|
Situs Rumah “PenA” Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak |
|
|
|
Halo,
Selamat datang di Ruang Sekolah Minggu
Ü kembali ke menu utama Ruang Sekolah Minggu
|
PERAPIAN YG MENYALA Cara penyampaian Firman Tuhan: Drama, dengan peran sbb: Raja Nebukadnezar (oleh
GSM), Sadrakh-Mesakh-Abednego (oleh ASM), Prajurit 2 orang (oleh GSM) dan seorang
Guru yang menjadi narator. Catatan: untuk
melibatkan 3 orang ASM, Guru sebaiknya memberi tahu orang tua dan anak bahwa
mereka diminta kesediaannya untuk membantu menyampaikan Firman Tuhan di SM.
Peran yang dimainkan cukup mudah: intinya mereka harus menolak bila diminta
menyembah patung, dan sebagai ucapan terima kasih atas partisipasi mereka,
berikan penghargaan sepantasnya. Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu: Pakaian dan atribut untuk Raja: jubah, mahkota,
tongkat kerajaan Pakaian dan atribut untuk Prajurit: baju tentara,
pedang / tombak, perisai Dus besar yang bisa dimasuki 3 orang anak kecil
dengan posisi berdiri (cukup bagian kakinya saja yang tertutup). Dus tsb
diberi hiasan menyerupai api yang menyala-nyala. 3 mahkota kecil (untuk diberikan pada pemeran
Sadrakh, Mesakh, Abednego) Patung besar terbuat dari dus ATAU lemari yang
ditutupi kain lebar (bisa juga menggunakan tumpukan kursi / meja dengan
ditutupi kain). Proses pengajaran: 1. Guru
(narator) memulai cerita dengan menunjukkan sebuah mahkota. Tanyakan pada
anak, siapa yang biasanya memakai mahkota. Guru memperkenalkan seorang raja
yang jahat, raja yang tidak percaya kepada Tuhan, raja yang menyembah patung.
Tekankan pada anak bahwa perbuatan raja tsb tidak benar. 2. Raja
Nebukadnezar masuk dan "bertingkah" sebentar, misalnya:
membentak-bentak prajurit, menyuruh mereka menyembah patung, dan meminta
prajurit mengundang semua orang untuk datang kepadanya. Sambil ketakutan,
para prajurit tsb melaksanakan perintah raja. 3. Guru
(narator) kembali menegaskan bahwa raja Nebukadnezar adalah raja yang jahat,
raja yang tidak percaya kepada Tuhan, dan raja yang menyembah patung. Lalu,
Guru memperkenalkan tokoh lain: ada 3 orang anak Tuhan yang setia, namanya:
S, M, dan A (bila kesulitan, sebaiknya gunakan singkatan saja, karena memang penyebutan
nama "Sadrakh, Mesakh, dan Abednego" sulit dicerna anak. 4. Ketiga
tokoh tsb masuk dan memberi salam pada teman-temannya. Tokoh-1: Halo, … namaku
Sadrakh. Tokoh-2: Halo, … namaku
Mesakh. Tokoh-3: Halo, … namaku
Abednego. 5. Guru
(narator) menjelaskan bahwa ketiga orang tsb adalah anak Tuhan, rajin berdoa,
serta taat pada Tuhan. Bila memungkinkan, Guru dapat mengajak anak
menyanyikan lagu: Baca Kitab Suci, Doa tiap hari (3X) Baca Kitab Suci, Doa
tiap hari, kalau mau tumbuh. Kalau mau tumbuh (2X). Baca Kitab Suci, Doa tiap
hari kalau mau tumbuh. Sementara guru dan anak menyanyi, ketiga tokoh
memerankan gaya "membaca kitab suci" dan "berdoa". 6. Prajurit
masuk dan meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadap raja. Mereka kemudian
pergi menghadap raja bersama-sama. 7. Raja
meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyembah patung, tapi mereka bertiga
tidak mau. Guru (narator) menjelaskan bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
hanya mau menyembah Tuhan Yesus, tidak mau menyembah patung. Dengan marah,
raja menyurut prajurit memasukkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalam
perapian yang menyala-nyala. Tapi heran sekali … ketiga orang tsb tidak
terbakar sama sekali, bahkan kepanasan pun tidak. Lalu raja menyuruh
ketiganya keluar. 8. Guru
(narator) menjelaskan bahwa Tuhan menolong Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
sehingga mereka selamat meski dibakar di dalam api. 9. Karena
melihat perbuatan Tuhan yang ajaib, raja menghadiahkan mahkota kepada
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (sebagai tanda bahwa Raja memberi kedudukan
pada mereka atas pemerintahannya di Babel). Catatan: Bila
kondisi memungkinkan, peragakan pada anak bahwa api dapat membakar segala
sesuatu. Gunakan korek api dan kertas (sedikit saja), bakarlah kertas di
dalam sebuah wadah tanah liat agar api tidak menyebar kemana-mana. Pastikan
situasi terkendali! Tunjukkan pada anak, bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
dimasukkan dalam "wadah" seperti wadah tanah liat tsb tapi wadah
tsb apinya sangat besar dan panas sekali. Siapa yang masuk ke dalamnya pastilah
terbakar habis. Ide aktivitas: 1. Menempel
gambar 3 orang dan api yang menyala-nyala 2. Mewarna
gambar Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam perapian yang menyala Penekanan pelajaran-2: Tuhan
sanggup menolong / melepaskan anak-anakNya dari bahaya. |
MATERI / BAHAN CERITA 1.1
Kisah
Penciptaan 1.4
Keluargaku 3.1 Daud dan Goliat Hubungi
saya di: Hubungi saya di: [email protected] |