|
Situs Rumah “PenA” Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak |
|
|
|
|
|
|
Halo,
Selamat datang di Ruang Training
|
LEARNING STYLES LS-3: Gaya Belajar
GLOBAL dan ANALITIK MENGENAL
GAYA BELAJAR GLOBAL DAN ANALITIK
Setiap anak adalah individu yang unik, masing-masing
akan melihat dunia dengan "cara"nya sendiri.
Meskipun melihat satu kejadian pada waktu yang bersamaan, tidak menjamin 2
orang anak akan melaporkan hal yang sama. Seringkali yang menjadi
pergumulan dalam dunia pendidikan bukan pada masalah "apakah
anak DAPAT belajar", tetapi pada masalah "BAGAIMANA mereka secara
alami belajar dengan cara terbaiknya". Seorang peneliti bidang psikologi, Herman
Witkin, melalui studi risetnya mengemukakan 2 macam
karakteristik Gaya Belajar yang dimiliki seseorang, yaitu: Gaya Belajar
GLOBAL dan Gaya Belajar ANALITIK. Gaya belajar ini melihat anak
dalam berpikir dan memahami sesuatu. Anak yang GLOBAL cenderung
memandang sesuatu secara menyeluruh atau melihat gambar yang besar,
dan tidak bagian demi bagian. Sedangkan anak yang ANALITIK
cenderung melihat suatu masalah secara bertahap, dan memfokuskan diri pada
bagian-bagian yang membentuk gambar, secara urut dan
terperinci. Kecenderungan Gaya Belajar ini akan
mempengaruhi anak dalam banyak hal, seperti: cara dia mendengarkan,
memperhatikan, menyimpan informasi, dan cara menggunakan informasi
tsb. Seperti yang kita ketahui bahwa anak akan
memiliki lebih dari satu Gaya Belajar. Sebagai guru, apabila kita
dapat mengidentifikasi kecenderungan Gaya Belajar murid, maka hal
ini akan bermanfaat dalam mengembangkan proses belajar-mengajar.
Berikut ini kita akan mengenal Gaya Belajar GLOBAL dan ANALITIK
secara lebih terperinci. A. GAYA BELAJAR GLOBAL Anak yang memiliki Gaya Belajar GLOBAL
cenderung melihat segala sesuatu secara menyeluruh, dengan gambaran
yang besar, namun demikian mereka dapat melihat hubungan
antar satu bagian dengan bagian yang lain. Anak GLOBAL juga dapat
melihat hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan permasalahan
dengan kata-katanya sendiri. Mereka dapat melihat adanya
banyak pilihan dalam mengerjakan tugas dan dapat mengerjakan
beberapa tugas sekaligus. Anak dengan Gaya Belajar GLOBAL dapat
bekerjasama dengan orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan
fleksibel. Mereka senang bekerja keras untuk menyenangkan orang
lain. Senang memberi dan menerima pujian, bahkan anak GLOBAL
cenderung memerlukan lebih banyak dorongan semangat dalam memulai mengerjakan
sesuatu. Mereka menerima kritikan secara pribadi. Mereka
akan mengalami kesulitan bila harus menjelaskan sesuatu setahap
demi setahap. Orang dengan Gaya Belajar GLOBAL dominan
biasanya kurang memiliki kerapian, walau sebenarnya mereka memiliki
keinginan besar untuk merapikan tempat belajarnya, namun
seringkali keinginannya kurang terlaksana, akhirnya kertas-kertas tetap
berantakan. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya orang GLOBAL belajar
untuk menyederhanakan sistemnya, dengan menyediakan map-map
berwarna dengan kategori tertentu untuk menyimpan kertas-kertas
yang menumpuk. Pikiran anak GLOBAL dominan tidak pernah
bisa terfokus pada satu masalah, pikirannya dapat pergi ke banyak
arah sepanjang waktu. Apabila orang GLOBAL mengerjakan satu
tugas, lalu ada tugas baru yang muncul, maka dia akan mulai
mengerjakan tugas kedua, meskipun tugas pertamanya belum selesai. Untuk
mengatasi keadaan ini sebaiknya mereka bekerja sama dengan orang
lain, dengan janji saling menolong dalam menyelesaikan tugas sebelum
mengerjakan yang lain. Mereka akan mudah berkonsentrasi bila ada
seseorang yang bekerja bersamanya. Penundaan merupakan godaan nyata bagi anak
GLOBAL, mereka membutuhkan dorongan semangat untuk
memulai tugas mereka. Untuk itu bila anda menginginkan anak GLOBAL
mengerjakan sesuatu sekarang, cobalah menawarkan untuk bekerja dengannya
setidak-tidaknya untuk membuat dia memulai pekerjaannya. B. GAYA BELAJAR ANALITIK Anak yang memiliki Gaya Belajar ANALITIK dalam
memandang segala sesuatu cenderung lebih terperinci,
spesifik, terorganisasi, dan teratur. Namun mereka kurang bisa memahami
masalah secara menyeluruh. Dalam mengerjakan tugas yang dibebankan
kepadanya, anak ANALITIK akan mengerjakan tugasnya secara teratur,
dari satu tahap ke tahap berikutnya. Mereka memiliki kecenderungan
untuk mengerjakan satu tugas dalam satu waktu, dan mereka belum
akan mengerjakan tugas lain sebelum tugas pertamanya selesai. Mereka
membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas mereka,
karena mereka tidak ingin ada satu bagian yang terlewat. Anak yang memiliki cara berpikir secara
ANALITIK seringkali memikirkan sesuatu berdasarkan logika.
Selain itu mereka menilai fakta-fakta yang terjadi melebihi
perasaannya. Mereka dapat menemukan fakta-fakta namun seringkali
mereka kurang mengetahui gagasan utamanya, sehingga kadang dia
tidak mengerti maksud dan tujuan dia dalam mengerjakan sesuatu. Anak yang memiliki Gaya Belajar ANALITIK
sangat sulit belajar bila ada gangguan, karena biasanya pikirannya
hanya terfokus pada satu masalah saja. Untuk mengatasi keadaan ini,
sebaiknya seorang anak ANALITIK belajar sendirian, baru bergabung
dengan temannya untuk bersosialisasi setelah selesai belajar. Anak ANALITIK dominan dapat bekerja
maksimal bila ada metode yang konsisten dan pasti dalam mengerjakan
sesuatu, apalagi bila dia bisa menciptakan sistem sendiri dalam belajar.
Untuk itu jadwal harian sangat membantu anak ANALITIK merasakan adanya
struktur dan hal-hal yang bisa diramalkan, sehingga mereka
dapat menentukan dan memenuhi sasaran-sasaran yang jelas. C. PERBEDAAN GAYA GLOBAL DOMINAN DAN GAYA
ANALITIK DOMINAN Perbedaan antara gaya GLOBAL dominan dan
ANALITIK dominan dapat dilihat saat mereka mendengarkan dan
mengikuti petunjuk dalam mengerjakan tugas. Saat guru memberikan
petunjuk, anak ANALITIK dominan akan cenderung mendengarkan dengan
hati-hati, kemudian ingin mulai mengerjakan tugasnya tanpa gangguan
apapun. Sementara itu anak GLOBAL dominan mungkin juga mendengarkan
petunjuk, namun dia mungkin sering bertanya supaya petunjuk diulangi.
Seorang anak GLOBAL akan mendengarkan apa perlunya mengerjakan
tugas, dan bukan sekedar bagaimana melakukannya. Maka anak GLOBAL
akan cenderung bertanya- tanya hal-hal yang tidak diucapkan
gurunya. Bagi anak ANALITIK mungkin akan frustasi bila
petunjuk-petunjuk diulangi, karena mereka sudah fokus pada tugas dan tidak ingin
mendengarkan kembali sesuatu yang sudah mereka ketahui. Sebaliknya,
jika seorang anak GLOBAL diberitahu tidak akan ada pengulangan
instruksi dan mereka harus mengerti dengan sekali mendengar, maka
mereka akan menjadi sangat tertekan, sebab mereka tahu mereka mungkin
tidak mampu mengerjakan tugas hanya dengan mendengarkan petunjuk
sekali saja. Bahan ini diambil dan diedit dari: Judul buku: Cara Mereka Belajar Penulis : Cynthia Ulrich
Tobias Penerbit : Harvest Publication House Halaman : 117-141 \o/ ARTIKEL (2)
MEMAHAMI GAYA BELAJAR GURU SEKOLAH MINGGU
========================================= Sama seperti tidak ada anak yang murni
memiliki Gaya Belajar tertentu, demikian juga tidak ada guru
yang murni memiliki gaya GLOBAL saja atau ANALITIK saja. Namun,
mengenali Gaya Belajar dominan kita sebagai seorang guru akan
sangat membantu dalam mengevaluasi tugas pelayanan kita sebagai
guru SM. Seorang guru dapat menolong murid untuk
mengenali kelebihan atau kekurangan Gaya Belajarnya sehingga mereka
tidak mengalami frustasi di kelas, demikian juga seorang guru dapat
menolong dirinya sendiri dengan mengenali Gaya Belajar + mengajar
dominan yang dimilikinya. Dengan demikian, guru dapat lebih mawas
diri pada apa yang harus ditingkatkannya, sementara guru juga dapat
lebih mengoptimalkan kelebihannya supaya makin efektif dalam
mengajar. A. APAKAH SEBAIKNYA MURID DAN GURU
MEMILIKI GAYA BELAJAR DOMINAN YANG SAMA? Para orangtua, guru, dan murid mungkin
berpikir bahwa sebaiknya guru dan murid memiliki Gaya Belajar
dominan yang sama. Namun kadang situasi terbaik adalah kebalikannya. Bagi
murid yang lebih GLOBAL berada di dalam kelas guru ANALITIK dapat
membantu memberikan struktur yang lebih jelas. Demikian pula seorang
murid ANALITIK dapat melakukan yang terbaik di kelas guru
GLOBAL karena di sana ia dapat memperoleh gambaran yang
menyeluruh dan tidak hanya terfokus pada suatu rincian saja. B. LIMA CIRI GAYA MENGAJAR Bila anda ingin mengetahui Gaya Belajar/mengajar
dominan anda, cobalah melakukan evaluasi terhadap
hal-hal di bawah ini: 1. Lingkungan Ruang Kelas ---------------------- Dari ruang kelasnya,
seorang guru dapat terlihat apakah dia cenderung GLOBAL atau
ANALITIK. Seorang guru GLOBAL mungkin memiliki ruang kelas
yang dirancang seperti rumah. Ada poster-poster,
tanaman-tanaman, karpet dan sofa. Bagi orang ANALITIK itu
kelihatan seperti tumpukan barang rongsokan. Tetapi bagi orang
GLOBAL, mereka mendapatkan "suasana" nyaman. Sebaliknya, dari dalam
ruang kelas seorang guru ANALITIK anda mungkin menemukan
instruksi latihan menghadapi kebakaran, pengumuman harian, bagan
dan denah yang berhubungan dengan pelajaran hari itu. Para
guru ANALITIK sering menjaga ruang kelas mereka sebersih
dan serapi mungkin sehingga murid dapat berkonsentrasi dalam
belajar dan bukan pada lingkungan. 2. Hal Mengatur Ruang Kelas ------------------------ Guru-guru dengan gaya ANALITIK
yang kuat hampir selalu memiliki serangkaian peraturan di
kelas yang dicetak dan dibagikan kepada para murid di awal tahun
pelajaran. Peraturan-peraturan itu, dinyatakan secara
spesifik termasuk konsekuensinya, sehingga tidak akan ada anak yang
kebingungan. Guru yang lebih GLOBAL
hanya memiliki satu atau dua peraturan umum di kelas. Sebagai
contoh, "Baik hati dan lembutlah kepada setiap orang" atau
Hormatilah yang lain." Setelah itu, bila situasi lain muncul yang
membutuhkan penerapan peraturan khusus, seorang guru GLOBAL
menangani masalah hanya berdasarkan kasus demi kasus. 3. Sikap Terhadap Para Murid
------------------------- Guru GLOBAL menempatkan
prioritas yang tinggi pada penghargaan diri dan bahkan akan
memberikan pelajaran tentang hal ini sebelum mereka mengajarkan mata
pelajaran mereka. Guru GLOBAL yakin bahwa para murid tidak
bisa berhasil kecuali jika mereka memiliki keyakinan terlebih
dahulu. Guru ANALITIK juga
percaya bahwa penghargaan diri itu penting, tetapi mereka percaya
bahwa anak mencapai penghargaan diri dengan mengalami kesuksesan.
Jadi guru ANALITIK dominan mungkin menentukan standar yang
tinggi dan mungkin kelihatan keras kepada murid-murid mereka,
karena mereka ingin para murid berhasil memperoleh penghargaan
diri. 4. Mengajarkan Isi Pelajaran
------------------------- Bila saatnya mengajarkan
isi pelajaran tertentu, guru yang lebih ANALITIK menggunakan
banyak kuliah, kegiatan-kegiatan pribadi, dan tugas-tugas membaca.
Mereka mendorong para murid untuk bekerja dengan tidak
tergantung dan mungkin kadang-kadang kelihatannya hampir
tidak bersahabat bagi murid GLOBAL Guru yang lebih GLOBAL
cenderung menggunakan diskusi, kegiatan kelompok, dan belajar
bersama. Karena guru GLOBAL mencoba membuat mata pelajaran itu
penting secara pribadi bagi setiap murid, mereka sering berbagi
pengalaman secara pribadi dan berharap murid mereka melakukan
yang sama. Hal ini bisa membuat seorang ANALITIK menjadi tidak
nyaman dan tidak sabar. 5. Pemberian Nilai --------------- Guru ANALITIK hampir
selalu menentukan skala pemberian nilai. Jika angka 92-100
berarti A dan seorang murid mendapat angka 91,8, seorang guru
ANALITIK akan memberikan nilai B. Guru ANALITIK dominan sering
memiliki kriteria pemberian nilai yang sangat spesifik, dan
murid dapat percaya bahwa guru itu konsisten. Guru ANALITIK
kelihatannya tidak banyak memberikan pujian, tetapi bila guru
itu berkata bagus, ini mungkin pujian tertinggi yang akan
diterima seorang. Guru GLOBAL tidak begitu
spesifik dalam memberikan nilai. Jika 92 berarti A dan seorang
murid mendapat 91,8, guru GLOBAL mungkin berkata cukup dekat,
tergantung kepada kepercayaan guru seberapa kerasnya murid itu
belajar. Guru GLOBAL dominan menekankan partisipasi kelas dan
mungkin bahkan memberikan nilai untuk seberapa sering
sumbangan-sumbangan dilakukan dalam diskusi kelas atau pekerjaan kelompok. Bahan ini diambil dan diedit dari: Judul buku: Cara Mereka Belajar Penulis : Cynthia Ulrich
Tobias Penerbit : Harvest Publication House Halaman : 141-145 Ü
LS-2 LS-4 ̃ |
Saya tunggu tanggapan dan masukan Anda di: |