Situs  Rumah “PenA”

Rumah singgah untuk para aktivis Pelayanan Anak

 

 

Kembali ke halaman utama

 

Kembali ke Ruang Sekolah Minggu

 

 

Halo,

Selamat datang di  Ruang Sekolah Minggu

Kelas bayi

 

Kelas bayi

Kelas balita

Kelas pra-remaja

 Milis Diskusi

e-BinaGuru

Milis Publikasi

e-BinaAnak

 

 

Topik DISKUSI ttg KELAS BAYI

[1] Kelas Bayi: latar belakang dan kebutuhannya secara spesifik

[2] Diskusi Kelas Bayi: berbagi ide materi dan susunan acara

[3] Sharing Kelas Bayi-1: ide perpustakaan dan klub baca

[4] Sharing Kelas Bayi-2: ide sharing bersama orangtua

[5] Sharing Kelas Bayi-3: ide aktivitas untuk orangtua

[6] Menciptakan Bayi Jenius?

[7] Hukuman bagi anak 2 tahun?

 

Hubungi saya di: [email protected]

[email protected]

DISKUSI tentang KELAS BAYI

 

Topik: Hukuman bagi Anak 2 Tahun?

Deskripsi: pro dan kontra jenis hukuman “pukulan” pada anak

Arsip: e-BinaGuru Juli 2003

 

Dari: Yusub Tri H.

 

Yth, Rekan-rekan,

 

Saya bagikan pengalaman saya waktu kecil.

 

Anak ketiga dari 6 bersaudara, terkenal dengan kenakalan sejak masih belum bisa jalan.

Saking nakalnya ada komentar dari tetangga "Tidak mau punya anak bila nakalnya kaya saya."

bahkan setiap orang yang mau mendiamkan saat menangis, menimang untuk menenangkan tak luput dari cakaranku atau tendangan.

Sehingga orang tua saya harus mengeluarkan "jurus" yang sekarang sedang diperbincangkan yaitu rasa sakit untuk membuat jera.

Alat-alat yang sering dipakai :

- Sapu lidi

- Rotan untuk penggebuk kasur.

- kemoceng/sulak.

- kayu bakar

- sandal.

- sepatu polisi ( biasanya kalo Bapak baru pulang kantor dan menemukan saya sedang parah nakalnya. )

- Centong nasi dari kayu ( dipukul di kepala kadang sampe centong tsb terbelah )

Bagian yang dipukul baik dengan tangan atau alat & ditendang dengan kaki telanjang maupun bersepatu hampir semua bagian tubuh.

Karena biasanya kalo lagi "dihajar" selalu berusaha lari, menghindar atau membalas.

Pernah sampai punggung dan kaki berbilur dan berdarah.

 

Hal itu sekarang baru saya sadari sangat berguna buat kehidupan saya dan dapat merubah kehidupan saya. Bahkan bila saya mengingatnya ingin rasanya saya ucapkan terima kasih pada kedua orang tua dan rasa syukur pada Tuhan memiliki orang tua yang mendidik saya dengan benar.

 

Bekas kenakalan itu sekarang masih ada :

Adik saya (laki-laki) mata kanannya ada bekas 7 jahitan karena pukulan dan tendangan saya waktu kecil.

Tetangga yang sekarang di Jakarta (perempuan) dahi dan bagian alis ada bekas jahitan ( jumlahnya lupa ) karena lemparan batu dan tendangan saya waktu kecil.

Teman SMP pipinya biru dan pingsan sekali pukul saat pelajaran disekolah.

 

Sekarang saya menyadari pentingnya apa yang dilakukan orang tua saya terhadap anak seperti saya. "Puji Tuhan".

 

Tentunya masing-masing anak mempunyai sifat kenakalan yang berbeda dan orang tua harus memiliki hikmat untuk menanganinya sesuai dengan kasihnya kepada anak dan untuk masa depan mereka.

 

Sampai disini dulu. Tuhan memberkati.

Yusub.


 
 membaca tanggapan –4 (10)
Ž

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1