Situs  Rumah “PenA”

Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak

 

 

Kembali ke halaman utama

 

Kembali ke Ruang Training

 

 

Halo,

Selamat datang di  Ruang Training

 

LEARNING STYLES

 

LS-1: Menurut David A. Kolb

 

GAYA BELAJAR ANAK (STYLES OF LEARNING)

 

A. APAKAH BELAJAR ITU?

 

Belajar adalah suatu proses. Artinya kegiatan belajar terjadi secara dinamis dan terus-menerus yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam diri anak. Perubahan yang dimaksud dapat berupa pengetahuan (knowledge) atau perilaku (behavior).

 

  Dua anak yang tumbuh dalam kondisi dan lingkungan yang sama dan

  meskipun mendapat perlakuan yang sama, belum tentu akan memiliki

  pemahanan, pemikiran dan pandangan yang sama terhadap dunia

  sekitarnya. Masing-masing memiliki cara pandang sendiri terhadap

  setiap peristiwa yang dilihat dan dialaminya. Cara pandang inilah

  yang kita kenal sebagai "Gaya Belajar".

 

  Kata "belajar" yang sering dipersepsikan sebagai tindakan murid

  duduk diam di dalam kelas, mendengarkan penjelasan guru, dan membaca

  textbook BUKANLAH arti "belajar" yang sebenarnya yang akan kita

  bahas dalam artikel ini.

 

  Belajar sebenarnya mengandung arti bagaimana kita menerima informasi

  dari dunia sekitar kita dan bagaimana kita memproses dan menggunakan

  informasi tersebut. Mengingat setiap individu memiliki keunikan

  tersendiri dan tidak pernah ada dua orang yang memiliki pengalaman

  hidup yang sama persis, hampir dipastikan bahwa "Gaya Belajar"

  masing-masing orang berbeda satu dengan yang lain. Namun, di tengah

  segala keragaman "Gaya Belajar" tsb, banyak ahli mencoba menggunakan

  klasifikasi atau pengelompokan "Gaya Belajar" untuk memudahkan kita

  semua, khususnya para guru, dalam  menjalankan tugas pendidikan

  dengan lebih strategis.

 

  B. GAYA BELAJAR MENURUT DAVID KOLB

 

  Tanpa disadari dan direncanakan sebelumnya, setiap anak memiliki

  cara belajarnya sendiri. Mencoba mengenali "Gaya Belajar" anak, dan

  tentunya setelah guru mengenali "Gaya Belajar"nya sendiri, akan

  membuat proses belajar-mengajar jauh lebih efektif.

 

  Dari sekian banyak teori atau temuan mengenai "Gaya Belajar", dalam

  kesempatan ini kita akan membahas sebuah model yang dikemukakan oleh

  David Kolb (Styles of Learning Inventory, 1981).

 

                           Concrete Experience (CE)

                                 "FEELING"

                                    |

               Accomodator =  4     a     1  = Diverger

                                    |

   Active                           |                    Reflective

   Experimentation (AE)    =-d-===========-c-=     Observation (RO)

   "DOING"                          |                    "WATCHING"

                                    |

                 Converger =  3     b     2  = Assimilator

                                    |

                      Abstract Conceptualization (AC)

                                "THINKING"

 

  David Kolb mengemukakan adanya empat kutub (a-d) kecenderungan

  seseorang dalam proses belajar, kutub-kutub tersebut antara lain:

 

  a. Kutub Perasaan/FEELING (Concrete Experience)

     --------------------------------------------

     Anak belajar melalui perasaan, dengan menekankan segi-segi

     pengalaman kongkret, lebih mementingkan relasi dengan sesama dan

     sensitivitas terhadap perasaan orang lain. Dalam proses belajar,

     anak cenderung lebih terbuka dan mampu beradaptasi terhadap

     perubahan yang dihadapinya.

 

  b. Kutub Pemikiran/THINKING (Abstract Conceptualization)

     -----------------------------------------------------

     Anak belajar melalui pemikiran dan lebih terfokus pada analisis

     logis dari ide-ide, perencanaan sistematis, dan pemahaman

     intelektual dari situasi atau perkara yang dihadapi. Dalam proses

     belajar, anak akan mengandalkan perencanaan sistematis serta

     mengembangkan teori dan ide untuk menyelesaikan masalah yang

     dihadapinya.

 

  c. Kutub Pengamatan/WATCHING (Reflective Observation)

     --------------------------------------------------

     Anak belajar melalui pengamatan, penekanannya mengamati sebelum

     menilai, menyimak suatu perkara dari berbagai perspektif, dan

     selalu menyimak makna dari hal-hal yang diamati. Dalam proses

     belajar, anak akan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk

     membentuk opini/pendapat.

 

  d. Kutub Tindakan/DOING (Active Experimentation)

     ---------------------------------------------

     Anak belajar melalui tindakan, cenderung kuat dalam segi

     kemampuan melaksanakan tugas, berani mengambil resiko, dan

     mempengaruhi orang lain lewat perbuatannya. Dalam proses belajar,

     anak akan menghargai keberhasilannya dalam menyelesaikan

     pekerjaan, pengaruhnya pada orang lain, dan prestasinya.

 

  Menurut Kolb, tidak ada individu yang gaya belajarnya secara mutlak

  didominasi oleh salah satu saja dari kutub tadi. Yang biasanya

  terjadi adalah kombinasi dari dua kutub dan membentuk satu

  kecenderungan atau orientasi belajar. Empat kutub di atas membentuk

  empat kombinasi gaya belajar.

 

  Pada model di atas, empat kombinasi gaya belajar diwakili oleh angka

  1 hingga 4, dengan penjelasan seperti di bawah ini:

 

  1. Gaya Diverger

     -------------

     Kombinasi dari perasaan dan pengamatan (feeling and watching).

     Anak dengan tipe Diverger unggul dalam melihat situasi kongkret

     dari banyak sudut pandang yang berbeda. Pendekatannya pada setiap

     situasi adalah "mengamati" dan bukan "bertindak". Anak seperti

     ini menyukai tugas belajar yang menuntutnya untuk menghasilkan

     ide-ide (brainstorming), biasanya juga menyukai isu budaya serta

     suka sekali mengumpulkan berbagai informasi.

 

  2. Gaya Assimillator

     -----------------

     Kombinasi dari berpikir dan mengamati (thinking and watching).

     Anak dengan tipe Assimilator memiliki kelebihan dalam memahami

     berbagai sajian informasi serta merangkumkannya dalam suatu

     format yang logis, singkat, dan jelas. Biasanya anak tipe ini

     kurang perhatian pada orang lain dan lebih menyukai ide serta

     konsep yang abstrak, mereka juga cenderung lebih teoritis.

 

  3. Gaya Converger

     --------------

     Kombinasi dari berfikir dan berbuat (thinking and doing). Anak

     dengan tipe Converger unggul dalam menemukan fungsi praktis dari

     berbagai ide dan teori. Biasanya mereka punya kemampuan yang

     baik dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Mereka

     juga cenderung lebih menyukai tugas-tugas teknis (aplikatif)

     daripada masalah sosial atau hubungan antar pribadi.

 

  4. Gaya Accomodator

     ----------------

     Kombinasi dari perasaan dan tindakan (feeling and doing).

     Anak dengan tipe Accommodator memiliki kemampuan belajar yang

     baik dari hasil pengalaman nyata yang dilakukannya sendiri.

     Mereka suka membuat rencana dan melibatkan dirinya dalam berbagai

     pengalaman baru dan menantang. Mereka cenderung untuk bertindak

     berdasarkan intuisi/dorongan hati daripada berdasarkan analisa

     logis. Dalam usaha memecahkan masalah, mereka biasanya

     mempertimbangkan faktor manusia (untuk mendapatkan masukan/

     informasi) dibanding analisa teknis.

 

  Menyimak berbagai gaya belajar di atas, sebagai guru perlu kiranya

  kita tetap sensitif terhadap strategi belajar kita sendiri, yang

  mungkin sama atau sama sekali berbeda dengan orientasi belajar

  peserta didik di kelas. Perbedaan itu dapat menimbulkan kesulitan

  dalam kegiatan belajar-mengajar (dalam interaksi, komunikasi,

  kerjasama, dan penilaian).

 

  Jika mengajar kita pahami sebagai kesempatan membantu peserta didik

  untuk belajar, maka kita harus berusaha membantu mereka memahami

  "Style of Learning"nya, dengan tujuan meningkatkan segi-segi yang

  kuat dan memperbaiki sisi-sisi yang lemah dari padanya.

 

  Bahan ini dirangkum dari:

  Judul buku: Strategi Pendidikan Kristen

  Penulis   : B.S. Sidjabat, M.Th., Ed.D.

  Penerbit  : Yayasan Andi

  Halaman   : 79-81

 

Ü LS pengantar

 LS-2 ̃

 

Multiple Intelligences

Learning Styles

Metawork Dimension

Successful Intelligence

Temperament

Lain-lain

 

Saya tunggu tanggapan  dan masukan Anda  di:

[email protected]

[email protected]

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1