. Menerapkan Sistem
MetaWork terhadap pribadi/individu
Setiap pekerja tidak dapat lepas dari
kecenderungan alaminya mengikuti salah satu tipe kerja yang telah diuraikan
di atas, dan biasanya setiap dari pekerja cenderung berpihak pada salah satu
tipe (memiliki satu tipe yang dominan). Sebenarnya yang ditawarkan oleh
sistem MetaWork bukan menghilangkan
kekhasan tiap pekerja, namun dengan mengenali ciri khas pola kerja pribadi,
maka pekerja dapat mengembangkan diri pada hal yang telah dikuasainya dan
belajar hal-hal lain di luar dirinya yang bukan termasuk tipenya. Sehingga,
sistem MetaWork membantu pekerja
untuk melihat potret dirinya, apa yang menjadi kekuatan dan kelemahannya, dan
pola kerja apa yang perlu dikembangkan saat menghadapi situati tertentu yang
membutuhkan pendekatan pola kerja yang berbeda dari tipe aslinya. Menerapkan Sistem
MetaWork terhadap tim
Pengenalan akan tipe kerja seperti diuraikan di
atas akan membantu para pekerja untuk belajar mengenali dan menerima perbedaan
antar anggota tim. Tidak hanya itu, sistem MetaWork dalam ini bukan sekedar menganjurkan untuk bertoleransi
antar anggota, namun lebih dari itu justru menempatkan keterbedaan pola kerja
masing-masing anggota dalam aktivitas tim. Karena setiap situasi pasti
membutuhkan pendekatan yang berbeda, di sinilah peran sistem MetaWork dalam mengatur pembagian
tugas dan pekerjaan antar anggota yang memiliki tipe kerja yang berbeda.
Penutup
Seorang ValueWorker
akan selalu mempertanyakan arti hidupnya, sementara seorang NetWorker akan selalu mengisi hidupnya
dengan berinteraksi dengan orang lain, dan seorang PowerWorker akan selalu sibuk mengerjakan sesuatu seumur
hidupnya. Namun, yang berbahagia adalah seorang MetaWorker, yang telah menemukan arti hidupnya, mengisinya dengan
hal-hal yang berguna untuk diri dan sesamanya, dan terus-menerus bekerja
untuk memperjuangkan hidupnya yang berarti. Referensi: 1.
Craig Hickman, Craig Bott, Marlon Berrett &
Brad Angus, “The Fourth Dimension: The
Next Level of Personal and Organizational Achievement” (USA: John Wiley
& Sons, Inc., 1996) 2.
Alvin Toffler, “Kejutan Masa Depan” (Jakarta: PT. Pantja Simpati, 1992) MW-2 Ž |
Saya tunggu tanggapan dan masukan Anda di: |