|
Situs Rumah “PenA” Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak |
|
|
|
|
|
|
Halo,
Selamat datang di Ruang Sekolah Minggu
|
[1] Kelas Bayi: latar belakang dan kebutuhannya secara spesifik [2] Diskusi
Kelas Bayi: berbagi ide materi dan susunan acara [3] Sharing
Kelas Bayi-1: ide perpustakaan dan klub baca [4] Sharing
Kelas Bayi-2: ide sharing bersama orangtua [5] Sharing
Kelas Bayi-3: ide aktivitas untuk orangtua [7] Hukuman
bagi anak 2 tahun? Hubungi saya di: [email protected] |
DISKUSI tentang KELAS BAYI Topik: Hukuman bagi Anak 2 Tahun? Deskripsi: pro dan kontra jenis
hukuman “pukulan” pada anak Arsip: e-BinaGuru Juli 2003 Dari: meilania Erlyta wrote: > Kalo menurut saya kalo anak nakal , apalagi
masih kecil cukup diberi > pengertian dulu, lalu kalo enggak bisa juga dibentak
or di cubit sudah > cukup kapok buat mereka. (tergantung tingkat
kenakalannya bisa di > tolerir tdk !! ) Dear Erlyta dan rekan-rekan semua, Hingga saat ini rupanya para psikolog, teolog,
ahli pendidikan, dan para orang tua BELUM sepakat ttg teknik mendisiplin anak
yg tepat. Hal ini terbukti dg beragamnya "saran" maupun
"panduan" cara mendisiplin anak yg kita temukan di berbagai
literatur. Khusus untuk hukuman "pukulan" pada
anak, mari kita pertimbangkan pendapat DR. James Dobson (pendiri Focus on
The Family) berikut ini yg saya ambil dari bukunya yg berjudul
"Kendalikan Selagi Mampu". Banyak ahli berpendapat bahwa PUKULAN sebaiknya
diberikan BILAMANA semua jalan "damai" telah dicoba (misal: memberi
pengertian, merayu, membujuk, memperingatkan, membentak, memarahi, dsb). DR. James Dobson justru MENENTANG cara pandang di
atas. Berikut sanggahan beliau: "Mereka mengusulkan agar hukuman badan ini
dijalankan hanya apabila semua cara sudah gagal. Saya sama sekali tidak setuju.
Pukulan hanya diberikan bila anak dengan sengaja membangkang, kapan saja hal
itu terjadi. Titik! Akan lebih efektif bila pukulan diberikan pada saat anak
mulai melawan, pada waktu orang tua masih dapat menguasai dirinya, daripada
setelah sembilan puluh menit anak mencakar dan mencengkeram orang tua." Jadi, khusus untuk hukuman "pukulan",
DR. James Dobson memberi satu batasan yg sangat jelas: HANYA diterapkan BILA
anak membangkang thd orang tua. Lalu, mulai usia berapa anak boleh
di"pukul"? Berikut saya coba paparkan pendapat beliau: [1] dari lahir s/d 7 bulan Anak tidak boleh (dan
tidak semestinya) dipukul, karena mereka belum memahami
"pelanggarannya". Perlakuan yg bisa ditolerir pada masa ini adalah:
membiarkannya menangis dalam jangka waktu yg wajar (yg
dianggap sehat untuk paru-paru). Misal: anak sedang "rewel"
dan ibu kelelahan atau ada kesibukan lain yg penting serta mendesak. [2] 8 - 14 bulan Banyak anak sudah mulai
"menguji" otoritas orang tuanya dalam rentang usia ini, jadi
orang tua perlu mengambil sikap yg tegas. Misal: bila si Ibu sudah
memperingatkan anak untuk TIDAK menginjak lantai dapur
yg sedang dibersihkannya, hendaknya si Ibu MENANG dalam
"pertempuran" dg si kecil yg nekad melanggar larangan si Ibu. Tidak
perlu memukul, namun cukup angkat dan pindahkan si kecil bila
dia tetap "nekad" melawan. Lakukan terus, hingga si kecil menyerah
(bila kemudian si kecil menangis, biarkan saja). [3] 15 - 24 bulan Anda dapat memberikan
pukulan yg tidak terlalu keras pada pantat nya di rentang usia ini,
namun sebaiknya anak tidak terlalu sering dipukul. Ingat, pukulan
hanya diberikan BILA anak dg sengaja membangkang. Disarankan
menggunakan "alat" untuk memukul, namun bila situasinya
sangat mendesak, tanganlah yg digunakan untuk memukul (misal:
anak hendak memegang kompor panas atau benda berbahaya
lainnya, maka tangan si anak langsung dipukul). [4] 2 - 3 tahun Cara yg dianjurkan untuk
mendisiplin anak usia ini adalah dg menyuruh anak DUDUK DIAM
di kursi dan memikirkan apa yg baru saja dilakukannya.
Lalu, bagaimana bila si anak "menolak"? Mau tak mau, perlu ada
"pukulan" untuk memberi peringatan pada si anak bahwa orang tua
bersungguh-sungguh dg "hukuman" tsb. Misal: si Ibu / Ayah
memberi peringatan pada anak untuk tinggal diam di tempat tidurnya
dan tidak boleh turun dari situ. Bila kaki si anak menginjak lantai
(atau bila anak keluar kamar) langsung kaki si anak dipukul.
Letakkan rotan (atau alat pemukul lainnya) di tempat yg dapat dilihat oleh
anak. Jelaskan bahwa Anda serius. Bila anak tetap "nekad",
tanpa perlu kata-kata peringatan lagi, langsung pukul kaki si anak.
Ulangi terus hingga Ibu / Ayah yg meMENANG kan
"pertempuran" ini, sampai anak "mengakui" kepemimpinan Anda sbg orang tua. <Cat. lanjutannya tidak saya sertakan krn kita
membatasi diri untuk anak usia 2 tahunan saja> Sebenarnya, ide DR. James Dobson sederhana sekali
... Sejak kecil anak sudah punya kecenderungan untuk
berbuat dosa (dhi. melawan otoritas orang tua), sama seperti Adam dan Hawa
mencoba melawan otoritas Tuhan dg melakukan perbuatan yg sudah jelas-jelas
diLARANG oleh Tuhan. Mendisiplin anak, harus dimulai sedini mungkin
untuk memenangkan masa depan mereka kelak. Bila masa kecil ini dilalui dg
"sukses" (meski dg sangat berat dan melelahkan), jalan selanjutnya
akan jauh lebih mudah untuk dilalui - baik oleh anak maupun orang tua. Pukulan, sepertinya hanya efektif mulai usia 15
bulan hingga masa balita. Bila masa ini dilalui dg "baik", maka
teknik mendisiplin selanjutnya juga akan berjalan dg baik. Namun, bila masa
ini "terlewatkan", akan sulit melakukan disiplin pada anak. Hukuman
"pukulan" sudah tidak lagi cocok untuk anak yg lebih besar, dan
karena mereka tidak biasa menghargai otoritas orang tua, teknik disiplin yg
lain pun juga sulit untuk mereka terima. Inilah pentingnya menerapkan
disiplin pada anak selagi mereka masih relatif mudah "dibentuk". "Kendalikan Selagi Mampu", saya kira
merupakan buku bacaan yg baik bagi para orang tua kristen yg mau dan berani
untuk mendisiplin anak-anaknya. Buku DR. James Dobosn lainnya ttg topik
serupa adalah "Dare to Discipline" (Berani Mendisiplin). Yg menjadi pemikiran saya adalah, bagaimana dg anak yg diasuh oleh baby sitter atau
pembantu? Bagaimana kita menanamkan nilai-nilai serta
teknik mendisiplin ini pada para pengasuh anak? Adakah yg punya pengalaman
ttg hal ini? Moderator (meilania). |