|
Situs Rumah “PenA” Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak |
|
|
|
|
|
|
Halo,
Selamat datang di Ruang Training
|
LEARNING STYLES LS-4: Menurut
Gregorc GAYA BELAJAR MENURUT GREGORC
Teori dan Model yang dihasilkan oleh
para ahli mengenai Gaya Belajar memang sangat beragam. Dalam
bukunya, "Cara Mereka Belajar", Cynthia Ulrich Tobias
menjelaskan bahwa ada empat gaya atau cara belajar anak. Dia
mendasarkan pokok pikirannya itu dari hasil riset Dr. Anthony F. Gregorc.
Model yang dikembangkannya memberikan wawasan yang sangat
berharga mengenai bagaimana pikiran kita MENERIMA dan MENGGUNAKAN
informasi. A. Menurut Dr. Gregorc, ada dua hal penting yang
perlu diketahui tentang bagaimanakah anak menangkap
pelajaran. Dia membagi fungsi otak dalam dua macam, pertama
PERSEPSI, yaitu cara kita menerima informasi, kedua PENGATURAN, yaitu
cara menggunakan informasi yang kita persepsikan. 1. PERSEPSI -------- Persepsi adalah
cara kita menerima informasi atau menangkap sesuatu hal,
secara pribadi atau individu. Persepsi-persepsi ini membentuk apa yang
kita pikirkan, mendefinisikan apa yang penting bagi kita,
dan selanjutnya juga akan menentukan bagaimana kita
mengambil keputusan. Menurut Gregorc, persepsi yang dimiliki
setiap pikiran/pribadi ada dua macam, yaitu Persepsi Konkret
dan Persepsi Abstrak. a. PERSEPSI
KONGKRET/NYATA
-----------------------
Persepsi Kongkret membuat anak lebih cepat menangkap
informasi yang nyata dan jelas, secara langsung melalui
kelima indranya, yaitu penglihatan, penciuman, peraba,
perasa, dan pendengaran. Anak tidak mencari arti yang
tersembunyi atau mencoba menghubungkan gagasan atau konsep.
Kunci ungkapannya: "Sesuatu adalah seperti apa adanya." b. PERSEPSI
ABSTRAK/KASAT MATA
---------------------------
Persepsi abstrak memungkinkan anak lebih cepat dalam
menangkap sesuatu yang abstrak/kasat mata, dan mengerti atau
percaya apa yang tidak bisa dilihat sesungguhnya. Sewaktu
anak menggunakan persepsi abstrak ini, mereka menggunakan
kemampuan intuisi, intelektual dan imajinasinya. Kunci
ungkapannya: "Sesuatu tidaklah selalu seperti apa yang
terlihat." Meskipun setiap
anak menggunakan Persepsi Konkret dan Persepsi Abstrak setiap
harinya, namun ada kecenderungan seseorang merasa lebih mampu dalam
menggunakan yang satu dibanding yang lainnya. 2. PENGATURAN ---------- Setelah anak
menerima informasi yang masuk, maka anak akan mengatur dan
menggunakan informasi yang dipersepsikan tersebut. Menurut Gregorc,
kedua kemampuan anak untuk mengatur persepsi adalah sekuensial
(teratur, menurut suatu aturan bertahap) dan random (acak, yang
mana saja). a.
SEKUENSIAL/BERURUTAN
--------------------
Metode pengaturan sekuensial membiarkan pikiran anak
mengatur informasi secara berurutan, linear atau setapak
demi setapak. Anak yang bertipe berurutan biasanya menyukai
metode belajar satu demi satu secara berurutan. Orang-orang
yang memiliki kemampuan pengaturan sekuensial yang kuat
mungkin lebih suka mempunyai suatu rencana dan mengikutinya
daripada bertumpu kepada dorongan-dorongan hati. Kunci
ungkapannya: "Ikutilah langkah-langkah tersebut." b. RANDOM/ACAK
----------- Pengaturan
acak membuat pikiran kita mengatur informasi
dalam potongan-potongan dan tanpa rangkaian tertentu, seperti
memulai di tengah-tengah atau memulai di akhir bagian dan kembali
kepermulaan. Anak yang bertipe acak biasanya lebih
menyukai cara belajar yang spontan, tidak harus berurutan.
Seolah-olah mereka tidak mempunyai suatu rencana tertentu.
Kunci ungkapannya: "Lakukan saja!" B. Berdasarkan konsep ini Cyntia Ulrich Tobias
menyusun empat gaya belajar, agar orangtua dan guru
lebih dapat memahami cara anak dalam belajar. Setiap anak
sebenarnya memiliki kemampuan untuk menggunakan tipe yang lain namun
biasanya anak mempunyai tipe yang dominan. Empat tipe kombinasi yang
dominan tersebut adalah: 1. SEKUENSIAL KONGKRET (Kongkret
Berurutan)
---------------------------------------- Anak yang bertipe
Kongkret Berurutan biasanya mengalami kesulitan apabila
diminta untuk menangkap suatu pelajaran yang bersifat abstrak
dan yang memerlukan daya imajinasi yang kuat. Ia cenderung
menangkap pelajaran yang dopresentasikan secara verbal dan yang
dapat ia lihat. Dengan kata lain, ia membutuhkan banyak contoh atau
peragaan dan semua ini disajikan dalam bentuk yang sistematis
dan berurutan. Anak ini tidak
bisa diburu-buru untuk menyelesaikan tugasnya, karena dia harus
benar-benar memahami informasi yang diterimanya satu demi satu.
Ini tidak berarti bahwa ia lebih lamban daripada anak yang lain.
Ketertarikannya terhadap kerapian, membuat dia sukar menerima
beberapa informasi yang datang bersamaan. Istilah kunci baginya
adalah SATU DEMI SATU dan NYATA. 2. SEKUENSIAL ABSTRAK (Abstrak
Berurutan)
-------------------------------------- Anak yang bertipe
Abstrak Berurutan dilengkapi Tuhan dengan kemampuan
penalaran yang tinggi. Anak ini cenderung kritis dan analitis karena dia
memiliki daya imajinasi yang kuat. Pada umumnya ia
menangkap pelajaran atau informasi secara abstrak dan tidak memerlukan
peragaan yang kongkret. Biasanya ia bersifat pendiam dan
menyendiri karena ia sibuk berpikir dan menganalisa. Ia pun lebih
menyukai pelajaran atau informasi yang disajikan secara sistematis.
Istilah kunci baginya adalah SATU DEMI SATU dan IMAJINATIF. 3. RANDOM ABSTRAK (Abstrak Acak)
----------------------------- Anak yang bertipe
Abstrak Acak, pelajaran yang disajikan secara berurutan atau
sistematis tidaklah menarik. Cara belajar anak model ini tidak
teratur dan penjadwalan sangat menyiksa dirinya. Ia tidak terbiasa
terpaku oleh pengajaran di dalam kelas; baginya semua
pengalaman hidup merupakan pelajaran yang berharga. Istilah
kunci baginya adalah SPONTAN dan IMAJINATIF. 4. RANDOM KONGKRET (Kongkret Acak)
------------------------------- Anak yang bertipe Konkret
Acak adalah anak yang penuh dengan energi dan ide-ide
yang segar. Ia belajar banyak melalui pancaideranya dan
tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang memerlukan
penalaran abstrak. Ciri praktisnya yang diperkuat oleh kemampuannya
menerima pelajaran secara acak membuatnya menjadi orang yang
penuh dengan ide-ide yang baru. Kesulitannya adalah melakukan
hal-hal yang sama, sebab baginya hal ini sangat membosankan. Anak bertipe
ini cenderung mengalami masalah dalam sistem pengajaran
di sekolah sebab ia bukanlah tipe penurut. Istilah kunci
baginya adalah SPONTAN dan NYATA. Sebagaimana kita melihatnya, setiap
anak (dan juga kita) belajar dengan cara yang berbeda. Untuk itu
sangatlah penting bagi orangtua atau guru untuk mengenal gaya
belajar anak-anak dan murid-muridnya, agar memiliki pemahaman yang benar
terhadap mereka sehingga menghasilkan buah yang maksimal.
Demikian pula sebagai Guru Sekolah Minggu, kita harus waspada dengan
kelemahan Gaya Belajar kita sendiri serta berusaha untuk
mengembangkan beberapa teknik mengajar yang mungkin "secara
alami" kurang kita sukai. Disinilah peran dan tanggung jawab
kita sebagai guru untuk mengajarkan Kebenaran Firman Tuhan
dengan cara yang mudah dipahami oleh murid-murid kita. Selamat melayani. Bahan ini dirangkum dari: 1. Judul buku : Cara
Mereka Belajar
Penulis : Cynthia Ulrich Tobias
Penerbit : Harvest Publication House
Halaman : 16-27 2. Judul buletin: Parakaleo
Edisi : Juli - September 1995
Penulis : Dr. Paul Gunadi
Penerbit : Departemen Konseling STTRII
Halaman : 2-3
********************************************************************* \o/ TIPS MENGAJAR
CARA PRAKTIS MENGAJAR ANAK-ANAK
MENURUT KOMBINASI GAYA BELAJAR GREGORC
======================================= Di dalam artikel diatas kita telah
membahas empat kombinasi gaya belajar yang dikembangkan oleh
Cynthia Ulrich Tobias berdasarkan riset dari Dr. Anthony F. Gregorc.
Berikut ini adalah langkah- langkah praktis yang dapat dilakukan
oleh guru untuk menolong anak- anak yang memiliki kecederungan gaya
belajar tersebut. 1. SEKUENSIAL KONGKRET (Kongkret
Berurutan)
---------------------------------------- Anak yang bertipe
Kongkret Berurutan lebih menyukai rutinitas, melakukan hal-hal
dengan cara yang sama, dan senang bekerja secara sistematis
(langkah demi langkah) dengan batasan waktu dan jadwal kerja
yang jelas. Cara praktis yang
dapat digunakan guru untuk membantu anak bertipe Konkret
Berurutan ini adalah: a. Menyediakan
waktu dan tempat dimana anak dapat belajar/
bekerja dengan tenang. b. Memberikan
contoh konkret tentang apa yang diharapkan, kalau
perlu menggunakan alat bantu dan peraga. c. Bertanya pada
anak apa yang dapat anda lakukan untuk
membantunya. 2. SEKUENSIAL ABSTRAK (Abstrak
Berurutan)
-------------------------------------- Anak dengan gaya
belajar Abstrak Berurutan membutuhkan informasi sebanyak mungkin
sebelum mereka membuat suatu keputusan dan waktu yang cukup
agar dapat menyelesaikan pekerjaannya. Cara praktis yang
dapat dilakukan guru untuk menolong anak ini adalah: a. Memberikan
waktu tambahan atau mengusahakan tidak ada tekanan
waktu sementara anak belajar/bekerja. b. Tidak terlalu
memaksa anak untuk mengutarakan perasaan/
emosinya bila dia belum merasa siap. c. Mengusahakan
untuk senantiasa menggunakan logika dan
memaparkan fakta-fakta dalam mengajar atau membimbing anak. 3. RANDOM ABSTRAK (Abstrak Acak)
----------------------------- Bagi anak yang
bertipe Abstrak Acak, keseluruhan hidup dan belajar merupakan
suatu pengalaman yang amat sangat pribadi. Anak ini biasanya
sensitif terhadap perasaan orang lain maupun
"suasana" belajarnya. Cara praktis Guru
dalam membangun motivasi anak ini adalah: a. Memberikan
jaminan kasih dan penghargaan serta pujian yang
tulus. b. Menegaskan
pentingnya "pelajaran" tertentu bagi kehidupan
pribadi mereka serta apa yang dapat mereka lakukan bagi
sesama dengan bekal "pelajaran" tersebut c. Menghindari
kompetisi dan konflik, sementara mendorong anak untuk
bekerja bersama-sama dengan orang lain 4. RANDOM KONGKRET (Kongkret Acak)
------------------------------- Anak yang bertipe
Kongkret Acak cenderung ingin "mengalami" sendiri
fakta-fakta supaya dapat benar-benar mempercayainya. Anak ini juga
dikenal sering melawan struktur dan rutinitas, mereka ingin
menjaga agar semua pilihan mereka tetap terbuka lebar. Mereka
sangat menyukai tantangan baru. Cara praktis yang
dapat digunakan guru untuk membantu anak bertipe Kongkret
Acak adalah: a. Memberikan
kesempatan pada anak untuk berinspirasi dan
berkreasi (mengembangkan kreativitasnya). b. Memberikan
bimbingan serta pengarahan dan jangan memberi
peraturan serta batasan yang cenderung mengikat senantiasa
menyediakan 'tantangan baru' dan sebisa mungkin menghindari
rutinitas. Bahan ini diambil dan diringkas
dari: Judul buku: Cara Mereka Belajar Penulis : Cynthia Ulrich
Tobias Penerbit : Harvest Publication
House Halaman : 31-83 ********************************************************************* \o/ SERBA SERBI
APAKAH GAYA BELAJAR ANDA?
========================= Paparkanlah kecenderungan anda pada
umumnya. Bubuhkanlah tanda silang [x] pada kotak yang terletak
di depan setiap kalimat yang paling mencerminkan kecenderungan
anda. Jawablah sebanyak-banyaknya kalimat-kalimat yang mencerminkan
ciri-ciri anda. 1. SEKUENSIAL KONGKRET (Kongkret
Berurutan)
---------------------------------------- [ ] Lebih suka
melakukan sesuatu dengan cara yang sama. [ ] Paling cocok
bekerja sama dengan orang-orang yang tidak
ragu-ragu dalam mengambil tindakan dengan segera. [ ] Lebih tertarik
akan hal-hal yang nyata atau kongkret
daripada mencari-cari suatu makna yang tersembunyi. [ ] Lebih menyukai
ruangan yang bersih dan rapi. [ ] Bertanya,
"Bagaimana saya mengerjakannya?" 2. SEKUENSIAL ABSTRAK (Abstrak
Berurutan)
-------------------------------------- [ ] Menginginkan
informasi sebanyak mungkin sebelum mengambil
keputusan. [ ] Membutuhkan
waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas dengan
baik. [ ] Lebih menyukai
mendapat pengarahan secara tertulis daripada
lisan. [ ] Tertarik di
mana seseorang mendapatkan fakta-fakta. [ ] Bertanya
"Di mana saya menemukan informasi yang lebih
banyak?" 3. RANDOM ABSTRAK (Abstrak Acak)
----------------------------- [ ] Lebih menyukai
untuk bertanya kepada orang lain sebelum
mengambil keputusan akhir. [ ] Mencoba
sensitif terhadap perasaan orang lain. [ ] Mudah bekerja
sama dengan orang lain. [ ] Tidak merasa
terganggu dengan ruangan yang berantakan. [ ] Suka meminta
pendapat orang lain sewaktu mengalami keraguan. 4. RANDOM KONGKRET (Kongkret Acak)
------------------------------- [ ] Memecahkan masalah
dengan kreatif. [ ] Bertindak atas
dorongan saat itu. [ ] Bekerja paling
baik dengan mereka yang dapat mengimbangi. [ ] Menyukai
perubahan yang sering terjadi dalam lingkungan. [ ] Memilih
hal-hal yang perlu diketahui saja. Bahan ini diambil dan diedit dari: 1. Judul buku : Cara
Mereka Belajar
Penulis : Cynthia Ulrich Tobias
Penerbit : Harvest Publication House
Halaman : 24 2. Judul buletin: Parakaleo
Edisi : Juli - September 1995
Penulis : Dr. Paul Gunadi
Penerbit : Departemen Konseling STTRII
Halaman : 2-3 Ü
LS-3 |
Saya tunggu tanggapan dan masukan Anda di: |