|
Situs Rumah “PenA” Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak |
|
|
|
Halo,
Selamat datang di Ruang Sekolah Minggu
Ü kembali ke menu utama Ruang Sekolah Minggu
|
PERJAMUAN DI KANA Cara penyampaian Firman Tuhan: Drama singkat dari sudut pandang seorang pelayan
pesta. Usulan penggunaan alat peraga / bantu: Guru menyediakan tempat minum / gelas besar (yang
tidak tembus pandang) dan di dalamnya telah diberi sirup anggur. Guru juga
menyediakan tempat air yang besar (jerigen, wadah dari plastik, baskom, dsb)
yang diisi dengan air putih matang (dapat diminum). Selain itu, Guru perlu
menyiapkan sendok untuk mengaduk / membuat sirup. Bila memungkinkan, Guru
dapat menyediakan gelas kecil sejumlah anak yang hadir ATAU pada minggu
sebelumnya mintalah anak membawa gelasnya sendiri-sendiri. Proses pengajaran: Gambarkan suasana pesta yang semarak. Bila perlu,
dekorlah ruangan kelas sedemikian rupa hingga anak mendapat kesan sedang ada
pesta betulan. (misalnya: ada balon, bunga, kertas warna-warni,
bermacam-macam kue kecil, gelas minuman yang banyak, kue taart dengan hiasan
boneka pengantin). Ceritakan dan diskusikan bersama anak-anak bagaimana
senangnya menghadiri sebuah pesta. 1. Guru
dapat berperan sebagai seorang pelayan yang sedang sibuk dengan segala
persiapan untuk pesta, misal: mengantar makanan untuk para undangan,
menyiapkan minuman, dsb Anak-anak dan orang tua yang mengantar bisa dijadikan
"para tamu undangan" tsb dan Guru melayani mereka. 2. Lalu,
ceritakan DAN tunjukkan pada anak, bahwa minuman anggur yang tersedia sudah
habis, yang ada hanya air putih saja. Sementara itu, di tengah kebingungan si
pelayan, datanglah Tuhan Yesus (bisa diperankan oleh guru yang lain). Tuhan
Yesus meminta si pelayan mengisi tempat minum / gelas besar (yang telah
disediakan guru, lihat usulan penggunaan alat peraga / bantu di atas) dengan
AIR putih. 3. Sambil
tetap kebingungan si pelayan melakukan apa yang diminta Tuhan Yesus. Saat
ini, boleh juga Guru berdiskusi dengan anak: "Saya ini kehabisan anggur,
kok Tuhan Yesus minta saya mengisi gelas ini dengan air? Apa air ini bisa
berubah jadi anggur?" Lalu, demonstrasikan demikian: Guru mencoba /
mencicipi air putih, dan ajak anak serta orang tua juga mencobanya. Ambillah air dari baskom
air / wadah plastik yang telah disediakan. Lalu, dari baskom air/ wadah plastik yang sama
tsb tuanglah airnya ke dalam tempat minum / gelas besar (yang telah diberi sirup di
dalamnya, tentunya tanpa sepengetahuan anak), kemudian aduklah. 4. Sambil
tetap menunjukkan ekspresi kebingungan, Guru yang berperan sebagai pelayan
sekali lagi bertanya pada anak: "Apa mungkin air bisa berubah menjadi
anggur?" Biarkan anak-anak mencoba merespons. Lalu Guru melanjutkan
dengan sebuah pernyataan: "Karena Tuhan Yesus yang menyuruhku, aku
percaya! Nah … sekarang mari kita coba air ini". 5. Tuangkan
isi tempat minum / gelas besar tsb pada gelas yang disediakan untuk
anak-anak, dan minta mereka mencicipi rasanya. Sambil keheranan bercampur
suka cita, katakan pada anak: "Wah … benar, air ini berubah menjadi
anggur, dan rasanya enak sekali. Tuhan Yesus sungguh hebat! Tuhan Yesus dapat
mengubah air menjadi anggur." Ide Aktivitas: 1. Menempel:
suasana pesta (balon, kue taart, hiasan dinding, kado, dsb) 2. Mewarna:
gelas dan buah anggur Penekanan
pelajaran-1: Tuhan Yesus berkuasa melakukan mujizat. Tuhan
Yesus dapat mengubah air menjadi anggur. |
MATERI / BAHAN CERITA 1.1
Kisah
Penciptaan 1.4
Keluargaku 3.1 Daud dan Goliat Hubungi
saya di: Hubungi saya di: [email protected] |